Tampilkan postingan dengan label Cerita Thresome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Thresome. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Cerita Sex Thresome Bersama Ibu & Anak

Situs yang menyediakan Cerita Dewasa Terbaru dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Ngentot | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Porno | Cerita Seks Dewasa

Thresome Bersama Ibu & Anak

Pengalaman saya yang pertama yang saya beri judul "Masa kecil saya di Palembang", saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan kepada kenikmatan senggama pada waktu saya masih berumur 13 tahun oleh Ayu, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua. Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.

Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.

Thresome Bersama Ibu & Anak

Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.
Cerita Sex
Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.

Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.

Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.

Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.

Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan "kulup" saya, dan setelah beberapa minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.
Cerita Sex
Kadang-kadang Ayu juga minta "main" walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.

Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.

Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, "Ibu main kancitan, iya..?" (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)

Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.

"Hayo, ibu main kancitan," katanya lagi.

Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .

"Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?" kata Ayu lemas.

"Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan," kata Efi tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Ayu tenang-tenang saja.

"Efi juga mau kancitan," kata Efi tiba-tiba.

"E-eh, Efi masih kecil.." kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.

"Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah."

"Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.

"Efi mau kancitan," Efi membandel. "Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah.."

"Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi." Ayu berkata.
EFI
Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang "main kancitan" segala?

Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.

"Sini, biar Efi lihat." Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.
Cerita Sex
Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja. Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam. Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.

"Ibu, Efi malu ah.." kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

"Ayo, Efi mau kancitan, ndak?" kata Ayu.

Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.

"Uh, mambu pesing." Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya "keju" yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Efi.

"Tunggu sebentar," kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.

Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.

Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi menggeliat-geliat sambil mengerang, "Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu.."

Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.

"Aduh, sakit bu..," Efi hampir menjerit.

"Johan, pelan-pelan masuknya." Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.

Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.

"Sakit, ibu."

Ayu bangkit kembali dan berkata,"Johan tunggu sebentar," lalu dia pergi keluar dari kamar.

Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.

Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, "Aduuh..!" Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.
Cerita Sex
Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.

Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.

"Cabut dulu," kata Ayu tiba-tiba.

Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Ayu, ibunya sendiri.

Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.

Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.

Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Ayu. "Alangkah lemaknyoo..!" saya berteriak dalam hati.

"Ugh, ibu kentut," kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.
Cerita Sex
Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Ayu, tetapi saya selalu saya merasa ingin makan telur banyak-banyak. Saya sangat beruntung karena kami kebetulan memelihara beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu menenggak 4 sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam tempo setahun itu penis saya menjadi semakin besar dan bulu jembut saya mulai menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar dibandingkan suami Ayu ataupun lelaki lain. Yang saya tahu adalah bahwa saya sangat puas, dan kelihatannya Ayu juga cukup puas.

Saya tidak merasa seperti seorang yang bejat moral. Saya tidak pernah melacur dan ketika saya masih kawin dengan isteri saya yang orang bule, walaupun perkawinan kami itu berakhir dengan perceraian, saya tidak pernah menyeleweng. Tetapi saya akan selalu berterima kasih kepada Ayu (entah dimana dia sekarang) yang telah memberikan saya kenikmatan didalam umur yang sangat dini, dan pelajaran yang sangat berharga didalam bagaimana melayani seorang perempuan, terlepas dari apakah itu salah atau tidak
Cerita Sex Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Cerita Mesum Cerita ABG Cerita Porn Cerita Porno Cerita Seks Dewasa Cerita Dewasa Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru

Cerita Sex Ngentot Bareng Si Kembar

Situs yang menyediakan Cerita Dewasa Terbaru dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Ngentot | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Porno | Cerita Seks Dewasa

Ngentot Bareng Si Kembar

Memang sudah tidak aneh kalau ada dua orang anak kembar yang menyukai selera yang sama dalam segala hal, termasuk soal memilih pacar. Tapi ada sedikit pengalamanku yang benar-benar hebat dengan dua anak kembar di sekolahku. Bukan berpacaran dengan salah satu dari mereka atau keduanya sekaligus, tapi meniduri mereka berdua sekaligus, itu baru luar biasa.

Hari itu seperti biasanya, aku tidak langsung pulang dari sekolah, aku dan beberapa orang temanku duduk-duduk sambil sedikit ngobrol, yah tentu saja tidak jauh dari soal cewek dan seks.Alf salah satu temanku yang kebetulan duduk di sebelahku bercerita tentang pengalamannya dengan satu dari sepasang kakak beradik yang kembar. Kalau saja mereka tidak ketahuan penjaga sekolah, pasti Alf sudah berhasil melakukan niatnya. Alf sedikit kecewa dengan pengalamannya itu, tapi dia sedikit senang karena dia berhasil meremas dada kanan gadis itu sambil menciumnya.

Ngentot Bareng Si Kembar
Saat itu kedua gadis kembar itu lewat, dan dengan gaya centilnya mereka menyapa kami berempat. Alf yang sedari tadi bercerita langsung berdiri hendak menghampiri mereka, tapi seketika itu juga dilihatnya penjaga sekolah yang memergoki mereka, kontan saja Alf duduk lagi. Aku sendiri tetap duduk sambil memandang kedua gadis itu menjauh dari kami berempat. Lumayan juga, memang tidak terlalu cantik, tapi cukup manis.
Cerita Sex
Dua hari kemudian, tanpa sepengetahuan ketiga temanku, kuajak salah satu dari mereka makan siang di kantin sekolah, sebut saja namanya Adriana. Aku yakin ketiga temanku tidak tahu, karena mereka berencana untuk berenang sepulang sekolah. Aku sedikit berbincang-bincang dan saat itu kakak kembar gadis itu datang, sebut saja Cinderella datang menghampiri kami berdua. Dia datang ketika aku mengajak Adriana sedikit refreshing setelah pra-EBTA yang benar-benar bikin kepala pusing.

Cinderella langsung merengek untuk ikut juga, tentu saja aku tidak menolak, kapan lagi aku bisa mengajak dua orang gadis pergi bersama, apalagi mereka kembar. Akhirnya kami bertiga sepakatuntuk pergi ke Pangandaran, kebetulan sekolah libur 3 hari setelah pra-EBTA.

Singkat cerita, kami sampai ke Pangandaran, dan kami menyewa 2 kamar, satu untukku dan satu lagi untuk mereka berdua. Tentu saja kami sedikit berjalan-jalan dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Aku sebenarnya tidak ingin tidur, karena itu aku tetap terbangun walaupun aku berbaring di tempat tidurku.
Cerita Sex
Pukul 11 tepat, pintu kamarku diketuk. Ketika kubuka, Adriana dengan tenang masuk ke kamarku. Aku memang memintanya untuk datang ke kamarku kalau kakak kembarnya sudah tidur. Kamiberbincang sebentar, dan akhirnya perbincangan itu kuakhiri dengan sebuah ciuman. Mulanya hanya ciuman selamat malam, tapi begitu tahu kalau dia membalasnya, aku tidak segera melepaskan bibirnya, dan terus kulumat bibir seksinya itu.

Tanganku yang semula diam, mulai nakal dan memanjat naik ke dadanya, tetapi ketika kuremas dadanya, Adriana meronta, "Aku sudah milik orang lain, apalagi dia Alf temanmu."
Aku tersenyum, "Aku tidak akan mengambilmu darinya, hanya untuk malam ini saja."
Adriana tersenyum nakal, diraihnya tanganku, "Oke, siapa takut..!"
Aku tersenyum, lalu melanjutkan permainanku. Kupagut lagi bibirnya, sedang tanganku tidak lagi meremas dadanya, kedua tanganku melingkar di tubuhnya, dan kulepas bra di balik baju tidurnya.

Setelah selesai melaksanakan tugasnya, barulah kedua tanganku bermain-main di depan, meremas, mengelus dan sesekali memelintir puting dadanya yang sudah mengeras. Adriana tidak menolak ketika kulepas kaosnya. Kulihat dengan jelas kedua gunung yang menggoda itu, tidak terlalu besar, tapi cukup untuk membuat mataku terbelalak. Tanpa menunggu aba-aba lagi, langsung kusambar keduanya, kuremas sedikit kuat.

Adriana mendesah dalam, dipegangnya tanganku seolah memohon untuk lebih lembut sedikit. Aku tahu hal itu, karenanya kulepaskan dada kirinya, tapi sebagai gantinya, hap.., buah dadanya seolah kumakan dengan liar. Kuhisap sedikit sambil kumainkan lidahku memutar putingnya yang sudah berdiri tegak di puncak kedua bukit itu.

Belum selesai kubermain, aku tersentak kaget. Kulihat Cinderella berdiri di ambang pintu yang lupa kukunci. Dia tersenyum ke arahku, lalu mendekat. Aku benar-benar menyesal karena lupa mengunci pintu, tapi penyesalanku berubah menjadi senyum kemenangan ketika Cinderella membuka pakaian tidurnya.
"Jangan hanya berani melawan adikku, bagaimana kalau kau buktikan kejantananmu pada kami berdua sekaligus..?"

Aku tidak banyak berbicara lagi, kusambar tubuh Cinderella yang sudah setengah telanjang itu, kutarik bra-nya hingga putus, lalu kubanting dia ke tempat tidurku. Seperempat detik kemudian lidahku sudah bermain di puting dadanya yang sedikit lebih besar dari Adriana. Cinderella mendesah dalam sambil menikmati permainanku, kulihat Adriana duduk memandang kami berdua, kutarik tubuhnya, dan kubaringkan di sampingku. Cinderella di sebelah kananku, dan Adriana di sebelah kiriku, sedang aku telungkup di tengah sambil meremas dada mereka. Selagi tanganku bekerja meremas dan mengelus, mulutku bergantian menghisap dan menjilati dada mereka yang lainnya secara bergantian.
Cerita Sex
Setelah kurasa cukup, aku berdiri, dan membuka seluruh pakaianku, begitu pula Adriana dan Cinderella. Kubuka agak lebar kaki Adriana, dan lidahku langsung bermain di sekitar kemaluannya. Adriana bergoyang-goyang keenakan. Kutarik kepala Cinderella ke selangkangan kakiku dan tanpa disuruh lagi, langsung dikulumnya kejantananku. Hebat juga permainannya, sesekali dihisapnya kejantananku, lalu dijilatinya kepalanya yang berwarna ungu, itu membuatku sedikit geli dan semakin liar menjilat kemaluan Adriana.

Kulihat juga klit-nya mulai terlihat walau tersembunyi, kugosok dengan telunjukku, dan Adriana mendesah sambil menegangkan otot pinggulnya. Aku tahu dia menyukainya, karena itu kugosok lagi, dan sesekali kujilat benda itu. Tidak lama kemudian Adriana menyerah, tubuhnya menggoncang hebat, dan dia sedikit memekik menahan nikmatnya puncak birahi. Kemaluannya semakin basah, dan terlihat lendir mengalir perlahan dari sela surga dunia itu.

Kudorong kepala Cinderella, dan kuregangkan lebih lebar paha Adriana. Cinderella tahu kalau aku akan menusuk kemaluan Adriana, karena itu dia duduk di belakang Adriana, sepertinya hendak membantu Adriana menahan goncangan-goncangan yang sebentar lagi akan terjadi. Kugosokkan sebentar kepala kejantananku yang sudah basah oleh liur Cinderella. Dan kutekan sedikit di kemaluan Adriana. Tangannya meremas sprei dan mulutnya terbuka sedang matanya terpejam.

Setelah masuk kepala kejantananku, kugerakkan naik turun sedikit, dan dengan sedikit hentakan, seluruh kejantananku masuk semua ke dalam kemaluannya. Adriana menjerit tertahan dan tubuhnya terdorong ke belakang. Cinderella berusaha menahannya dan kembali menegakkan tubuh Adriana yang seolah tergeletak tidak bertenaga.

Setelah itu kugerakkan pinggulku maju mundur, dan sesuai dengan irama maju mundur itu, Adriana mendesah-desah. Cinderella sendiri memeluk adiknya sambil mengelus lengannya, seolah menghibur kalau ini akan segera berakhir. Semakin lama kocokanku semakin cepat, dan desahan Adriana sudah berganti menjadi jeritan-jeritan tertahan yang membuat nafsuku semakin membara. Beberapa menit kemudian kurasakan kejantananku panas, aku akan mencapai puncak, karena itu kupercepat gerakanku, dan ketika hampir keluar, kucabut kejantananku dari kemaluan Adriana.

Aku teringat artikel yang kubaca di situs ini, yang berjudul "Pria Multi Orgasme" (kalau tidak salah). Karena itu segera kutekan bagian bawah buah kemaluanku, tempat antara dubur dan batang kemaluanku (lengkapnya, baca saja artikel itu). Aku tetap merasa kenikmatan orgasme, dan kulihat tidak ada mani yang keluar dari kejantananku, hanya saja ketika kenikmatan itu berakhir, kulepas jariku dan kulihat cairan bening keluar sedikit dari kejantananku. Adriana sendiri bergoncang-goncang menikmati puncak keduanya. Cinderella sedikit kesulitan menahan badan adiknya yang bergoncang-goncang.
Cerita Sex
Tetapi akhirnya itu berakhir. Adriana segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh keringat. Aku tidak menunggu lagi, kejantananku yang sudah sangat basah masih tetaptegang dan siap digunakan, karena itu aku langsung menyambar tubuh Cinderella yang sepertinya sudah tidak sabar juga.

Aku tidak perlu membasahi kemaluannya, karena sudah sangat basah. Rupanya dia menikmati dan menonton pertunjukkanku dengan adiknya. Kali ini aku tidak bermain dari depan, kubalikkan tubuhCinderella dan kutusuk dia dari belakang. Cinderella berusaha menahan goncangan ke depan dengankedua tangannya, tapi sepertinya dia tidak kuat, berkali-kali aku harus menarik pinggulnya yang semakin terseret maju akibat kocokanku.

Di luar dugaanku, ternyata dengan teknik pria multi orgasme itu aku menjadi lebih lemah, dan belum aku puas mendengar jeritan dan desahan Cinderella, kejantananku sudah panas dan hampir keluar. Aku segera melepaskan kejantananku dari kemaluan Cinderella, dan sambil memberi sedikit waktu pada kejantananku, kukunci pintu yang lupa kukunci. Tidak lama, tapi cukup untuk memberi waktu pada kejantananku untuk beristirahat.

Setelah itu kulanjutkan permainanku, kukocok kemaluan Cinderella dari belakang, dan beberapa saat kemudian kucabut lagi, kali ini kuarahkan ke lubang duburnya. Kutekan, tapi hanya sedikit saja yang masuk. Kutekan lagi lebih keras, dan terus menerus, tapi tidak juga masuk semuanya. Aku tidak peduli, kukocok walaupun sulit. Akhirnya aku menyerah, kepala kejantananku terasa sakit karena lubang duburnya jauh lebih sempit dari kemaluannya.

Kubalikkan tubuh Cinderella yang sudah basah karena keringat, dan kukocok kemaluannya dari depan. Cinderella menjerit dan berdesah sebelum akhirnya mencapai puncak. Aku sendiri sudahhampir mencapai puncak, karena itu kupercepat gerakanku, semakin cepat dan semakin liar. Ketika hampir keluar, kucabut dari kemaluannya, dan kuselipkan di antara dada Cinderella.

Kugosok-gosokkan seolah sedang mengocok kemaluannya, dan tidak lama kemudian aku mendesah panjang dibarengi dengan cairan putih kental yang memancar keluar ke wajah Cinderella, dan jugaleher serta di sela-sela dadanya. Setelah berbaring sebentar, aku menggendong Cinderella ke kamar mandi, dan membersihkan diri di sana, bertiga dengan Adriana.

Kami sempat bermain sebentar di kamar mandi, tapi tidak sampai puncak, karena aku sudah terlalu lelah untuk bermain dengan mereka. Kami tidur bertiga dengan tubuh masih telanjang, dan paginya kami pulang ke Bandung dengan sejuta kenikmatan. Malam itu benar-benar menyenangkan dan tidak akan kulupakan seumur hidupku.

Cerita Sex Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Cerita Mesum Cerita ABG Cerita Porn Cerita Porno Cerita Seks Dewasa Cerita Dewasa Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru

Senin, 21 Desember 2015

Cerita Sex Jeritan Kenikmatan Wanita

Situs yang menyediakan Cerita Dewasa Terbaru dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Ngentot | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Porno | Cerita Seks Dewasa

Jeritan Kenikmatan Wanita

Saat membuka mata busett dah ternyata sudah pukul 9 pagi, soalnya tadi malam istriku ada rencana mau kesekolah dengan anakku karena ada acara muali pukul 8. Aku tak sadar kalau hari ini hari minggu pantas saja aku cari dimana mana tidak ada ternyata istriku menitipkan pesan pribadinya lewat sms bahwa dia mau mengantar anak kita.

Istriku memang sengaja tidak membangunkanku karena tadi malam aku pulang jam 4 pagi sampai rumah. Karena memang pekerjaanku sebagai auditor selalu dikejar target laporan, beruntung dalam temku bekerja ada satu wanita yang bebas dengan segala sesuatu, sebut saja Agnes dialah yang semalam memberikan service kepadaku untuk mengurangi keteganganku dalam bekerja, menurut dia bersetubuh dengan orang lain bukan hal tabu lagi buat dia karena dia tidak mempermasalahkan jika suaminya juga berkencan dengan suami lain, yang pernting dalam prinsip dia adalah tidak lihat langsung saat kejadian tersebut.

Aku yang masih enak dikasur masih teringat dengan kejadian semalam aku tersenyum bahagia, sebetulya say bisa pulang awal jam 11 malam karena memang saat itu aku dan agnes sedang horny hornynya jadi kita bisa 3 ronde sampai akhirnya pagi menyambut kita.

"Walah…repot bener nih, pikirku. "Lagi sendiri, eh ngaceng." Kebetulan, di rumah tidak ada pembantu, karena istriku, Indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri dibantu kedua anakku. "Biar anak-anak gak manja dan bisa belajar mandiri. Lagian, bisa menghemat pengeluaran," kilah istriku. Aku setuju saja.
Cerita Sex
Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, setelah memutar DVD BF. Sengaja kusetel, biar hasratku cepet tuntas. Setelah kubuka celanaku, aku sekarang hanya pakai kaos, dan tidak pakai celana. Pelan-pelan kuurut dan kukocok tongkolku.

Tampak dari ujung lubang tongkolku melelehkan cairan bening, tanda bahwa birahiku sudah memuncak. Aku pun teringat Linda, sahabat istriku. Kebetulan Linda berasal dari suku Chinese. Dia adalah sahabat istriku sejak dari SMP hingga lulus kuliah, dan sering juga main kerumahku. Kadang sendiri, kadang bersama keluarganya.

Ya, aku memang sering berfantasi sedang menyetubuhi Linda. Tubuhnya mungil, setinggi Agnes, tapi lebih gendut. Yang kukagumi adalah kulitnya yang sangat-sangat-sangat putih mulus, seperti warna patung lilin. Dan pantatnya yang membulat indah, sering membuatku ngaceng kalo dia berkunjung.

Aku hanya bisa membayangkan seandainya tubuh mulus Linda bisa kujamah, pasti nikmat sekali. Fantasiku ini ternyata membuat tongkolku makin keras, merah padam dan cairan bening itu mengalir lagi dengan deras. Ah Linda…seandainya aku bis a menyentuhmu..dan kamu mau ngocokin tongkolku..begitu pikiranku saat itu.
Cerita Sex
Lagi enak-enak ngocok sambil nonton bokep dan membayangkan Linda, terdengar suara langkah sepatu dan seseorang memanggil-manggil istriku.

"Ndah…Indah…aku dateng," seru suara itu…

Oh my gosh…itu suara Linda…mau ngapain dia kesini, pikirku. Kapan masuknya, kok gak kedengaran? Linda memang tidak pernah mengetuk pintu kalau ke rumahku, karena keluarga kami sudah sangat akrab dengan dia dan keluarganya.

Belum sempat aku berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan diri, tau-tau Linda udah nongol di ruang tengah, dan…

"AAAHHH…ANDREEEEW…!!!!,"jeritnya. "Kamu lagi ngapain?"

"Aku…eh…anu…aku….ee…lagi…ini…,"aku tak bisa menjawa pertanyaannya. Gugup. Panik. Sal-ting. Semua bercampur jadi satu.

Orang yang selama ini hanya ada dalam fantasiku, tiba-tiba muncul dihadapanku dan straight, langsung melihatku dalam keadaan telanjang, gak pake cela na, Cuma kaos aja. Ngaceng pula.

"Kamu dateng ok gak ngabarin dulu sih?" aku protes.

"Udah, sana, pake celana dulu!" Pagi-pagi telanjang, nonton bf sendirian,lagi ngapain sih?"ucapnya sambil duduk di kursi didepanku.

"Yee…namanya juga lagi horny…ya udah mending colai sambil nonton bf. Lagian anak-anak sama mamanya lagi pergi ke sekolah. Ya udah, self service,"sahutku.

"Udah, Ndrew. Sana pake celana dulu. Kamu gak risih apa?"

"Ah, kepalang tanggung kamu dah liat? Ngapain juga dtitutupin? Telat donk,"kilahku.

"Dasar kamu ya. Ya, udah deh, aku pamit dulu. Salam aja buat istrimu. Sana, terusin lagi." Linda beranjak dari duduknya, dan pamit pulang.

Buru-buru aku mencegahnya. "Lin, ntar dulu lah…,"pintaku.

"Apaan sih, orang aku mau ngajak Indah jalan, dia nggak ada ya udah, aku mau jalan sendiri,"sahutnya.

"Bentar deh Lin. Tolongin aku, gak lama kok, paling sepuluh menit,"aku berusaha merayunya.

"Gila kamu ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"Linda protes sambil melotot. "Kamu jangan macem-macem deh, Ndrew. Gak mungkin donk aku lakukan itu,"sergahnya. "Lin,"sahutku tenang. "Aku gak minta kamu untuk melakukan hal itu. Enggak. Aku Cuma minta tolong, kamu duduk didepanku, sambil liatin aku colai." "Gimana?"

Linda tidak menjawab. Matanya menatapku tajam.

Sejurus kemudian..

"Ok, Lin. Aku janji gak ndeketin apalagi menyentuh kamu. Tapi, sebelum itu, kamu juga buka bajumu dong…pake BH sama CD aja deh, gak usah telanjang. Kan kamu dah liat punyaku, please?" aku merayunya dengan sedikit memelas sekaligus khawatir.
Cerita Sex
"Hm…fine deh. Aku bantuin deh…tapi bener ya, aku masih pake BH dan CDku dan kamu gak nyentuh aku ya. Janji lho,"katanya. "Tapi, tunggu. Aku mau tanya, kok kamu berani banget minta tolong begitu ke aku?"

"Yaaa…aku berani-beraniin…toh aku gak nyentuh kamu, Cuma liat doang. Lagian, kamu dah liat punyaku? Trus, aku lagi colai sambil liat BF…lha ada kamu, kenapa gak minta tolong aja, liat yang asli?"kilahku.

"Dasar kamu. Ya udah deh, aku buka baju di kamar dulu."

"Gak usah, disini aja,"sahutku.

Perlahan, dibukanya kemejanya…dan…ah payudara itu menyembul keluar. Payudara yang terbungkus BH sexy berwarna merah…menambah kontras warna kulitnya yang sangat putih dan mulus. Aku menelan ludah karena hanya bisa membayangkan seperti apa isi BH merah itu.

Setelah itu, diturunkannya zip celana jeansnya, dan dibukanya kancing celananya. Perlahan, diturunkannya jeansnya…sedikit ada keraguan di wajahnya. Tapi akhirnya, celana itu terlepas dari kaki yang dibungkusnya.

Wow…aku terbelalak melihatnya. Paha itu sangat putih sekali. Lebih putih dari yang pernah aku bayangkan. Tak ada cacat, tak ada noda. Selangkangannya masih terbungkus celana dalam mini berbahan satin, sewarna dengan Bhnya. Sepertinya, itu adalah satu set BH dan CD.

"Nih, aku u dah buka baju. Dah, kamu terusin lagi colinya. Aku duduk ya."

Linda segera duduk, dan hendak menyilangkan kakinya. Buru-buru aku cegah.

"Duduknya jangan gitu dong…"

"Ih, kamu tuh ya…macem-macem banget. Emang aku musti gimana?"protes Linda. "Nungging, gitu?"

"Ya kalo kamu mau nungging, bagus banget,"sahutku.

"Sori ye…emang gue apaan,"cibirnya.

"Kamu duduk biasa aja, tapi kakimu di buka dikit, jadi aku bisa liat celana dalam sama selangkanganmu. Toh veggy kamu gak keliatan?"usulku.

"Iya…iya…ni anak rewel banget ya. Mau colai aja pake minta macem-macem,"Linda masih saja protes dengan permintaanku.

"Begini posisi yang kamu mau?"tanyanya sambil duduk dan membuka pahanya lebar-lebar.

"Yak sip." Sahutku. "Aku lanjut ya colinya."
Cerita Sex
Sambil memandangi tbuh Linda, aku terus mengocok tongkolku, tapi kulakukan dengan perlahan, karena aku nggak mau cepet-cepet ejakulasi. Sayang, kalau peman dangan langka ini berlalau terlalu cepat. Aku pun menceracau, tapi Linda tidak menanggapi omonganku.

"Oh…Liiiinnn….kamu kok mulus banget siiiihhh…."aku terus menceracau. Linda menatapku dan tersenyum.

"Susumu montok bangeeeettttt… pahamu sekel dan putiiiihhhh….hhhhh….bikin aku ngaceng, Liiiiiinnn……"

Linda terus saja menatapku dan kini bergantian, menatap wajahku dan sesekali melirik ke arah tongkolku yang terus saja ngacai alias mengeluarkan lendir dari ujung lobangnya.

"Pantatmu, Liiiinnn….seandainya kau boleh megang….uuuuhhhhh….apalagi kena tongkolku….oouuufff…..pasti muncrat aku….,"aku merintih dan menceracau memuji keindahan tubuhnya. Sekaligus aku berharap, kata-kataku dapat membuatnya terangsang.

Linda masih tetap diam, dan tersenyum Matanya mulai sayu, dan dapat kulihat kalo nafasnya seperti orang yang sesak nafas. Kulirik ke arah celana dalamnya…oppsss….aku menangkap sinyal kalo ternyata Linda juga mulai ternagsang dengan aktivitasku.

Karena celana dalamnya berbahan satin dan tipis, jelas sekali terlihat ada noda cairan di sekitar selangkannya. Duduknya pun mulai gelisah.

Tangannya mulai meraba dadanya, dan tangan yang satunya turun meraba paha dan selangkangannya. Tapi Linda nampak ragu untuk melakukannya. Mungkin karena ia belum pernah melakukan ini dihadapan orang lain.

Kupejamkan mataku, agar Linda tau bahwa aku tidak memperhatikan aktivitasku. Dan benar saja…setelah beberapa saat, aku membuka sedikit mataku, kulihat tangan kiri Linda meremas payudaranya dan owww…BH sebelah kiri ternyata sudah diturunkan…

Astagaaa..!!! Puting itu merah sekali…tegak mengacung. Meski sudah melahirkan, dan memiliki satu anak, kuakui, payudara Linda lebih bagus dan kencang dibandingkan Agnes. Kulihat tangan kiri Linda memilin-milin putingnya, dan tangan kanannya ternyata telah menyusup ke dalam celana dalamnya.
Cerita Sex
"Sssshh….oofff….hhhhhh…..:" Kudengar suara nya mendesis seolah menahan kenikmatan. Aku kembali memejamkan mataku dan meneruskan kocokan pada tongkolku sambil menikmati rintihan-rintihan Linda.

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hangat…basah…lembut…menerpa tongkol dan tanganku.

Aku membuka mata dan terpekik. "Lin…kamu…,"leherku tercekat.

"Aku nggak tega liat kamu menderita, Ndrew,"sahut Linda sambil membelai tongkolku dengan tangannya yang lembut.

My gosh…perlahan impin dan obsesiku menjadi kenyataan. tongkolku dibelai dan dikocok dengan tangan Linda yang putih mulus. Aku mendesis dan membelai rambut Linda. Kemudian secara spontan Linda menjilat tongkolku yang sudah bener-bener sewarna kepiting rebus dan sekeras kayu. Dan…hap…! Sebuah kejadian tak terduga tetapi sangat kunantikan…akhirnya tongkolku masuk ke mulutnya. Ya, tongkolku dihisap Linda. Sedikit lagi pasti aku memperoleh lebih dari sekedar cunilingis.

Tak tahan dengan perlakuan sepiha Linda, kutarik pinggulnya da n buru-buru kulepaskan Cdnya.

"Kamu mau ngapain, Ndrew?" Linda protes sambil menghentikan hisapannya. Aku tidak menjawab, jariku sibuk mengusap dan meremas pantat putih nan montok, yang selama ini hanya menjadi khayalanku.

"Ohh..Lin…boleh ya aku megang pantat sama memiaw kamu?"pintaku.

"Terserah…yang penting kamu puas."

Segera kuremas-remas pantat Linda yang montok. Ah, obsesiku tercapai…dulu aku hanya bisa berkhayal, sekarang, tubuh Linda terpampang dihadapanku. Puas dengan pantatnya, kuarahkan jariku turun ke anus dan vaginanya. Linda merintih menahan rasa nikmat akibat usapan jariku.

"Achh…Liiiinn…enak bangeeeeett….sssshhh……."aku menceracau menikmati jilatan lidah dan hangatnya mulut Linda saat mengenyot tongkolku. Betul-betul menggairahkan melihat bibir dan lidahnya yang merah menyapu lembut kepala dan batang kelelakianku. Hingga akhirnya….

"Liiinn….bibir kamu lembut banget sayaaaannggg….aku…kac h…aku…"

"Keluarin sayang…tongkol kamu udah berdenyut tuh….udah mau muncrat yaaa…."

"I…iiy…iiyyaaa….Liiiiinnnnnnnnn….Ouuuuufuffffff….. argggghhhhhhhhhh….."

Tak dapat kutahan lagi. Bobol sudah pertahananku. Crottt…..crooottt….crooootttt…

Spermaku muncrat sejadi-jadinya di muka, bibir dan dada Linda. Tanganhalus Linda tak berhenti mengocok batang kejantananku, seolah ingin melahap habis cairan yang kumuntahkan
Cerita Sex
Ohhhh…….my dream come true….. Obsesiku tercapai…pagi ini aku muncratin pejuhku di bibir dan muka Linda.

"Lin…kamu gak geli sayang…? Bibir, muka sama dada kamu kenas permaku?"
Linda menggeleng dengan pandangan sayu. Tangannya masih tetap memainkan tongkolku yang sedikit melemas.

"Kamu baru pertam kali kan, mainin koto orang selain suami kamu?"

"Iya, Ndrew. Tapi kok aku suka ya…terus terang, bau sperma kamu seger banget…kamu rajin maka buah sama sayur ya?" tanya Li nda.

"Iya…kalo gak gitu, Indahmana mau nelen sperma aku."

"Aihhh…." Linda terpekik. "Indah mau nelen sperma?"

Aku mengangguk. "Keapa Lin? Penasaran sama rasanya? Lha itu spremaku masih meleleh di muka sama dada kamu. Coba aja rasanya,"sahutku.

"Mmmm…ccppp…ssllrppp…." terdengar lidah dan bibir Linda mengecap spermaku. Dengan jarinya yang lentik, disapunya spermaku yang tumpah didada dan mukanya, kemudian dijilatnyajarinya smape bersih.Hmmm….akhirnya spermaku masuk kedalam tubuhnya…

"Iya, Ndrew, sperma kamu kok enak ya. Aku gak ngerasa enek pas nelen sperma kamu…"

"Mau lagi….?"

"Ih…kamu tuch ya…masih kurang, Ndrew?"

"Lha kan baru oral belum masuk ke meqi kamu, Lin." Sahutku…"Tuh, liat…bangun lagi kan?"

"Dasar kamu ya…."

"Benerkamu gak mau spermaku ? Ya udah kalo gitu, aku mau bersih-bersih dulu."ancamku sambil bangkit dari kursi.

"Mau sih…Cuma takut kalo Indah dateng…gimana donk…."Linda merajuk.

Perlahan kuhampiri Lida, kuminta dia duduk di sofa, sambil kedua kakiya diangkat mengangkang.
Kulihat meqinya yang licin karena cairan cintanya meleleh akibat perbuatan jariku.

"Hmmm…Lin…meqi kamu masih basah…kamu masih horny dong…"tanyaku.

"Udah, Ndrew….cepetan deh…nanti istrimu keburu dateng…Lagian aku udah…Auuuwwww….!!!! Ohhh..Shhhhh……."Linda memiawik saat lidahku menari diujung klitorisnya.

"Ndrewwww…kamu gilaaa yaaa…"bisiknya samil menjambak rambutku.

Kumainkan lidahku dikelentitnya yang udah membengkak. Jari ku menguak bibir vagina Linda yang semakin membengkak. Perlahan kumasukkan telunjukku, mencari G-spotnya.

Akibatnya luar biasa. Linda makin meronta dan merintih. Jambakannya makin kuat. Cairan birahinya makin membasahi lidah dan mulutku. Tentu saja hal ini tak kusia-siakan.
Cerita Sex
Kusedot kuat agar aku dapat menelan cairan yang meleleh dari vaginanya. Ya…aroma vagina Linda lain dengan aroma vagina istriku. Meskipun keduanya tidak berbau amis, tapi ada sensasi tersendiri saat kuhirup aroma kewanitaan Linda.

"C'mon..Ndrew…I can't stand…ochhh…ahhhhhh…shhhh……c'mon honey….quick…quick…."
Aku paham, gerakan pantt Linda makin liar. Makin kencang. Kurasakan pula meqinya mulai berdenyut…..seentar lagi dia meledak, pikirku.

"Ting…tong…"bel rumahku berbunyi.

"Mas…..mas Andrew…."suara wanita didepan memanggil namaku.

Sontak kulepaskan jilatanku. Linda memandang wajahku dengan wajah pucat. Aku pun memandang wajahnya dengan jantung berdebar.

"Ndrew..kok kyaka suara Rika ya…"Linda bertanya

"Wah..mau ngapain dia kesini…..gawat dong…"ucapku ketakutan. "Udah Lin, kamu masuk kamarku dulu deh…cepetan…"

Segera Linda berjingkat masuk ke kamarku, mungkin sekalian membersihkan tubuhnya karena dikamarku ada kamar mandi. Aku tau ada sebersit ekspresi kecewa di wajahnya, karena Linda hampir meledakkan orgasmenya, yang terputus oleh kedatangan Rika, sahabatnya sekaligus sahabat istriku.
Setelah kupakai kaos dan celana yang kuambil dari lemari dan cuci muka sedikit, aku menuju ke ruang tamu, membuka pintu.

"Halo, mas….'Pa kabar..?" sahut Rika begitu melihatku membuka pintu.

"Baik, dik. Ayo masuk dulu. Tumben nih pagi-pagi, kayaknya ada yang penting?" tanyaku seraya mengajak Rika menuju ruang tengah.Mataku sedikit terbelalak melihat pakaiannya. Bagaimana tidak?

Kaos ketat menempel dibadannya, dipadukan dengan celana spandex ketat berwarna putih. Aku melihat lipatan cameltoe di selangkangannya menandakan bahwa didaerah itu tidak ada bulu jembutnya, dan saat aku berjalan dibelakangnya, tak kulihat garis celana dalam mebayang di spandexnya. Hmm…mana mungkin dia gak pake CD..mungkin pake G-string, pikirku.
Cerita Sex
Kami berdua segera menuju ruang tengah. Untung saja, film bokep yang aku setel udah selesai, jadi Rika nggak sempat melihat film apa yang tengah aku setel.

"Ini lho mas, aku mau anter oleh-oleh. Kan kemarin aku baru dateng dari Jepang. Nah, ini aku bawain ….sedikit bawaan lah, buat kamu sama Indah. Itung-itung membagi kesenangan."

"Wah…tengkyu banget lho…kamu baik banget"

"Ah, biasa aja lageee..hehehe" Kami berdua sejenak ngobrol-ngobrol, karena memang sudah beberapa bulan Rika nggak berkunjung ke rumahku. Rika ini adalah salah satu sahabat istriku, selain Linda

Diam-diam, akupun juga terobsesi dapat menikmati tubuhnya. Ya, Rika seorang wanita yang mungil. Tinggi badannya nggak lebih dari 155cm. Bandingkan dengan tinggiku yang 170. Warna kulitnya putih, tapi cenderung kemerahan. Hmm..aku sering berkhayal lagi ngent*tin Rika, sambil aku gendong dan aku rajam memiawnya dengan tongkolku. Pasti dia merintih-rintih menikmati hujaman tongkolku…

"Hey…bengong aja…ngeliatin apa sih.." tegur Rika.

"Eh…ah…anu…enggak. Cuma lagi mikir, kapan ya gw bisa jalan-jalan sama kamu…"

Eits..kok ngomongku ngelantur begini sih. Aduh…gawat deh…

"Alaaa..mikirin jalan-jalan apa lagi ngeliatin sesuatu?" Rika melirikku dengan pandangan menyelidik.

Mati aku…berarti waktu aku ngeliatin bodynya, ketahuan dong kalo aku melototin selangkangannya. Wah….

"Ya udah, mas. Aku pamit dulu, abis Indah pergi. Lagian,dari tadi kamu ngeliatin melulu. Ngeri aku…ntar diperkosa sama kamu deh..hiyyy…" Rika bergidik ambil tertawa.
Aku Cuma tersenyum.

"Ya udah, kalo kamu mau pamit. Aku gak bisa ngelarang."

"Aku numpang pipis dulu ya."Rika menuju kamar mandi di sebelah kamarku.

"Iya."

Tepat saatRika masuk kamar mandi, sambil berjingkat Linda keluar dari kamarku.

Aku terkejut, dan segera menyuruhnya masuk lagi, karena takut ketahuan. Ternyata CD Linda ketinggalan di kursi yang tadi didud ukinya waktu sedang aku jilat memiawnya. Astagaaa…untung Rika nggak ngeliat…atu jangan-jangan dia udah liat, makanya sempat melontarkan pandangan menyelidik? Entahlah…

"Cepeeeett..ambil trus ke kamar lagi."perintahku sambil berbisik.

Linda mengangguk, segera menyambar Cdnya dan…

"Ceklek….!"

Pintu kamar mandi terbuka, dan saat Rika keluar, kulihat wajahnya terkejut melihat Linda berdiri terpaku dihadapannya sambil memegang celana dalamnya yang belum sempat dipakainya. Ditambah keadaan Linda yang hanya memaki kaos, tetapi dibawah tidak memakai celana jeansnya.
Cerita Sex
Akupun terkejut, dan berdiri terpaku. Hatiku berdebar, tak tahu apa yang harus kuperbuat atau kuucapkan. Semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan tak terelakkan. Kepalaku terasa pening.

"Linda…? Kamu lagi ngapain?" Rika bertanya dengan wajah bingung campur kaget.

"Eh…anu…ini lho…"kudengar Linda gelagapan menjawab pertanyaan Rika.

"Kok kamu megang celana dalem? Setengah telanjang lagi?" selidik Rika. "Oo…aku tau…pasti kamu berdua lagi berbuat yaaa…?"

"Enggak Rik. Ngaco kamu, orang Linda lagi numpang dandan di kamarku kok." Sergahku membela diri.

"Trus, kalo emang numpang dandan, ngapain dia diruangan ni, pake bawa celana dalem lagi." Udah gitu telanjang juga..Hayo!!!" Rika bertanya dengan galak.

"Sini liat." Rika menghampiri Linda dan cepat merebut celana dalam yang dipegang Linda, tanpa perlawanan dari Linda.

"Kok basah…?"Rika mengerutkan keningnya. "Nhaaaaa..bener kan…hayooooo….kamu ngapain…?"

"udah deh, Rik…emang bener, aku lagi mau ML sama Linda. Belum sempet aku ent*t, sih. Baru aku jilat-jilat memiawnya, keburu kamu dateng." Aku menyerah dan memilih menjelaskan apa yang barusan aku lakukan.

"Kamu tuh ya…udah punya istri masih doyan yang lain. Ini cewek juga sama aja, gatel ngeliat suami sahabatnya sendiri." Rika memaki ka mi berdua dengan wajah merah padam.

"Terserah kamu lah…kamu mau laporin aku sama Linda ke polisi…silakan. Mau laporin ke Indah…terserah…."ucapku pasrah.

"Hmm…kalo aku laporin ke Indah…kasian dia. Nanti dia kaget.Kalo ke polisi….ah…ngrepotin." Rika meninmbang-nimbang apa yang hendak dilakukannya.

"Gini aja mas. Aku gak laporin ke mana-mana. Tapi ada syaratnya." Rika memberikan tawarannya kepadaku.

"Apa syaratnya, Rik?"

"Nggak berat kok. Gampang banget dan mudah."

"Iya, apaan syaratnya?" Linda ikut bertanya

"Terusin apa yang kamu berdua tadi lakuin. Aku duduk disini, nonton. Bagaimana?"

"WHAT?" aku dan Linda berteriak bebarengan. "Gila lu ya, masa mau nonton orang lagi ML?"

"Ya terserah kamu.Mau pilih mana…?"Rika mencibir dengan senyum kemenangan.

Aku dan Linda saling berpandangan. Kuhampiri Linda, kubelai tangan dan rambutnya. Linda seolah memahami dan menyetujui syarat yang diajukan Rika. Segera saja kulumat bibirnya yang ranum dan tanganku meremas pantatnya yang sekel. Linda segera membuka kaosnya.
Cerita Sex
Sambil terus berciuman dan meremas pantatnya, kubimbing Linda menuju sofa. Kurebahkan ia disana, dan dengan cekatan dilepaskannya kaos dan celana ku sehingga aku sekarang telanjang bulat di hadapan Linda dan Rika.

Aku melirik Rika, yang duduk menyilangkan kakinya. Kulihat wajahnya menegang seperti tegangnya tongkolku. Aku tersenyum-senyum kearahnya, sambil memainkan dan mengocok-ngocok tongkolku, seolah hendak memamerkan kejantananku.

"Ayo, ndrew…cepetan deh…udah gak tahan, honey…"Linda merintih. "Biarin aja si Rika…paling dia juga udah basah."

"Enak aja kamu bilang."sergah Rika. "Udah buruan, aku pengen liat kayak apa sih kalian kalo ML."

Aku menatap mata Linda yang mulai sayu dan tersenyum. Setelah melepas seluruh pakaiannya, sempurnalah ketelanjangbulatan kami berdua. Tak sabar, segera k usosor memiaw Linda yang sangat becek oleh lendir birahinya.

"Achhhh….sshhhh….ooouufffffggg…Andreeeeewwwwww…."L inda menjerit dan mengerang menerima serangan lidahku. Pantatnya tersentak keatas, mengikuti irama permainan lidahku.
Hmmm…nikmat sekali. memiawnya berbau segar, tanda bahwa memiaw ini sangat terawat. Dan yang membutku girang adalah lendir memiawnya yang meleleh deras, seiring dengan makin kuatnya goyangan pinggulnya.

"Hmmmppppppff…Andrew…Andrew…sayaaaanngg.. akh…akh…akkkkkuu…"Linda terus merintih. Nafasnya tersengal-sengal, seolah ada sesuatu yang mendesaknya. 'Akku……mmmhhhhh…ssshhh…."

"Keluarin sayang….keluarin yang banyak….."aku berbisik sambil jari tengahku terus mengocok memiawnya, dan jempolku menggesek itilnya yang sudah sangat keras. Baik itil maupun memiaw Linda sudah benar-benar berwarna merah, sangat basah akibat lendirnya yang meleleh, hingga membasahi belahan pantat dan sofa.

Segera aktivitas tanganku kuganti dengan jilatan lidahku lagi. Hal ini membuatpaha Linda menegang, tangannya menjambak rambutku, sekaligus membenamkan kepalaku ditengah jepitan pahanya yang menegang. Aku merasakan memiawnya berdenyut, dan ada lelehan cairan hangat menerpa bibirku.
"ANDREEEEEEWWWWWWW…..AAAAACCCCHHHHHHHHH……"Lin da menjerit keras sekali, menjepit kepalaku dengan pahanya, menekan kepalaku di selangkangannya dan berguncang hebat sekali.

Tak kusia-siakan lendir yang meleleh itu. Kusedot semuanya, kutelan semuanya. Ya, aku tidak mau membuang lendir kenikmatan Linda. Sedotanku pada memiawnya membuat guncanganLinda makin keras…dan akhirnya Linda terdiam seperti orang kejang. Tubuhnya kaku dan gemetaran.

"Oooohhhh…Ndreww…aaachhh….."Linda menceracau sambil gemetaran.

"Enn..en….Nik…mat…bangeth….sssse….dothan…sama jhiilatan kkk…kamu…"

Kulihat Linda tersenyum dengan wajah puas. Segera kuarahkan bibrku m elumat putingnya yang keras dan kemerahan. Meskipun sudah melahirkan dan menyusui dua anak, payudara Linda sangat terawat, kencang. Dan putingnya masih berwwarna kemerahan. Siapa lelaki yang tahan melihat warna putting seperti itu, apalgi sekarang puting merah itu benar-benar masih keras dan mengacung meski pemiliknya barusan menggapai orgasme.

"Shhh…Dreeewwww…iihhhh…geli…." Lnda menggelinjang saat kuserbu putingnya. Aku tidak mempedulikan rintihannya. Kulumat putingnya dengan ganas sehingga badan Linda mulai mengejang lagi.

"Acchhh….Andreww….sayaaaannggg…"Linda merintih. "Terus sayang…iss…ssseeeppp…pen….til…kuhh…ooofffffhhhhhhh hh……"

Tanpa aba-aba, segera kusorongkan tongkolku yang memang sudah mengeras seperti kayu ke memiaw Linda. Blessss…….

"Ahhhhkkk…..mmmmppppfff…..ooooooggggghhhh…."p antat Linda tersentak kedepan, seiring dengan menancapnya tongkolku di mekinya. Kutekan tongkolku makin dalam da n kuhentikan sejenak disana.

Terasa sekali memiaw Linda berkedut-kedut, walaupun tergolong super becek.
"Ayo, nDrew…..gocek tongkol kamuh….akk….kkuuuu….udah mau…keluarrrrr…laggiiiihhh…"Linda merintih memohon.

Segera kugocek tongkolku dengan ganas. "crep.crep…cplakkk….cplaakkkk…cplaakkkk …." suar gesekan tongkolku dengan memiaw Linda yang sudah basah kuyup nyaring terdengar. Tak lupa kulumat bibirnya yang ranum, dan tanganku menggerayang memilin menikmati payudara dan putingnya.

Sesaat kemudian kulihat mata Lnda terbalik, Cuma terlihat putihnya. Kakinya dilipat mengapit pinggul dan pantatku. Tangannya memeluk ubuhku erat.

"ANDREEEWWWW…….OOOOGGGHHHH…>AAAKKKKKKKKKK KK…." Linda menjerit keras dan sekejap terdiam. Tubuhnya bergetar hebat. Terasa di tongkolku denyutan memiaw Linda…sangat kuat. Berdenyut-denyut, seolah hendak memijit dan memaksa spermaku untuk segera mengguyur menyiram memenya yang luar biasa becek.
Cerita Sex
Makin kuat kocokan tongkolku didalam memiaw Linda, makin kencang pula pelukannya. Nafas Linda tertahan, seolah tidka ingin kehilangan moment-moment indah menggapai puncak kenikmatan.

Karena denyutan memiaw Linda yang membuatku nikmat, ditambah rasa hangat karena uyuran lendir memiawnya, aku pun tak tahan. Ditambah ekspresi wajahnya yangmemandang wajahku dengan mata sayu namun tersirat kepuasan yang maat sangat.

"Ayo nDrew…keluarin pejuh kamu…keluarin dimemiawku…."Linda memohon.
"Kamu gak papa aku tumpahin pejuh di rahim kamu?"tanyaku sambil terengah-engah.
"No problem honey…aku safe kok…."sahut Linda. "C'mon honey..shot your sperm inside…c'mon honey…."

LIN……LINDAAAA…..LINDAAAAAAAA….ARGGGGGGHHHHH…"aku merasakan pejuhku mendesak. Kupercepat kocokanku, dan Linda juga mengencangkan otot memiawnya, berharap agar aku cepet muncrat.

AAACCHHHHHHH……….." Jrrrrrooooooooootttt…..jrrrrooooooooo ttttt..jrrrro ooooottttt…..tak kurang dari tujuh kali semprotan pejuhku. Banyak sekali pejuh yang kusemprotkan ke rahim Linda, sampai-sampai ia tersentak. Kubenamkan dalam-dalam tongkolku, hingga terasa kepalaku speerti memasuki liang kedua.Ah….ternyata tongkolku bisa menembus mulut rahimnya. Berarti pejuhku langsung menggempur rahimnya.

Ohhh…nDrreeeww…enak sayang….nikmat, sayaaannggg…offffffghhhh……" Linda merintih lagi. "Uggghhh…hangat sekali pejuh kamu, Ndrew…" ucap Linda. Setelah beristirahat sejenak dengan menancapkan tongkolku dalam-dalam, secara mendadak kucabu tongkolku.
"Plllookkkkk…."

Kupandangi memiaw Linda yang masih membengkak dan merah denganlubang menganga. Linda segera mengubah posisi duduknya dan…ceeerrrrrr……pejuhku meleleh. Segera saja jemari Linda meraih dan mengorek bibir memiawnya, menjaga agar pejuhku tidak tumpah kesofa.
Cerita Sex
Akibatnya, telapak tangan Linda belepotan penuh dengan pejuhku yang telah be rcampur lendir memiawnya. Dengan pejuh di telapak tangan kanannya, Linda menggunakan jari tangan kirinya,mengorek memiawny untuk membersihkan memiawnya dari sisa pejuhku.

"Brani kam telen lagi?" tantangku.

"Idih…syapa takut…."Linda balas menantangku. "Nih liat ya…."

Clep…dijilatnya telapak tangan yang penuh pejuhku…

"MMmmmm….slrrpppp….glek….aachhhh…." Linda nampak puas menikmati pejuh ditangannya.

"Hari ini kenyang sekali aku…sarapan pejuh kamu duakali..hihihihi…"Linda tertawa geli.

"Tuh…masih ada sisanya ditangan. Mbelum bersih." Sahutku.

"Tenang, NDrew..sisanya buat…ini." Sambil berkata begitu, Linda mengambil sebagian pejuhku dan mengusapkannya diwajahnya.

"Bagus lho buat wajah…biar tetep mulus…"sahut Linda sambil mengerling genit.

"Astagaaaa….kamu tuh, Lin…diem-diem ternyata…"kataku terkejut.

"Kenapa…? Kaget ya?"

"Diem-diem, muka alim..ta pi kalo urusan birahi liar juga ya.."

"Ya iyalaaahhh..hare gene, Ndrew…orang enak kok ditolak."

"Tau gitu tadi aku semprot dimuka kamu aja ya.." sesalku

"Iya juga sih..sebenernya aku pengen kamu semprot. Cuman aku dah gak bisa ngomong lagi…nahan enak sih..lagian aku pengen ngerasain semprotan pejuh kamu di memiawku." Linda tersenyum

"Eh, Ndrew…ssstttt…coba liat tuh…jailin yuk….."ajak Linda

Ya ampuuunnnn…aku lupa bahwa aktivitasku tengah diamat Rika. Segera kulirik Rika, yang ternyata tanpa kami sadari tengah beraktivitas sendiri.

Tangannya menggosok-nggosok sapndexnya, yang mulai membasah. Kulihat lekukan cameltoenya makinbesar, lebih besar dari yang kulihat diruang tamu. Pertanda bahwa Rika juga telah dilanda birahi.

Cerita Sex Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Cerita Mesum Cerita ABG Cerita Porn Cerita Porno Cerita Seks Dewasa Cerita Dewasa Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru

Kamis, 17 Desember 2015

Cerita Sex Memek Dua Gadis Cilik

Situs yang menyediakan Cerita Dewasa Terbaru dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Ngentot | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Porno | Cerita Seks Dewasa

Memek Dua Gadis Cilik

Kisahku in terjadi pada tahun 2014, dimana usia terbilang muda tapi aku sudah paham akan kenikmatan sex karena bisa membuat terbang dan melayang akupun merasakan ketagihan yang akan namanya sex, langsung saja ke ceritaku.

Dimana aku mempunyai teman wanita yang bergitu cantik, namanya Dilla dengan postur yang tinggi kir kira 168 cm ideal dengan tubuhnya yang seksi bokong yang padat dan toket yang besar 
(soalnya aku pernah ML dengannya) walaupun sebentar aku bisa menyetubuhi dia.

Memek Dua Gadis Cilik
Saya mempunyai seorang temen cewek, sebut saja namanya Dilla. Dari postur tubuhnya boleh dijamin semua laki-laki yang melihatnya pasti akan tergiur untuk mencicipinya. Dilla mempunyai tinggi kurang lebih 165 cm, 47 kg dan menggunakan bra ukuran 34B (hal itu saya ketahui ketika saya ml sama dia), dan kulitnya kuning langsat. Dengan wajah layaknya cewek kampus, dan tidak terlihat sama sekali kalau dia juga seorang pecinta sex bebas, sama seperti saya.

Beruntung saya memiliki wajah dan badan yang cukup lumayan, sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman untuk melepas birahi, apalagi ditambah dengan ukuran saya yang boleh dibilang lebih dari rata-rata. Wajar saja kalau teman cewek saya rajin mengontak saya disaat mereka butuh dan begitupun juga sebaliknya.

Suatu hari, Dilla menelpon saya. Dia cerita bahwa dia punya teman kost baru, dan cakep pula. Dia juga bilang kalau temannya itu mirip artis ternama di ibukota, yang namanya sudah terkenal. Dia janji mau mengenalkan saya ke dia. Maka kemudian saya dan Dilla membuat suatu janji pertemuan di hari Sabtu.

Pada hari yang telah di janjikan, saya telah membuka sebuah kamar di daerah Juanda, dan seperti yang telah direncanakan, Dilla datang membawa seorang temannya yang bernama Santi.

"Tok.. tok.. tok..!" 3 kali saya dengar ketokan pintu, maka secara otomatis saya membukakan pintu.
Begitu pintu terbuka, terlihatlah Dilla yang sedang tersenyum kepada saya, dan di belakangnya tampak temannya yang akan dikenalkan ke saya. Dan benar saja, temannya itu menang benar mirip sekali dengan artis ibukota yang Dilla ceritakan.

"San, kenalin donk... ini loh temen gue yang gue mau kenalin ke elu." begitu ucap Dilla sambil masuk ke kamar.
"Oh iya, gue Santi... dan elu sapa..?" sapanya ramah.
Saya sempat terdiam sewaktu Santi menjulurkan tangannya, karena saya tidak habis pikir kalau cewek ini begitu cantiknya, dan saya harus dapat mencicipinya hari ini juga.

"Hmm, nama gue A.." begitu saya sadar, langsung saya merespon dengan julurkan tangan.Hmm, kulitnya halus juga, pikir saya. Kalau dari yang saya lihat, Santi ini sedikit lebih pendek dari Dilla, tetapi dia mempunyai buah dada yang lebih besar daripada Dilla. Kira-kira tingginya 160 cm, 45 kg, dan saya rasa ukuran dadanya 34C, soalnya dadanya besar sekali.

"Eh, loe berdua jangan diem gitu donk, kasih gue minum kek..!" tiba-tiba suara Dilla memecahkan kesunyian yang ada.
"Oh iya, sori Vinn, tuh loe ambil aja deh di kulkas..!" jawab saya sekenanya.
"Gini..," kata Dilla. "Temen gue Santi ini seorang janda anak satu, tapi loe pikir deh, umurnya baru 23 dan body-nya masih segini, ngga kecewa donk loe gue bawain yang kaya gini." lanjut Dilla lagi.
"Ah elu bisaan aja Dill," sahut Santi dengan tersipu, sehingga tampaklah wajahnya yang sedikit memerah.
Aduh.., ini membuat saya jadi horny saja.

Tiba-tiba saja Santi menarik Dilla ke kamar mandi.
"Ikut gue bentar deh Dill..!" kata Santi.
Lalu Dilla dengan terburu buru juga ikut dan sambil bicara kepada saya, "Dah loe tiduran aja dulu di ranjang, temen gue mau bilang sesuatu kali nih ke gue."

Tidak lama mereka keluar dari kamar mandi.
"Eh sori yach tadi sempet bikin loe kaget." kata Santi.
"Eh, ngga apa-apa kok." jawab saya masih bingung.
"Emangnya kenapa sih tadi..?" saya masih bingung.
"Udah deh loe ngga usah tau, urusan perempuan kok barusan, yang penting sekarang loe santai aja di ranjang loe dan ikutin permainan gue." timpalnya lagi.

"Wah-wah-wah, permainan apa lagi nih..?" pikir saya dalam hati.
Tapi saya sudah senang sekali, apalagi saya melihat Dilla tersenyum nakal ke arah saya. Duh, saya jadi tambah horny saja deh.
"Sebelum gue kasih loe ijin, jangan sekali kali loe sentuh gue, ok..?" kata Santi.
"Ok-ok deh..," jawab saya meskipun saya masih agak bingung dengan arah permainannya.

Tiba-tiba saja Santi langsung mendekati ke ranjang dan segera menciumi saya di bibir. Yach sudah otomatis saya akan merespon juga donk. Lidah kami saling 'bergerilya', sedangkan saya hanya boleh telentang saja di ranjang. Kemudian ciuman Santi turun ke leher saya, hm.. enaknya pikirku. Dijilatinnya leher saya, terus dia juga menjilati kuping saya.
Tanpa sadar saya mendesah, "Ahh, enak, San, terusin dong..!"

"Sekarang gue bukain baju loe, tapi inget..! Tangan loe tetep diam aja yach, jangan sentuh gue sebelum gue kasih ijin..!" sahutnya lagi.
"Aduh sengsara banget nih..! Masa mau ml tapi tangan gue ngga boleh megang-megang sih..!" pikir saya dalam hati.

Dengan cepet Santi membuka baju saya dan langsung dilempar. Dengan sigapnya Santi langsung bergerilya di dada saya, bagaikan seseorang yang lama tidak mendapatkan tubuh laki-laki. Digigitnya kedua puting saya.
"Ahhh, enak gigitan loe," saya mendesah pelan.
Samar-samar saya melihat Dilla duduk di samping saya sambil memperhatikan wajah saya dan dia tersenyum.

Tanpa sadar tangan saya mencoba mencari buah dada Santi untuk saya remas-remas. Eh tanpa saya duga, tiba-tiba saja tangan saya ditepis oleh Santi dan Dilla.
"Gue kan udah bilang, kalo belum gue kasih ijin jangan sentuh gue..!" kata Santi.
"Iya, loe tuh gimana sih..?" kata Dilla, "Ikutin donk permainannnya Santi..!" lanjut Dilla.
"Yach habis gimana donk..? Namanya juga reflek..!" timpal saya sambil mendesah dan agak kecewa.

"Pokoknya loe sabar deh..!" kata Santi sambil membuka celana saya.
"Hmm.., cd model low cut dengan warna hitam nih..!" ujar Santi sambil bergumam sendiri.
"Loe tau aja kesukaan gue..!" kata Santi, "Dan loe seksi banget dengan cd warna gini, bikin gue horny juga tau..!" kalimat Santi yang terakhir sebelum dia mulai ber-'karaoke'.
"Oohh, enak, sedot lagi donk yang kuat San..!" kata saya sambil mendesah.

Kurang lebih 5 menit Santi telah ber-'karaoke' terhadap penis saya. Kemudian Santi dengan sigapnya melepas seluruh baju, celana dan pakaian dalamnya.
"Nah, sekarang loe baru boleh sentuh gue..!" kata Santi.

Maka karena dari tadi saya sudah menahan mau nyentuh dia tapi tidak boleh, maka kesempatan ini tidak saya sia-sia kan. Langsung saja saya rebahkan Santi di ranjang dan gantian saya ciumi bibirnya, dan Santi juga membalasya dengan tidak kalah ganasnya. Kemudian saya turuni ciuman saya ke daerah lehernya. Hmm, lehernya yang bersih itu saya ciumi dan saya jilati. Samar-samar saya mendengar Santi mulai mendesah.

Kali ini saya turun ke buah dadanya, saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantian, dari kanan ke kiri. Tetapi saya tidak menyentuh sedikit pun putingnya Santi.

Dan Santi kemudian bicara, "Ayo donk isepin puting gue, please..!"
"Wah ini saatnya balas dendam nih..!" pikir saya dalam hati.
"Hah..? Loe minta diisepin puting loe, sabar yach sebelum gue mood, gue ngga bakal isep puting loe..!" jawab saya sambil tersenyum.
Saya lihat Dilla juga ikut tersenyum melihat temannya terkapar pasrah.

Tidak lama setelah saya memainkan buah dadanya, saya turun ke vaginanya. Tampaklah bulu-bulu vagina Santi yang begitu halus dan dicukur rapih. Dengan sigap saya langsung menghisap vagina santi.

"Ohh.., ohh.., enakk..! Terusin donk Sayang..!" sahut Santi sambil mendesah.
Kalimat itu membuat saya tambah semangat, maka saya tambah liar untuk menghisap vaginanya.

"Sayang, aku mau keluar," lirih santi.
Dan tiba-tiba saja cairan vagina Santi keluar diiringin teriakan dari Santi yang kemudian saya telan semua cairan vagina Santi.
"Duh Say, kamu kok hebat sih maenin memekku..?" tanya Santi.
Yang saya lakukan hanya tersenyum saja.
"Please donk, masukin punya kamu sekarang..!" pinta Santi dengan memelas.
"Nanti dulu, puting kamu belum gue hisap..!" jawab saya.
Maka dengan cepat langsung puting yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencanganya secara bergantian, kiri dan kanan.

"Ahhh, enakk Sayang, terusin..! Tambah kenceng donk..!" teriak Santi.
Hmm, mendengar suara cewek lagi terangsang begitu membuat saya tambah horny lagi, apalagi si 'adik' sudah dari tadi menunggu giliran 'masuk'. Maka langsung saja saya memasukkan penis saya ke vaginanya.
"Shit..! Sempit banget nih memek..!" pikir saya dalam hati.
Setelah sedikit bersusah payah, akhirnya masuk juga barang saya ke vaginanya.
"Gila bener San, barang loe enak dan sempit banget sih..?" jawab saya dengan napas yang mulai tidak teratur.
Dan kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Santi yang sedang merem melek.

Begitu masuk, langsung saya goyangkan. Yang ada hanya suara Santi yang terus mendesah dan teriak.
"Ahhh terus Sayang, tambah cepet donk..!"
Dan sekilas di samping saya tampak Dilla sedang meremas-remas buah dadanya sendiri.

"Sabar Dill, akan tiba giliran loe, sekarang gue beresin dulu temen loe ini..!" jawab saya sambil sambil menggoyangkan Santi.
Dilla hanya dapat menganggukan kepala, soalnya dia tahu ini bagian dalam permainan yang mereka buat, jadi Dilla juga tidak boleh ikut sedikit pun dalam permainan saya dan Santi.

Tidak lama kemudian Santi minta gantian posisi, kali ini dia mau di atas.
"Gue cepet keluar kalo di atas..!" katanya santai.
Kami pun berganti posisi. Berhubung Santi tadi sudah keluar, maka kali ini ketika kami 'main' vagina Santi sudah becek.
"Ahh.., enakk.., barang lo berasa banget sih..!" jawab Santi sambil merem melek.

5 menit kemudian Santi teriak, "Ahh.., gue keluar lagi..!" dan dia langsung jatuh ke pelukan saya.
Tetapi saya kan belum keluar, wah tidak begini caranya nih. Ya sudah akhirnya saya gantian dengan gaya dogy.
Kali ini kembali Santi menjerit, "Terusiin Sayang..!"
Tidak lama kemudian saya merasa kalau saya sudah mau keluar.
"San, mau keluarin dimana..?" tanya saya.
"Di muka gue aja." jawabnya cepat.

Kemudian, "Croott.., crott..!" sperma saya saya keluarkan di wajah Santi.
Kemudian Santi dengan cepat membersihkan penis saya, bahkan saya saja sampai ngilu dengan hisapannya. Tidak lama saya pun jatuh lemas di sampingnya.

Dan saya tetep melihat Dilla tetap meremas dadanya dan dia pun melihat saya dengan tatapan ingin mendapat perlakuaan yang sama seperti temannya.

"Dill, ke kamar mandi dulu yuk, gue mau bersih-bersih nih..!" jawab saya sambil mengajak Dilla.
Kemudian Dilla dengan cepat menarik saya ke kamar mandi. Di kamar mandi kami saling membersihkan satu sama lain.
"Dill, gue istirahat dulu yach, gue cape banget soalnya," timpal saya dengan suara lemas tapi penuh dengan kebahagiaan.
"Ok deh, tapi jangan lama-lama yach, gue udah ngga tahan nih..!" jawab Dilla sambil membersihkan penis saya.

Tidak lama kemudian Santi masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, saya dan Dilla kemudian keluar dari kamar mandi. Begitu sampai di ranjang, tiba-tiba saja Dilla mencium saya dengan ganasnya. Secara otomatis pula saya membalasnya.

Kemudian ciuman Dilla mulai turun ke leher saya dan dada saya. Saya hanya pasrah diperlakukan seperti itu. Dada saya diremas-remas oleh Dilla dan sapuan lidahnya mulai turun ke daerah bawah.

"Hmm.., barang loe bakal gue paksa berdiri lagi nih..!" kata Dilla dengan suara menggoda.
Kemudian tanpa diperintah Dilla segera mencium dan mengulum penis saya dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan.
"Ahh.. ahh.. ahh.., enak Dill..!" timpal saya.
Sekilas saya melihat Santi baru keluar dari kamar mandi dan sedang memakai bajunya.
"Loe ngga mau ikutan lagi San..?" tanya saya.
"Ngga ah, gue lemes banget, gantian loe urus temen gue aja deh, gue mau istirahat dulu," jawabnya santai.

Kemudian saya tidak mau kalah, segera saya raih buah dada Dilla dan segera saya hisap. Saya mulai dari putingnya yang kanan, kemudian beralih ke yang kiri, saya remas-remas juga dadanya.
"Ahh, yang kenceng Sayang..!" jawab Dilla lirih.
Kurang lebih 5 menit saya memainkan dadanya, kemudian saya turun ke vaginanya. Tampaklah vagina Dilla ditumbuhi bulu-bulu halus yang rapih itu sudah tampak basah.

"Hmm.., udah basah loe Dill, dah ngga tahan yach..?" kata saya sambil tersenyum.
Dilla hanya menangguk saja tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Kemudian saya mendekatkan mulut saya ke depan vagina Dilla, dan langsung saya hisap dan saya jilat vaginanya.
"Ohh.., ohh.., teruss..! Enak..!" itulah suara yang terdengar dari mulut Dilla.

Setelah 10 menit saya memainkan vaginanya, saya ingin melakukan gerakan lebih jauh. Dan dengan segera saya memasukkan penis saya ke dalam vagina Dilla.
"Hmm, pelan-pelan yach..!" jawab Dilla.
Saya hanya tersenyum dan segera mencium Dilla, dan dia pun membalasnya dengan penuh semangat.

Blesss, seluruh penis saya kini berada di dalam vagina Dilla. Dan tanpa dikomando lagi saya segera bergerak diikuti goyangan pinggul Dilla. Tanpa sadar Dilla memeluk saya begitu eratnya dan saya memperhatikan wajah Dilla yang sedang merem melek seakan-akan tidak ingin berhenti memperoleh kenikmatan.

5 menit kemudian Dilla ingin berganti posisi.
"Eh, gantian dogy yuk..!" pinta Dilla.
Ya sudah, saya turuti saja kemauan Dilla.
"Bless, bless.., bless..!" sedikit terdengar suara penis dan vagina yang sedang berlomba, karena vagina Dilla sudah basah dan menurut saya Dilla tidak lama lagi akan keluar.

Dan benar saja dugaan saya, tiba-tiba saja Dilla teriak, "Ah.., ahh.., ahh.., gue keluar..!"
Kemudian Dilla langsung jatuh lemas dengan posisi telungkup, sementara penis saya masih tertancap dalam vagina Dilla. Maka saya segera menggerakkan penis saya supaya saya juga dapat keluar. Tidak lama saya terasa bahwa saya ingin keluar.
"Keluarin di mana Dill..?" tanya saya.
"Di dalam ajalah, biar loe enak..!" jawabnya dengan suara yang terbata-bata.

Lalu, "Crott, crott..!" penis saya segera mengeluarkan semburan spermanya.
"Ahh..!" saya bersuara dengan keras, "Enak banget..!" lanjut saya.
Kemudian saya langsung rebah di sebelah kanan Dilla, sementara Santi sedang tersenyum memperhatikan kami berdua.
"Wah-wah-wah, cape loe yach berdua..?" kata Santi.
Saya yang sudah lemas hanya dapat tersenyum dan tiduran di samping Dilla.

Setelah istirahat beberapa menit, kemudian saya dan Dilla ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah itu kami bertiga pulang ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan indah bersama

Cerita Sex Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Cerita Mesum Cerita ABG Cerita Porn Cerita Porno Cerita Seks Dewasa Cerita Dewasa Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru