Rabu, 25 November 2015

Berita Sex Gadis Pelajar Centil

Cerita Porn, Cerita Porno, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita birahi, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Ganas, Cerita Seksualitas, Cerita Bispacx Terbaru.

Berita sex Gadis Pelajar Centil

Foto sexi Maki Hojo
Aku tinggal di Cirebon tapi tempat kerjaku di dekat Indramayu yang berjarak sekitar Empat puluh lima Km dan kutempuh dengan kendaraan kantor (nyupir sendiri) sekitar satu jam. Bagi yang tahu daerah ini, pasti akan tahu jalan mana yang kutempuh. Setiap pagi kira-kira jam Tujuh aku sudah meninggalkan rumah melewati route jalan yang sama (cuma satu-satunya yang terdekat) untuk berangkat ke kantor.

Pagi hari di daerah ini, seperti biasa terlihat pemandangan anak-anak sekolah entah itu anak SD, SMP ataupun SMU, berjajar di beberapa tempat di sepanjang jalan yang kulalui sambil menunggu angkutan umum yang akan mereka naiki untuk ke sekolah mereka masing-masing.
Karena angkutan umum sangat terbatas, biasanya mereka melambai-lambaikan tangannya dan mencoba menyetop kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan. Kadang-kadang ada juga kendaraan truk ataupun pick-up yang berhenti dan berbaik hati memberikan tumpangan, sedangkan kendaraan lainnya jarang mau berhenti, karena yang melambai-lambaikan tangannya berkelompok dan berjumlah puluhan.

Gadis Pelajar Centil

Suatu hari Senin di bulan Okt 1998, aku keluar dari rumah agak terlambat yaitu jam Tujuh pagi. Kuperhatikan anak-anak sekolah yang biasanya ramai di sepanjang jalan itu mulai agak sepi, mungkin mereka sudah mendapatkan kendaraan ke sekolahnya masing-masing. 
Saat perjalananku mencapai ujung desa Bedulan 
(tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antar desa sampai saat ini), kulihat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya.

Setelah kulihat di belakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha untuk mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri di sekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan, Mau ke mana dik? Kulihat anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku, Pak boleh saya ikut sampai di SMA , dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat, dengan wajah yang penuh harap. Yaa, OK lah.., naik cepat, kataku. Terima kasih paak, katanya sambil membuka pintu mobilku.
Jarak dari sini sampai sekolahnya sekitar 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas tiga SMU bernama Yuri .
Tinggi badannya kira-kira Seratus enam puluh cm, warna kulitnya bisa dibilang agak hitam bersih dan tidak cantik tapi manis dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu.
Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah-dan Yuri segera memberikan aba-aba. Omm, sekolah saya ada di depan itu, katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku Yuri mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil, Yuri masih sempat bertanya, Omm, besok pagi saya boleh ikut lagi.., nggak Omm, lumayan Omm, bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos.., boleh yaa.. Omm?.

Berita sex Gadis Pelajar Centil

Foto sexi Maki Hojo
Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu, tapi kupandangi wajahnya, lalu kujawab, Boleh boleh saja Yuri ikut Omm, tapi jangan bergerombol ikutnya yaa.
Enggak deh Omm, saya cuma sendiri saja kok selama ini.
Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, Yuri sudah ada di pinggir jalan dan melambaikan tangannya untuk menghentikan mobilku. 
Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, teman-teman sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya.
Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang, Yuri bilang tidak apa-apa tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya. 
Yuri juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana, kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di Kuningan.
Seminggu kemudian di hari Jumat, waktu Yuri akan naik di mobilku kulihat wajahnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan Yuri duduk tanpa banyak bicara.
Karena penasaran, kusapa dia, Yuri, habis nangis yaa, kenapa..?
Coba Yuri ceritakan.., siapa tahu Omm bisa membantu. Yuri tetap membisu dan sedikit gelisah. Lama dia diam saja dan aku juga tidak mau mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan, tetapi kemudian dia berkata, Omm, saya habis ribut dengan Bapak dan Ibu, lalu dia diam lagi.
Kalau Yuri percaya pada Omm, tolong coba ceritakan masalahnya apa, siapa tahu Omm bisa membantu, kataku tetapi Yuri saja tetap membisu.
Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya, tiba-tiba Yuri berkata, Omm, boleh nggak Yuri minta waktu sedikit buat bicara di sini, mumpung masih belum sampai di sekolah. 
Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku di pinggir jalan dan kira-kira jaraknya masih dua Km dari sekolahnya.
Ada apa Yuri?, Kataku. Yuri tetap diam dan sepertinya ada keraguan untuk memulai berbicara.
Ayoo, lah Yuri , jangan takut atau ragu, ada apa sebenarnya, tanyaku lagi.
Begini, Omm, kata Yuri, lalu dia menceritakan bahwa tadi malam dia minta uang kepada orang tuanya untuk membayar uang sekolahnya yang sudah tiga bulan belum dibayar dan hari ini adalah hari terakhir dia harus membayar, karena kalau tidak dia tidak boleh mengikuti ulangan. 
Orang tuanya ternyata tidak mempunyai uang sama sekali, padahal uang sekolah yang harus dibayar itu sebesar Delapan puluh ribu rupiah. 
Alasan orang tuanya karena panen padi yang diharapkan telah punah karena hujan yang terus menerus. Dan katanya lagi orang tuanya menyuruh dia berhenti sekolah karena tidak mampu lagi untuk membayar uang sekolah dan mau dikimpoikan dengan tetangganya.

Aku tetap diam untuk mendengarkan ceritanya sampai selesai dan karena Yuri juga terus diam, lalu kutanya, Teruskan ceritamu sampai selesai Yuri. Dia tidak segera menjawab tapi yang kulihat airmatanya terlihat menggenang dan sambil mengusap air matanya dia berkata, Omm, sebetulnya masih banyak yang ingin Yuri ceritakan, tapi saya takut nanti Omm terlambat ke kantornya dan Yuri juga harus ke sekolah, serta lanjutnya lagi, kalau Omm ada waktu dan tidak keberatan, saya ingin pergi dengan Omm supaya saya bisa menceritakan semua masalah pribadi saya. 
Setelah diam sejenak, lalu Yuri berkata lagi, Omm, kalau ada dan tidak keberatan, saya mau pinjam uang Omm Delapan puluh ribu ribu untuk membayar uang sekolah dan saya janji akan mengembalikan setelah saya dapat dari orang tua saya.
Mendengar cerita Yuri walaupun belum seluruhnya, hatiku terasa tersayat dan segera kurogoh dompetku dan kuambilkan uang 200 ribu dan segera kuberikan padanya.
Lho Omm, kok banyak benar, saya takut tidak dapat mengembalikannya, katanya sambil menarik tangannya sebelum uang dari tanganku dipegangnya.
Yuri.., ambillah, nggak apa-apa kok, sisanya boleh kamu belikan buku-buku atau apa saja, saya yakin Yuri membutuhkannya, dan segera kupegang tangannya sambil meletakkan uang itu ditangannya dan sambil kukatakan, Yuri.., ini nggak usah kamu beritahukan kepada siapa-siapa, juga jangan kepada orang tuamu, dan Yuri nggak perlu mengembalikannya.
Belum selesai kata-kataku, tiba-tiba saja dari tempat duduknya dia maju dan mencium pipi kiriku sambil berkata, Terima kasih banyak Omm.., Omm.. sudah banyak menolong saya. 
Aku jadi sangat terkesiap dan berdebar, bukan karena mendapat ciuman di pipiku, tapi karena tangan kiriku tersentuh buah dadanya yang terasa sangat empuk sehingga tidak terasa penisku menjadi tegang dan sementara Yuri masih mencium pipiku, kugunakan tangan kananku untuk membelai rambutnya dan kucium hidungnya.
Ayoo, Yuri, sudah lama kita di sini, nanti kamu terlambat sekolahnya.
Yuri tidak menjawab tapi kulihat dikedua matanya masih tergenang air matanya. 
Ketika sudah sampai di depan sekolahnya sambil membuka pintu mobil,
Yuri berkata, Omm.., terima kasih yaa..
Ooom dan kapan Omm ada waktu untuk mendengar cerita Yuri.
Kalau besok gimana..?, kataku.
Boleh.., Omm, jawabnya cepat.
Lho, besok kan masih hari Sabtu dan Yuri kan harus sekolah, jawabku.
Sekali-kali mbolos kan nggak apa apa Omm, hari Sabtu kan pelajarannya tidak begitu padat dan kurang penting, kata Yuri.
Oklah, kalau begitu, Yuri, kita ketemu besok pagi ditempat biasa kamu menunggu.
Dalam perjalanan ke kantor setelah Yuri turun, masalah Yuri terasa mengganggu pikiranku sehingga tidak terasa aku sudah sampai di kantor. Sebelum pulang kantor, aku izin untuk tidak masuk besok Sabtu pada Bossku dengan alasan akan mengurus persoalan keluarga di Kuningan. Demikian juga waktu malamnya kukatakan pada istriku kalau aku harus ke Jakarta untuk urusan kantor dan kalau selesainya telat terpaksa harus menginap dan pulang pada hari Minggu.
Besok paginya dengan berbekal 1 stel pakaian yang telah disiapkan oleh Istriku, aku berangkat dan sampai di tempat yang biasa, kulihat Yuri tetap memakai baju seragam sekolahnya. 
Setelah dia naik ke mobil, kembali kulihat matanya tetap seperti habis menangis.
Lalu kutanya, Yuri, habis perang lagi yaa?, soal apa lagi?.
Omm, ceritanya nanti saja deh, katanya agak malas.
Kita mau kemana Omm?, Tanyanya.
Lho, terserah Yuri saja.., Omm sih ikut saja.
Omm, saya kepingin ke tempat yang agak sepi dan nggak ada orang lain, jadi kalau-kalau Yuri nangis, nggak ada yang melihatnya kecuali Omm.
Sambil memutar mobilku kembali ke arah Cirebon, aku berpikir sejenak mau ke tempat mana yang sesuai dengan permintaan Yuri, dan segera teringat kalau di pinggiran kota Cirebon yang ke arah Kuningan ada sebuah lapangan Golf dan Cottage CPN.
Segera saja kukatakan padanya, Yuri Tempat yang sesuai dengan keinginanmu itu kayaknya agak susah, tapi, bagaimana kalau kita ke CPN saja..?.
Dimana itu Omm dan tempat apaan?,tanya Yuri.
Aku jadi agak susah menjelaskannya, tapi kujawab saja, Tempatnya sih nggak jauh yaitu sedikit di luar Cirebon dan, begini saja deh.., Yuri.., kita ke sana dulu dan kalau Yuri kurang setuju dengan tempatnya, kita cari tempat lain lagi.
Setelah sampai di tempat dan mendaftar di receptionist serta memesan minuman ringan serta mengambil kunci kamarnya, segera aku kembali ke mobil dan kutanyakan pada  Yuri.., kamu mau disini..?, lihat saja tempatnya sepi maklum saja masih pagi-pagi. Receptionistnya saja seperti terheran-heran, sepertinya berfikir kok ada tamu pagi-pagi sekali dan nomor mobilnya bukan dari luar kota.
Setelah mobil kuparkir di depan kamar, sebelum turun kutanya dia kembali, Yuri, gimana.., mau di sini? atau mau cari tempat lain?. Yuri tidak segera menjawab pertanyaanku, tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku ke arah pintu kamar motel. Segera setelah sampai di dalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil memperhatikan seluruh ruangan. 
Karena kulihat dia tetap diam saja, aku jadi merasa tidak enak dan segera kudekati dia yang masih tetap duduk di pinggiran tempat tidur dan sambil agak berlutut, kucium keningnya beberapa saat dan tiba-tiba saja Yuri memelukku dan terdengar tangisan lirih sambil terisak-isak.
Sambil masih memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya dan kuelus-elus rambutnya, sambil kucium pipinya serta kukatakan, Yuri coba tenangkan dirimu dan ceritakan semua masalah mu pada Omm, siapa tahu Omm bisa membantumu dalam memecahkan masalahmu itu. Yuri masih saja memelukku tapi senggukan tangisnya mulai mereda. Beberapa saat kemudian kubimbing dia ke arah tempat tidur dan perlahan kutelentangkan Yuri di tempat tidur dan kurangkulkan tangan kiriku di bahunya dan kupandangi wajahnya, sambil kukatakan, Yuri cobalah ceritakan masalahmu itu dan biar Omm bisa mengetahui permasalahanmu itu.

Berita sex Gadis Pelajar Centil

Foto sexi Maki Hojo
Yuri tetap diam saja dan memejamkan matanya, tapi tak lama kemudian, sambil menyeka air matanya dia membuka matanya dan memandang ke arahku yang jaraknya antara wajahnya dan wajahku sangat dekat sekali.
Omm, katanya seperti akan memulai bercerita, tapi lalu dia diam lagi. Yuri, kataku sambil kucium pipinya dan kuusap-usapkan jari tangan kananku di rambutnya, cerita lah.
Lalu Yuri mulai bercerita dan dia menceritakan secara panjang lebar soal kehidupan keluarganya yang miskin, dia anak pertama dari 3 bersaudara, tentang pacarnya di sekolah tapi lain kelas yang sudah 2 tahun pacaran dan sekarang sudah meninggalkan dia karena mendapatkan pacar baru di kelasnya dan dia juga menceritakan kalau orang tuanya sudah menjodohkan dengan tetangganya yang sudah punya istri dan anak, tapi kaya dan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Yuri dan dia harus segera berhenti dari sekolahnya karena akan dikimpoikan pada bulan Maret akan datang.
Yuri katanya kepingin sekolah dulu dan belum pingin kimpoi, apalagi kimpoi dengan orang yang sudah punya Istri dan anak. Yuri punya keinginan mau lari dari rumahnya, tapi tidak tahu mau ke mana. Yuri juga menceritakan bahwa sebetulnya dia masih cinta kepada kawan sekolahnya itu, apalagi dia sudah telanjur pernah tidur bersama sewaktu piknik ke Kuningan dulu, walaupun katanya dia tidak yakin kalau punya pacarnya itu sudah masuk ke vaginanya apa belum, karena belum apa-apa sudah keluar katanya.
Jadi, gimana.., Omm.., 
apa yang harus saya perbuat dengan masalah ini, katanya setelah menyelesaikan ceritanya.
Yuri, kataku sambil kembali kuelus-elus rambutnya dan kucium pipinya di dekat bibirnya.
Yuri, masalahmu kok begitu rumit, terutama persoalan lamaran tetanggamu itu. 
Begini saja Yuri, sebaiknya kamu minta kepada orangtuamu untuk menunda per kimpoian itu sampai kamu selesai sekolah. Bilang saja, kalau ujian SMA-mu hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Katakan lagi, sayang kalau biaya yang telah dikeluarkan selama hampir tiga tahun di SMA harus hilang percuma tanpa mendapatkan Ijasah. 
Yuri, sewaktu kamu mengatakan ini semua, jangan pakai emosi, katakan dengan lemah lembut, mudah-mudahan saja orang tuamu mau mengerti dan mengundurkan perjodohanmu dengan tetanggamu itu.
Kalau orang tuamu setuju, jadi kamu bisa konsentrasi untuk menyelesaikan sekolahmu dan yang lainnya bisa dipikirkan kemudian.

Setelah selesai memberikan saran ini, lalu kembali kucium pipinya seraya kutanya, Yuri, bagaimana pendapatmu dengan saran Omm ini?.
Seraya saja Yuri bangkit dari tidurnya dan memelukku erat-erat sambil menciumi pipiku dan berkata,
Ooom, terima kasih.., atas saran Omm ini, belum terpikir oleh saya sebelumnya hal ini, Omm sangat baik terhadap Yuri entah bagaimana caranya saya membalas kebaikan Omm, dan terasa air matanya menetes di pipiku.
Setelah diam sesaat, kembali kurebahkan badan Yuri telentang dan kulihat dari matanya yang tertutup itu sisa air matanya dan segera kucium kedua matanya dan sedikit demi sedikit cimmanku kuturunkan ke hidungnya dan terus turun ke pipi kirinya, setelah itu kugeser ciumanku mendekati bibirnya. 

Karena Yuri masih tetap diam dan tidak menolak, keberanianku semakin bertambah dan secara perlahan-lahan kugeser ciumanku ke arah bibirnya, dan tiba-tiba saja Yuri menerkam dan memelukku serta mencari bibirku dengan matanya yang masih tertutup.
Aku berciuman cukup lama dan sesekali lidahku kujulurkan ke dalam mulutnya dan Yuri mengisapnya. Sambil tetap berciuman, kurebahkan badannya lagi dan tangan kananku segera kuletakkan tepat di atas buah dadanya yang terasa sangat kenyal dan sedikit kuremas. 
Karena tidak ada reaksi yang berlebihan serta Yuri bukan saja mencium bibirku tapi seluruh wajahku, maka satu persatu kancing baju SMU-nya berhasil kulepas dan ketika kusingkap bajunya, tersembul dua bukit yang halus tertutup BH putih tipis dan ukurannya tidak terlalu besar.
Ketika kucoba membuka baju sekolahnya dari tangan kanannya, Yuri kelihatannya tetap diam dan malah membantu dengan membengkokkan tangannya. 

Setelah berhasil melepas baju dari tangan kanannya, segera kucari kaitan BH-nya di belakang dan dengan mudah kutemukan serta kulepaskan kaitannya, sementara itu kami masih tetap berciuman, kadang dibibir dan sesekali di seluruh wajah bergantian. BH-nya pun dengan mudah kulepas dari tangan kanannya dan ketika kusingkap BH-nya, tersembul buah dada Yuri yang ukurannya tidak terlalu besar tapi menantang dan dengan puting susunya berwarna kecoklatan.
Dan dengan tidak sabar dan sambil meremas pelan payudara kanannya, kuturunkan wajahku menyelusuri leher dan terus ke bawah dan sesampainya di payudaranya, kujilati payudara Yuri yang menantang itu dan sesekali kuhisap puting susunya, sementara Yuri meremas-remas rambutku seraya terdengar suara lirih, aahh, aahh, ooomm, ssshh, aahh. Aku paling tidak tahan kalau mendengar suara lirih seperti ini, serta merta penisku semakin tegang dan kugunakan kesempatan ini sambil tetap menjilati dan menghisap payudara Yuri, kugunakan tangan kananku untuk menelusuri bagian bawah badan Yuri.

Berita sex Gadis Pelajar Centil

Foto sexi Maki Hojo
Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah. Sambil masih tetap menjilati payudara Yuri, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan Yuri terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, aahh, ssshh, ssshh, aahh.
Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara Yuri mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus ritsluiting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan ritsluitingnya, sehingga roknya menjadi longgar di badan Yuri.
Lalu perlahan-lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut Yuri seraya tanganku berusaha menurunkan roknya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah kuturunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan Yuri mengenakan CD warna merah muda dan kulihat juga vaginanya yang menggunung di dalam CD-nya.

Badan Yuri menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai CD di atas gunungan vaginanya, gelinjang badan Yuri semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil, ssshh, aahh, ssshht, ooom, aahh. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan CD-nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan vagina Yuri masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan vaginanya dan basah.
Setelah berhasil melepas CD-nya dari kedua kaki Yuri yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha Yuri sambil merenggangkan kedua pahanya. 
Dengan pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan vaginanya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. 
Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba Yuri bangun dari tidurnya dan berkata, Jaa, ngaan, Ooom, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.
Karena takut Yuri akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk Yuri serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. Yuri tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan Yuri sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. 

Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan BH Yuri yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, Yuri sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. 
Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri.
Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk CD-ku, lalu dengan harap-harap cemas karena aku takut Yuri akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu di samping kiri atau kanan badan Yuri, sekarang aku naik di atas badan Yuri. 
Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan Yuri, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan.

Dalam posisi begini, terasa penisku agak sakit karena tertindih di antara badanku dan paha Yuri. Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang nikmat, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan Yuri malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia-siakan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa penisku berada di atas vagina Yuri. Yuri masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku.
Sambil masih tetap kujilat dan ciumi seluruh wajahnya, kuturunkan tanganku ke bawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan-lahan kuelus vagina Yuri yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir vaginanya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan Yuri serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam vaginanya, terasa vagina Yuri sangat basah dan kurasakan badan bawah Yuri bergerak perlahan-lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam vaginanya dan sesekali kupermainkan clitorisnya dengan jari-jariku sehingga Yuri sering berdesis, Ssshh, ssshh, aahh, ssshh, sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku.

Setelah sekian lama kupernainkan vaginanya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari vagina Yuri dan kugunakan tangan kananku untuk memegang penisku serta segera saja penisku kuarahkan ke vagina Yuri sambil kugosok-gosokan ke atas dan ke bawah sepanjang bagian dalam vagina Yuri, serta kembali kudengar desis suaranya, ssshh, ssshh, ooom, aahh, ssshh, dan pantatnya diangkat naik turun pelan-pelan. Karena kulihat Yuri sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan penisku ke arah bawah bagian vaginanya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan-pelan penisku k edalam vagina Yuri.
Kuperhatikan wajah Yuri agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat di dekat telingaku, Aduuuhh, ooomm, Jangaannn, sakiiittt, Asiihh.., takuuut., Omm. 
Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan penisku dan kuelus-elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan, Tidak, apa-apa, sayaang, Omm, pelan-pelan saja, kok, untuk menenangkan ketakutan Yuri. Yuri tidak segera menanggapi kata-kataku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku.
Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan-lahan, kutusukan kembali penisku ke dalam vaginanya dan terdengar lagi Yuri berkata lirih di dekat telingaku, Aduuuhh, sakiiittt, ooom, Asihh.., takuuut, padahal kurasakan kalau Yuri mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan-lahan.
Mendengar kata-katanya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan penisku tapi masih tetap ditempatnya yaitu di lubang vaginanya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus-elus rambutnya sambil kubisiki, Takut apa sayang… Yuri tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan Yuri mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan Yuri mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku. Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan Yuri sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan penisku ke vaginanya atau hanya perasaanku saja.

Berita sex Gadis Pelajar Centil

Foto sexi Maki Hojo
Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi Yuri selanjutnya. 
Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat Yuri berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi Yuri tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata Yuri menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.
Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina Yuri dan, Bleeesss, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina Yuri dan, aahh, sakiiit, ooom
Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah. Sambil masih tetap menjilati payudara Yuri, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan Yuri terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, aahh, ssshh, ssshh, aahh.
Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara Yuri mengerang lirih seperti itu. 

Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di rok sekolahnya untuk segera kulepas. 
Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus ritsluiting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan ritsluitingnya, sehingga roknya menjadi longgar di badan Yuri.
Lalu perlahan-lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut Yuri seraya tanganku berusaha menurunkan roknya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah kuturunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan Yuri mengenakan CD warna merah muda dan kulihat juga vaginanya yang menggunung di dalam CD-nya.
Badan Yuri menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai CD di atas gunungan vaginanya, gelinjang badan Yuri semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil, ssshh, aahh, ssshht, ooom, aahh. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan CD-nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan vagina Yuri masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan vaginanya dan basah.

Setelah berhasil melepas CD-nya dari kedua kaki Yuri yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha Yuri sambil merenggangkan kedua pahanya. Dengan pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan vaginanya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba Yuri bangun dari tidurnya dan berkata, Jaa, ngaan, Ooom, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.
Karena takut Yuri akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk Yuri serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. Yuri tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan Yuri sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku.
Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan BH Yuri yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, Yuri sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. 
Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri.
Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk CD-ku, lalu dengan harap-harap cemas karena aku takut Yuri akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu di samping kiri atau kanan badan Yuri, sekarang aku naik di atas badan Yuri. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan Yuri, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Dalam posisi begini, terasa penisku agak sakit karena tertindih di antara badanku dan paha Yuri.

Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang nikmat, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan Yuri malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia-siakan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa penisku berada di atas vagina Yuri. 
Yuri masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku.
Sambil masih tetap kujilat dan ciumi seluruh wajahnya, kuturunkan tanganku ke bawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan-lahan kuelus vagina Yuri yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir vaginanya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan Yuri serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam vaginanya, terasa vagina Yuri sangat basah dan kurasakan badan bawah Yuri bergerak perlahan-lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam vaginanya dan sesekali kupermainkan clitorisnya dengan jari-jariku sehingga Yuri sering berdesis, Ssshh, ssshh, aahh, ssshh, sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku.
Setelah sekian lama kupernainkan vaginanya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari vagina Yuri dan kugunakan tangan kananku untuk memegang penisku serta segera saja penisku kuarahkan ke vagina Yuri sambil kugosok-gosokan ke atas dan ke bawah sepanjang bagian dalam vagina Yuri, serta kembali kudengar desis suaranya, ssshh, ssshh, ooom, aahh, ssshh, dan pantatnya diangkat naik turun pelan-pelan. 

Berita sex Gadis Pelajar Centil

Foto sexi Maki Hojo
Karena kulihat Yuri sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan penisku ke arah bawah bagian vaginanya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan-pelan penisku k edalam vagina Yuri.
Kuperhatikan wajah Yuri agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat di dekat telingaku, Aduuuhh, ooomm, Jangaannn, sakiiittt, Asiihh.., takuuut., Omm. Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan penisku dan kuelus-elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan, Tidak, apa-apa, sayaang, Omm, pelan-pelan saja, kok, untuk menenangkan ketakutan Yuri. Yuri tidak segera menanggapi kata-kataku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku.
Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan-lahan, kutusukan kembali penisku ke dalam vaginanya dan terdengar lagi Yuri berkata lirih di dekat telingaku, Aduuuhh, sakiiittt, ooom, Asihh.., takuuut, padahal kurasakan kalau Yuri mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan-lahan.
Mendengar kata-katanya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan penisku tapi masih tetap ditempatnya yaitu di lubang vaginanya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus-elus rambutnya sambil kubisiki, Takut apa sayang… 
Yuri tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan Yuri mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan Yuri mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku.
Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan Yuri sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan penisku ke vaginanya atau hanya perasaanku saja.
Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi Yuri selanjutnya. Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat Yuri berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi Yuri tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata Yuri menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.
Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina Yuri dan, Bleeesss, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina Yuri dan, aahh, sakiiit, ooom., kudengar suara Yuri sambil seperti menahan rasa sakit dan berusaha menarik pantatku. Untuk sementara tidak kugerakkan pantatku dan setelah kulihat Yuri mulai tenang dan kembali mau menciumi wajahku, lalu perlahan-lahan kutekan penisku yang sudah menembus vaginanya supaya masuk lebih dalam lagi.
aahh, Omm, pelan, pelaan.., kudengar Yuri berkata lirih.
Iyaa, sayaang, ooom pelah-pelan, jawabku serta kubelai rambutnya.
Setelah kudiamkan sebentar, lalu kugerakkan pantatku naik turun sangat pelan agar Yuri tidak merasa kesakitan, dan ternyata berhasil, wajah Yuri keperhatikan tidak tegang lagi sehingga pergerakan penisku keluar masuk vagina Yuri sedikit kupercepat dan belum berapa lama terdengar suara Yuri, ooom, ooom, aaduuuhh, ooomm, aahh, sambil kedua tangannya mencengkeram punggungku dengan kuat dan menciumi keseluruhan wajahku dengan sangat bernafsu dan badannya berkeringat, 
lalu Yuri berteriak agak keras, aahh, ooomm, aduuuhh.., 
lalu Yuri terkapar dan terdiam lemas dengan nafas terengah-engah. 
Rupanya Aku yakin kalau Yuri sudah mencapai orgasmenya padahal nafsuku baru saja akan naik.
Karena kulihat Yuri sepertinya sedang kelelahan dengan kedua matanya tertutup rapat, jadi timbul rasa kasihanku, lalu sambil kuseka keringat wajahnya kuciumi pipi dan bibirnya dengan lembut, tapi Yuri tidak bereaksi dan tanpa kuduga di gigitnya bibirku yang sedang menciumnya seraya berkata lirih, ooom, nakal, yaa, Yuri baru sekali ini merasakan hal seperti tadi, sambil mencubit punggungku. Aku tidak menjawab komentarnya tapi yang kuperhatikan adalah nafasnya sudah mulai teratur dan secara perlahan-lahan aku mulai menggerakkan penisku lagi keluar masuk vagina Yuri.
Kuperhatikan Yuri mulai terangsang lagi, Yuri mulai menghisap bibirku dan mulai mencoba menggerakkan pantatnya pelan-pelan dan gerakannya ini membuat penisku seperti di pelintir keenakan. Gerakan penisku keluar masuk semakin kupercepat dan demikian juga Yuri mulai makin berani mempercepat gerakan putaran pantatnya, sambil sesekali kedua tangannya yang dipelukkan dipinggangku berusaha menekan sepertinya menyuruhku untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya lebih dalam lagi dan kudengar Yuri mulai bersuara lagi, aahh, aahh, ooohh, oomm, aah, dan tidak terasa akupun mulai berkicau, aacchh, aahh, Siiihh, enaakk, teruuus, Siiih.

Ketika nafsuku sudah mulai memuncak dan kudengar juga nafas Yuri semakin cepat, dengan perlahan-lahan kupeluk badan Yuri dan segera kubalik badannya sehingga sekarang Yuri sudah berada di atasku dan kupelukkan kedua tanganku di pantatnya, sedangkan wajah Yuri ditempelkan di wajahku. Dengan sedikit makan tenaga, kucoba menggerakkan pantatku naik turun dan setiap kali pantatku naik, kugunakan kedua tanganku menekan pantat Yuri ke bawah dan bisa kurasakan kalau penisku masuk lebih dalam di vagina Yuri, sehingga setiap kali kudengar suaranya sedikit keras, aahh, oooh.
Dan mungkin karena keenakan, sekarang gerakan Yuri malah lebih berani dengan menggerakkan pantatnya naik turun sehingga kedua tanganku tidak perlu menekannya lagi dan setiap kali pantatnya menekan ke bawah sehingga penisku serasa masuk semuanya di vagina Yuri, kudengar dia bersuara keenakan, Aahh, aah disertai nafasnya yang semakin cepat, demikian juga aku sambil berusaha menahan agar maniku tidak segera keluar.
Gerakan Yuri semakin cepat saja dan kurasakan wajahnya semakin ditekankan ke wajahku sehingga kudengar nafasnya yang sangat cepat itu di dekat telingaku dan, Aduuuh, aahh, aahh, ooomm.., Yuri, mauuu.., keluaar, aah.
Tungguuu, kitaa, samaa, samaa., ooom.., Jugaa.., mauuu, keluarr. aahh, aahh, ooomm, teriak Yuri sambil mengerakkan pantatnya menggila dan akupun karena sudah tidak tahan menahan maniku dari tadi segera kegerakkan pantatku lebih cepat dan, Crreeettt, ccrreeett, ccccrrreeett, dan aahh, siiihh, ooom keluaar, sambil kutekan pantat Yuri kuat-kuat.
Setelah beristirahat sebentar, kuajak Yuri ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan Yuri kembali menjatuhkan badannya di tempat tidur, mungkin masih merasakan kelelahan. Tak terasa jam sudah menunjukkan hampir jam Dua belas siang dan segera saja kupesan makan siang.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Berita Sex Shiori Yamate Asyik Ngentot

Cerita Porn, Cerita Porno, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita birahi, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Ganas, Cerita Seksualitas, Cerita Bispacx Terbaru.

Berita Sex Shiori Yamate Asyik Ngentot

Lihat Foto Syur Lainnya Annabeth

Shiori Yamate Asyik Ngentot

Shiori Yamate Asyik Ngentot

Shiori Yamate Asyik Ngentot

Shiori Yamate Asyik Ngentot

Shiori Yamate Asyik Ngentot

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Selasa, 24 November 2015

Berita Sex Pesta Sex Malam

Cerita Porn, Cerita Porno, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita birahi, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Ganas, Cerita Seksualitas, Cerita Bispacx Terbaru.

Berita Sex Pesta Sex Malam 

Lihat Foto Syur Stacey Kay Model Playboy
Selamat apa saja para penikmat cerita seks.. kali ini saya akan bercerita tentang penganlamanku yang pernah saya alami jauh jauh di masa lalu. Perkenalkan namaku Desi, aku pengen menceritakan pengalaman seks pertamaku kepada kalian semua. Pengalaman yang tak pernah kulupakan, keperawananku terenggut saat pesta seks dengan teman-teman sekolah waktu SMA.

Pesta Sex Malam 
Sebelumnya aku akan ceritakan dulu siapa diriku kepada kalian. Hmm…menurut banyak orang, wajahku cantik sekali dengan kulit putih mulus dan tubuh seksi. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Aku sendiri tidak GR tapi aku merasa pria banyak yang ingin ngeseks denganku. Aku senang ja karena pada dasarnya aku juga senang ngeseks.
Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas Enam SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Selesai SMP tahun 1990, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan kampung rambutan, Jakarta Selatan.

Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Rika, Pungki dan Mei. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Rika. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar. Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Rika di Pondok Indah. Rumah Rika besar sekali dan punya kolam renang.

Di rumah Rika, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Rika, dengan cueknya Rika, Pungki dan Mei telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek.

Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Rika mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Mei berteriak ke arah saya..

“Gile, jembut Desi lebat banget

” Kontan Rika dan Pungki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu.

“Dicukur dong Desi, enggak malu tuh sama celana dalam?

” kata Pungki. “Gue belum pernah cukur jembut” jawabku.

“Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau

” kata Rika.

Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Rika. Pungki dan Mei tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Rika menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Rika masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.

“Kurang pendek, Desi. Abisin aja

” kata Rika.

“Nggak berani, takut lecet” jawabku.

“Sini gue bantuin” kata Rika. Rika lalu berjongkok di hadapanku.

Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Rika membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Rika menyentuh vaginaku. Dengan cepat Rika menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah kelaminku.

Tak terasa dalam waktu 5 menit, Rika telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.

“Bagus kan?” kata Rika.

Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Rika lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.

 “Desi, elo masih perawan ya?” kata Rika. “Iya, kok tau?” “Vagina elo rapat banget” kata Rika. Sekali-kali jari Rika membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Rika melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku.
“Ooh, Rika, geli ah

” Rika nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Rika dan Rika menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya.

“Memek kamu wangi”

“Jangan Vera” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat. Rika menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Rika di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Rika mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Rika berikutnya.

Dengan lembut tangan Rika membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Rika. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan.

Tetapi nikmatnya luar biasa. Rika mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Mei memanggil..

“Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak? ayo buruan

” Rika tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Rika. Oiya, orang tua Rika sedang keluar negeri sedangkan kakak Rika lagi keluar kota karenanya rumah Rika kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Rika membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Pungki dan Mei sudah tidak perawan sejak SMP.

Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Rika juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.

“Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6″ kata Mei.

“Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh

” kata Angky.

“Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Rido.

Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Rika, gue kan tau Rido cowok elo

” kata saya sambil tersenyum. “Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Mei juga horny

” kata Rika. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama. Di hari Senin setelah pulang sekolah, Rika menarik tangan saya.

“Eh Desi, beneran nih elo sering mikirin Rido?”

“Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?

” tanya saya.

“Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja

” kata Rika.

“Pernah kepikiran enggak mau ML?

” Rika kembali bertanya. “Hah? Dengan siapa?

” tanya saya terheran-heran.

“Dengan Rido. Semalam gue cerita ke Rido dan Rido mau aja ML dengan kamu”

 “Ah gila loe Vera

” jawab saya.

“Mau enggak?

” desak Rika.

“Terus kamu sendiri gimana?

” tanya saya dengan heran.

“Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?

” kata Rika.

“Ya boleh aja deh

” kata saya dengan deg-degan.

 “Mau sekarang di rumahku?

” kata Rika.

“Boleh”

Saya naik mobil Rika dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam.

Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Rika dan Rido muncul dari balkon kamar Rika. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.

“Halo Vita” kata Rido sambil tersenyum.

Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Rido memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Rido sendiri tinggi dan tegap. Rido masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan.

“Hayo, langsung aja. Jangan grogi

” kata Rika bagaikan germo. Rido lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku.
Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Rido dan kita berciuman saling berangkulan.

Saya melirik ke Rika dan saya melihat Rika sedang mengganti baju seragamnya ke daster.
Rido mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C.

Saya membuka BH-ku sehingga Rido dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Rido di selangkanganku. Rido lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur. Rido membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Rido yang besar.

Selama ini saya membayangkan kontol Rido dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kontol Rido yang berdiri tegak di depan mukaku. Rido menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu. Saya merasakan tangan Rido kembali memainkan vaginaku.

Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Rido dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Rika dan Rika ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Rido lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.

Saya agak bingung karena melihat Rika bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Rika kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Rika di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Rido yang sedang menyetubuhi Rika dalam posisi doggy style sedangkan Rika sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku. Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Rido yang ganteng sedang sibuk ngentot dengan Rika. Gairah wajah Rido membuat saya semakin horny.

Sekali-kali lidah Rika menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Rido ke tubuh Rika. Tidak berapa lama, Rido menjerit dengan keras sedangkan Rika tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Rido dikeluarkan dari vagina Rika. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur. Rido terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Rido dengan mata liar mendorong Rika ke samping lalu ia menghampiri diriku. Rido mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku.

Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Rido masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Rido yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Rika meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.

“Aduh, tunggu dong, sakit nih” keluh saya.

Rido mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. Kontol Rido terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Rido yang sangat besar.

Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Rido sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Rido menampar pantatku.

“Kamu diam aja, enggak usah bergerak

” katanya dengan galak.

“Jangan galak-galak dong, takut nih Desi

” kata Rika sambil tertawa. Saya ikut tertawa. Rika berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Rika menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.

Saya merasakan tangan Rido yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Rika membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Rika yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Rido mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali.

Rido mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Rika langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Rido. Saya melihat Rido meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Rika.

Saya melihat kontol Rido yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Rido tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Rido memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang. Setelah minum obat, Rido menyuruh Rika berbaring ditepi tempat tidur lalu Rido kembali ngentot dengan Rika dalam posisi missionary.

Rika memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Rika. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Rika. Saya menindih tubuh Rika tetapi karena kaki Rika sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Rika. Saya langsung mencium Rika dan Rika melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Rido menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku. Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Rido tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Rika menjerit dengan keras.

Tubuhnya mengejang saat air mani Rido kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Rika tetapi Rika memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Rido kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku. Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Rika tidak bisa menolak menerima kontol Rido. Rido kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku.

Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Rido dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kontol Rido keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Rika terus menerus mencium bibirku.

Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Rido ngentot dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Rido memenuhi vaginaku dan Rido berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras.

Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Rika dengan keras menikmati sensual dalam diriku. Rido lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Rika menyambutnya sambil mencium bibirnya.

Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Rido sedangkan Rika disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Rika. Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan.

Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Senin, 23 November 2015

Berita Sex Pose Syur Miren

Cerita Porn, Cerita Porno, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita birahi, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Ganas, Cerita Seksualitas, Cerita Bispacx Terbaru.

Berita Sex Pose Syur Miren

Lihat foto lainnya Mackenzie Pegang Memek 
Pose Syur Miren

Pose Syur Miren

Pose Syur Miren

Pose Syur Miren

Pose Syur Miren

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Minggu, 22 November 2015

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Cerita Porn, Cerita Porno, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita birahi, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Ganas, Cerita Seksualitas, Cerita Bispacx Terbaru.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
Daerah yang nyaman dan aku tinggal disatu komplex perumahan, gak mewah sih, biasa biasa aja. Tetanggaku seorang janda, usia lima puluh tahun tahunan lah. Dia tinggal sendiri dengan seorang pembantu dan seorang supir yang mengantarkan si ibu kalo akan beraktivitas. Si ibu itu orangnya tinggi besar dan gemuk, mungkin beratnya 90 kiloan lah. Aku sih gak tertarik sama si ibu tapi sama pembantunya, Nyi Nimas. Nimas, dari namanya orang akan tau bahwa dia orang sunda, tepatnya orang banten, sejak banten berdiri sebagai satu propinsi yang terpisah dari jabar.

 Nimas Pelayan Sexi
Walaupun pembantu, Nimas kelihatan seperti layaknya abg gedongan kalo dia pergi dengan si ibu. Pakaiannya selalu modis walaupun tidak bermerk, jins dan kaus ketat seperti yang umumnya jadi seragam wajib para abg kalo mau mejeng. Layaknya perempuan sunda, Nimas kulitnya putih bersi, wajahnya manislah, sayangnya agak chubby.
Sebenarnya aku tidak terlalu senang dengan cewek-cewek chubby, tapi karena tiap hari ketemu, lama-lama jadi tertarik juga seperti kata pepatah jawa yen trisno jalaran soko gak ono liane
(ha..ha, sudah dimodifikasi rupayanya pepatah jawa ini) yang artinya kira-kira dengan terjemahan bebas karena sering ketemu lama-lama jadi suka.
Aku sering juga ngobrol sebentar dengan Nimas kalo pas papasan didepan rumah.
Pada suatu hari aku sedang membersihkan mobilku. Nimas sedang bersih-bersih halaman, sopirnya sudah mudik mau lebaran dikampungnya yang juga didaerah banten, satu kampung dengan Nimas.
“Kamu gak pulang Mas”, aku membuka pembicaraan sembari mengelap mobilku.
Tembok pembatas antara rumahku dan rumahnya gak tinggi sehingga kita masih bisa saling liat.
“Enggak om”. Memang dia biasanya memanggil aku om kalo ketemu.
“Napa”, tanyaku.
“Ibu mau liburan ke bali sama sodara-sodaranya, jadi Nimas gak dikasi pulang.
Disuruh nungguin rumah”.
“Gak takut kamu sendirian di rumah. Kalo lebaran kan biasanya komplex kita ini sepi banget”.
“Takut sih om, om ndiri gak liburan”.
“Aku mah dirumah saja, nemenin kamu deh biar gak takut”, godaku sambil tersenyum.
“Om sih tinggal sendiri, gak punya istri ya om atau…. dah cere”.
“Aku dah cere Mas, istriku tinggal di Cirebon sama ortunya. Kami memang belon punya anak”.
“Maaas”, terdengar panggilan dari dalem rumahnya, rupanya si ibu manggil.
“Bentar ya Om’, kata Nimas sambil meninggalkan aku, masuk kerumahnya.
Tak lama kemudian Nimas keluar lagi, nemenin aku ngobrol.
“Napa mas”, tanyaku.
“Ibu nyuruh Nimas cari taksi, dia dah mau brangkat ke rumah sodaranya.
Rencananya besok mereka berangkat ke bali. Nimas tinggal dulu ya om”.
Nimas keluar rumah, jalan mencari taksi keluar komplex.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
Aku memandangi Nimas dari beralakng. Pantatnya yang besar bergerak sensual sekali mengikuti ayunan langkahnya. Nimas sehari-hari selalu mengenakan celana gombrang 3/4 dan kaos yang longgar. Walaupun celananya gombrang, pantatnya yang bahenol itu menarik untuk diperhatikan. Mendadak Nimas nengok kearahku dan dia tersenyum. Aku jadi tersipu2 karena ketahuan lagi
memandangi dia dari belakang, terpesona melihat geolan pantatnya. Aku dah selesai membersihkan mobilku, aku memang tinggal sendiri, pembantuku yang part time hanya datang untuk membersihkan rumah, nyuci dan setrika saja, sudah lama mudik duluan. Tak lama terdengar ibu sedang bicara dengan Nimas, aku hanya melongok dari jendela, kulihat Nimas sedang memasukkan koper si ibu ke bagasi taksi dan tak lama kemudian taksi melaju meninggalkan Nimas sendiri.
Segera aku keluar rumah.
“Dah berangkatya Mas”.
“Dah om. Tadi om ngeliatin Nimas aja, napa sih”. Berani juga Nimas mengajak aku membicarakan kelakuanku.
“Abis pantat kamu bahenol banget Mas, godaku.
“Ih si om mulai genit deh, mentang-mentang ibu dah berangkat. Kalo ada ibu om gak brani yaa”, dia bales menggangguku.
“Imas mau ditemeni gak?” aku to the point aja nawarin.
“Iya om, sebenarnya Nimas takut sendirian kalo malem”.
“Ya udah, nanti malem Nimas tidur dirumahku aja, ada kamar kosong kok. Atau mau sekamar sama aku?” godaku lebih lanjut.
“Ih si om makin genit aja”, kulihat Nimas tersipu-sipu mendengar gurauanku yang makin menjurus.
“Kalo mau, aku gak mtersinggung lo”.
“Tersinggung apanya om”.
“Tersinggung itunya”.
“Ya udah, ntar abis magrib deh ya om, Nimas mau beberes dulu”.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
Aku bersorak dalam hati ketika Nimas mengiyakan tawaranku.
Aku dah lama memendam napsuku melihat bodi Nimas. Biar chubby Nimas merangsang juga. Toketnya lumayan gede, bulu tangan dan kakinya panjang2, lagian diatas bibir mungilnya ada kumis yang sangat tipis. Pastilah jembutnya lebat dan napsunya gede.
Sorenya, bakda magrib, terdengar Nimas memanggil2,
“Om, om”. Aku segera keluar rumah. Kulihat sepi sekali sekitar rumah kami.
Nimas tampak cerah dengan “seragam rumahnya”.
Rambutnya yang sebahu cuma diikat dengan karet saja. Satpam komplex belum beredar.
“Dah dikunciin semuanya Mas, lampu luar dinyalain. Lampu dalem nyalain juga satu yang watnya kecil, biar gak disangka rumah kosong. Gas buat kompor dan water heater dah dimatiin?”
“Dah kok om, Nimas ke tempat om sekarang ya”.
“La iyalah,masak mau besok ketempat akunya”.
Nimas segera menggembok pager rumahnya dan masuk ke rumahku.
“Om, punya makanan mentah gak, kalo ada Nimas masakin”, katanya sambil ngeloyor ke dapur.
Karena rumah dikomplexku dibangunnya seragam, maka pembagian ruangnya sama, gak heran Nimas tau dimana letak dapur. Aku mengeluarkan sayuran dan daging dari lemari es, dan memberikan ke Nimas. Segera Nimas sibuk menyiapkan masakan buat aku.
Aku segera mandi dan ketika sudah selesai mandi makanan dah tersedia di meja makan.
Nasi sisa tadi siang pun sudah diangetin.
“Yuk Mas, kita makan bareng”, ajakku.
“Enggak ah, masak Nimas makan semeja bareng om”.
“Ya gak apa kan, kamu kan bukan pembantuku, malem ini kamu tamuku.
Dah bagus tamu ngebantuin nyiapin makan malem”, aku menarik tangannya dan mendudukkan dikursi disebelah kursiku.
Karena Nimas hanya menyediakan 1 piring dan sendok garpu serta segelas air minum, aku segera ke dapur untuk mengambil peralatan makan buat Nimas.
“Gak usah om, biar Nimas ambil sendiri”, Nimas bergerak bangun dari kursinya.
“Gak apa, gantian. Kamu dah masakin buat kau, aku cuma ngambilin peralatan makan aja kok buat kamu”.
Suasana segera menjadi cair, kamu ngobrol ngalor ngidul sembari makan.
Nimas menceritakan latar belakangnya. Dia sebenarnya janda, masih muda sekali dia dikawinkan dengan seorang kakek-kakek didesanya, baru umur 15, sekarang Nimas umur dua puluh dua tahun. Alesannya klasik. Bapaknya Nimas utang ama si kakek dan gak bisa ngelunasin, maka Nimas di”gade”in sebagai pelunas utang bapaknya, kayak crita sinetron aja yach. Perkawinan cuma tahan setahun, terus Nimas dicerein, karena gak ada kerjaan di kampung Nimas merantau ke Jakarta dan mencari kerja sebagai prt, dan tentunya ktemu aku.
“Trus suami kamu keenakan dong merawanin abg bahenol kaya kamu”.
“Ah Nimas mah cuma menunaikan tugas sebagai istri aja. Cepet banget om, baru masuk, goyang sbentar dah keluar.
Nimas mah gak pernah tuh ngerasain nikmat seperti yang orang-orang suka bilang kalo kawin itu nikmat”
“Kasian deh kamu, kalo aku yang ngasih nikmat mau gak”, omonganku makin menjurus saja.
“Om makin lama makin genit ih, ntar Nimas balik ke rumah lo kalo digenitin terus”, katanya sambil senyum manja.
“Oh gak mau cuma digenitin toh, abisnya Nimas maunya diapain”.
“Gak tau ah”, katanya sambil cemberut tapi tersenyum
(Hayo, gimana tuh ekspresi orang yang cemberut campur tersenyum, bingung kan).
“Kamu setahun kawin kok gak hamil Mas, dicegah ya”.
“Iya om, suami Nimas gak mau punya anak lagi.
Anaknya dari istrinya yang laen dah banyak katanya”.
“Terus kamu gak pernah kepingin ngerasain nikmatnya Mas”.
“Kepingin sih om, tapi kan gak ada lawannya”.
“Sekarang ada kan”.
“Siapa om”.
“Aku”.
“Ih si om, Nimas mau pulang aja ah”, kembali dia cemberut, tapi aku tau kalo dia sebenarnya senang dengan gangguanku karena dia tetap saja tidak beranjak dari kursinya.
Makan malam selesai. Berdua kami membereskan meja makan, Nimas nyuci prabotan makan, sementara aku menyiapkan film bokep untuk memancing Nimas ke arah yang lebih asik. Pintu rumah dah kututup, gorden jendela dah kuturunkan juga. Suasana di ruang
tamu kubuat temaram dengan hanya menghidupkan lampu kecil saja. Suasanya berubah jadi rada romantis. Aku duduk di sofa, Nimas menghampiri aku dan duduk diubin.
“Jangan diubin atuh Mas, sini duduk disebelah aku. Inget kamu bukan pembantu aku lo”.
Nimas segera duduk disebelahku, walaupun berjauhan.
“Kok lampunya digelapin sih om”.
“Kan kita mau nonton film, kamu pernah nonton bioskop gak”.
“Pernah sih om, waktu abis kawin Nimas diajak suami nonton bioskop”.
“Di kampung kamu ada bioskop juga”.
“Iya om bioskop murahan”.
“Kalo mau maen filmnya lampu di bioskop digelapin kan”.
“Iya om, emangnya kita mau nonton film apaan sih, seru gak om filmnya”.
“Ya pasti serulah, mungkin kamu belum pernah nonton film seperti yang mau aku putar”.
“Film apaan sih om”, Nimas sepertinya jadi penasaran.
“Dah nonton aja”, aku memutar filmnya.
Gak seperti lazimnya film bokep, film yang kuputar ada critanya.
Jadi pendahuluannya dipertunjukkan sepasang manusia beda warna kulit, yang ceweknya orang Asia, sepertinya orang thai, dan cowoknya negro. Adegan awal enceritakan bagaimana mereka ketemu, jalan bersama dan akhirnya pacaran. Settingnya berubah ke rumah si negro, mereka ciuman di sofa sambil mulai saling meraba dan meremas.
“Ih kok gak malu ya om, gituan ditunjukkan ke orang2″. Kulihat Nimas menatap seru ke layar tv, dia mulai hanyut dengan adegan saling cium dan remas.
Ceweknya dah tinggal pake bra dan cd, begitu juga cowoknya.
ntol si negro yang dah ngaceng nongol dibagian atas cdnya.
“Ih, gede banget yak. Punya suami Nimas gak segede itu”. Nimas terus menatap kelayar tv sehingga dia gak sadar kalo aku pelan2 menggeser dudukku merapat kerahnya.
Satu tanganku kulingkarkan ke bahunya, walaupun masih diatas pinggiran sofa. Waktu cowoknya mulai memasukkan  Kontolku ke  nok si cewek, mulailah terdengar serenade wajib film bokep, ah dan uh. Nimas kelihatannya makin larut dalam adegan yang diliatnya.
“Pernah nonton film ginian Mas”.
“Belum pernah om”. Aku mulai aksiku. Tanganku meraba2 tengkuknya.
“Om geli ah”, Nimas merinding. Aku meneruskan aksiku. Dudukku makin merapat, Nimas kupeluk dan kucium pipinya.
“Om, ah”, tapi matanya tetep aja lekat ke tv melahap adegan doggie sambil ah uh.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
Aku mengelus elus pundaknya dengan tangan satunya, pipinya.
kusentuh dan kucium lagi. Sekarang Nimas diam saja. Jariku makin kebawah saja, mengelus pipi, terus ke leher. Nimas menggeliat kegelian tapi tetep diam saja. Sepertinya dia sudah hanyut karena ngeliat tontonan syur itu. Pelan2 kusentuh toketnya, terasa besar dan kenyal. Karena Nimas diam saja, aku makin berani, kuremas pelan toketnya sambil kembali mencium telinganya. Nimas mendesah pelan tapi membiarkan elusan di toketnya berubah menjadi remasan. “Ooom”, lenguhnya lagi menikmati remasanku di toketnya.
Aku mematikan film dengan remote, segera Nimas kurengkuh dalam pelukanku dan kucium bibirnya.
Dengan penuh napsu kuremas2 toket Nimas. Nimas menggeliat2 saja, sepertinya napsunya makin berkobar.
Remasanku di toketnya berpindah2 dari satu toket ke toket yang lain.
“Mas, aku buka ya kaos kamu biar bisa ngeremes langsung.
Rasanya beda deh Mas kalo diremes langsung. Suami kamu juga kaya gini”.
“Enggak om, suami Nimas dulu mah langsung masuk aja gak pake pendahuluan… eegh”.
Kaosnya langsung kubuka keatas.
Nimas menaikkan tangannya keatas sehingga mempermudah aku melepas kaosnya. Toketnya yang besar kenceng sepertinga gak tertampung di branya. Kembali aku mencium bibirnya, sembari tanganku meraba kepunggungnya untuk melepas kaitan branya, dan berhasil. Bra segera kusingkirkan dari tempatnya. Toket Inas yang bundar dan kencang dihiasi pentil yang kecil kecoklatan. Aku segera melanjutkan ciumanku dibibir mungil Nimas, lidah kujulurkan masuk ke mulut Nimas.
Rupanya dia mengerti mesti ngapain dengan lidahku. Dia menghisap2 lidahku dan menyentuhkan lidahnya. Lidah kami pun saling bebelit, sementara pentilnya kuplintir2 pelan sehingga pelan2 mengeras. Nimas melenguh terus, ketika aku mulai menggosok selangkangannya dari luar celana gombrangnya. “Ooom”, lenguhnya. Selangkangannya terus kogosok lembut sambil tangan satunya memlintir2 pentilnya, kadang meremes2 toketnya. Nimas dah pasrah saja dengan apa yang aku lakukan terhadap tubuh bahenolnya.
“Mas, aku lepasin ya celana kamu”, gak nunggu persetujuannya, aku membuka retsleting celana Nimas dan memlorotkannya.
Nimas mengangkat pantatnya untuk mempermudah aku melepas celana gombrangnya. Tinggallah Nimas pake cd yang tipis. Benar dugaanku, jembutnya lebat sekali, sampe beberapa helai nongol pada lingkar pahanya. Kuelus2 terus belahan  Senuknya daru luar cdnya. Cd nya dah basah, rupanya Nimas dah sangat bernapsu jadinya.
“Mas, jembut kamu lebat skale, pasti napsu kamu besar yach”. Nimas hanya menggeliat2 saja, dan melenguh2 keenakan menikmati aktivitas tanganku pada dada dan selangkangannya.
“Mas, kamu dah napsu ya, cd kamu dah basah begini. Aku lepas ya”.
Aku segera menarik cdnya ke bawah.
Sekali lagi Nimas mengangkat pantatnya sehingg meluncurlah cdnya meninggalkan tubuhnya.
Sekarang Nimas sudah bertelanjang bulat didepanku. Tubuhnya yang putih dengan toket besar dan masih kencang sekali, pentil kecil yang dah mengeras dan sekumpulan jembut lebat berbentuk segitiga yang puncaknya mengarah ke  Senuknya.
“Mas, terusin dikamarku yuk”, aku menggandeng tangannya dan menariknya ke kamarku.
Nimas kubaringkan di ranjang dan segera aku melepaskan semua yang melekat dibadanku.
“Om, gede banget  tolnya, kaya yang di film tadi”.
Nimas membelalak melihat  Kontolku yang sudah ngaceng dengan kerasnya.
Memang  Kontolku ukurannya extra large buat standard Indonesia, tapi itu yang membuat perempuan yang pernah aku en tot terkapar lemes dan nikmat. Kami berdua telah bertelanjang bulat. Aku segera berbaring disebelah Nimas. Pentilnya kupilin membuat Nimas mengerang kenikmatan. Kemudian paha Nimas kukangkangkan, jembutnya yang lebat menutupi daerah  Senuknya. Aku telungkup di selangkangannya dan mulai menjilati  Senuknya. Nimas makin mengerang2. Serangan kulakukan bergantian disemua titik sensitif di tubuh Nimas. Bergantian dengan bibir bawahnya, aku juga melumat bibir atasnya sambil meremas2 toketnya yang juga mulai mengeras itu.
Kemudian aku kembali kebawah menjilati pahanya sambil kedua tanganku masing-masing bergerilya pada toket dan  nok Nimas.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
“Aduh om, nikmat banget. ahh!” kata Nimas.
Jilatanku mulai merambat naik hingga akhirnya kulumat dan kuremas toket Nimas secara bergantian, sementara tanganku masih saja mengobok-obok  Senuknya. Desahan Nimas tertahan karena sedang berciuman denganku. Tubuhnya menggeliat-geliat merasakan nikmat. Puas menetek pada Nimas, aku bersiap memasuki  nok Nimas dengan  Kontolku. Aku memposisikan diriku diantara kedua belah paha Nimas dan memegang  Kontolku kearah  Senuknya.
“Aagh”, erang Nimas ketika aku mendorong  Kontolku dengan bernafsu.
“Napa Mas, nikmat?” kataku sambil meremasi kedua toketnya yang sudah basah dan merah akibat kusedot2.
“Gede banget om,  nok Nimas ampe sesek rasanya”.
“Tapi nikmat kan”.
“Nikmat banget om, Nimas blon pernah ngerasain ngen tot senikmat ini”. Aku menyodokkan  Kontolku dengan keras sehingga Nimas pun tidak bisa menahan jeritannya.
Aku mulai menggarap Nimas dengan genjotanku. Dengan terus menyodoki Nimas, aku meraih toketnya yang kiri, mula-mula kubelai dengan lembut tapi lama-lama aku semakin keras mencengkramnya. Aku juga mencaplok toket yang satunya. Nimas yang mengerti apa mauku, segera membusungkan dadanya ke depan sehingga toketnya pun makin membusung. Aku menjulurkan lidahku untuk menjilati pentilnya sehingga makin mengeras saja. Nimas merasa geli bercampur nikmat. Dia mendesah tak karuan merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakannya.
Ciumanku merambat naik dari toketnya hingga hinggap di bibirnya, kami berciuman dengan penuh nafsu sampai ludah kami bercampur baur.
“Aahh.. oohh.. Nimas mau pipis rasanya.. om!” erang Nimas bersamaan dengan tubuhnya mengejang.
Melihat reaksi Nimas, aku semakin memperdahsyat sodokanku dan semakin ganas meremas toketnya. Akhirnya Nimas nyampe, tubuhnya mengejang hebat dan cairan  Senuknya berleleran dipahanya. Erangannya memenuhi kamar ini membuat aku semakin liar.
“Itu bukan pipis Mas, itu tandanya kamu mau nyampe, nikmat kan”.
“Banget om.. aaah”.
“Mas ganti posisi yuk, kamu sekarang nungging deh”, kataku sambil mencabut  Kontolku dari  Senuknya.
 Kontolku berlumuran cairan lendir Nimas yang menyembur dahsyat ketika dia nyampe.
“Mo dimasukin ke pantat ya om, gak mau ah”.
“Ngapain dipantat Mas,  nok kamu peret banget, enak banget dien totnya’.
“Abis  ntol om gede banget sih,  nok Nimas pan belum pernah kemasukan  ntol segede  ntol om, makanya kerasa peret banget”. Nimas pun nungging dipinggir ranjang dan aku berdiri dibelakangnya.
Tubuhnya yang dalam posisi tengkurap kuangkat pada bagian pinggul sehingga lebih menungging. Aku membuka lebar bibir  Senuknya dan menyentuhkan kepala  Kontolku disitu.
Benda itu pelan-pelan mendesak masuk ke  Senuknya.
“Heghh..heghmm…”, lenguhnya saat  Kontolku masuk.
Nimas mendesis dan mulai menggelinjang. Kepala  Kontolku perlahan-lahan mulai menguak bibir  Senuknya yang sangat basah. Aku menekan  Kontolku sedikit demi sedikit.
Nimas mulai mendesah-desah. Tiba2 aku menyurukkan  Kontolku ke dalam  Senuknya.
“Aaa..”, jeritnya keras. Matanya membelalak.
 Kontolku menancap dalam sekali di  Senuknya. Kemudian aku mulai menggerak-gerakkan  Kontolku keluar masuk.
“Lebih keras lagiom”, erangnya.
Aku memompa  Kontolku keluar masuk semakin bersemangat.
Keringat mengucur dari seluruh tubuhku, bercampur dengan keringatnya.
” Om, Nimas mau pipis lagi”, kataku terputus-putus.
“Aku juga”, sahutku.
Aku meningkatkan kecepatan genjotan  Kontolku . Nimas menjerit-jerit semakin keras, dan merangkul aku erat-erat. Dia sudah nyampe. Akhirnya dengan satu hentakan keras aku membenamkan  Kontolku dalam-dalam. Nimas menjerit keras.
Pejuku muncrat di dalam  Senuknya 5 atau 6 kali.
“Gila Mas,  nok kamu enak banget, sempit banget”. katanya.
“kon ntol om juga keras banget, enak…” jawabnya. aku ambruk kecapaian.
“Istirahat dulu ya Mas”. “Emangnya om masih mau lagi”.
“So pasti dong mas, enak begini mah gak bole disia2kan.
Kamu nikmat juga kan, masih mau lagi juga kan”.
“Iya om, nikmat banget”.
“Iya nikmat apa iya mau lagi”.
“Dua2nya om”.  Kontolku yang melemas terlepas dari jepitan  nok peretnya.
Aku segera mengambil minum untuk Nimas dan aku sendiri. Nimas seneng dengan layanan yang aku berikan, mungkin dia belum pernah seumur2 diambilkan minum. “Om, Nimas suka deh ama om, om memperlakukan Nimas seperti istri om”. Aku terharu juga mendengar ucapannya.
Gairahku masih tinggi. Setelah aku merasa Nimas cukup istirahatnya, aku segera memulai ronde kedua, pemanasan lagi, biar Nimas napsu banget. Akupun berbaring disebelahnya, Nimas menyambut aku dengan pelukannya. Aku mengelusi punggungnya, terus turun hingga meremas bongkahan pantatnya. Sementara tangan Nimas juga turun meraih  Kontolku.
“Gila nih  ntol, udah keras lagi..kan baru ngecret om?” tanyanya waktu menggenggam  Kontolku yang mulai mengeras.
Akupun mulai menciumi telinganya, lidahku menelusuri belakang telinganya, juga bermain-main di lubangnya. Dengusan nafas dan lidahku membuat Nimas merasa geli dan menggeliat-geliat. Kemudian aku melumat bibirnya dengan ganas, lidahku menyapu langit-langit mulutnya. Nimas merespon dengan mengulum lidahku. Makin ahli dia berciuman, siapa dulu gurunya dong (ha ha). Tanganku meraba-raba kebawah ke  Senuknya yang sudah basah lagi, karena napsunya ternyata telah demikian tingginya. Aku tak sabar untuk segera ngen toti Nimas lagi. Segera Nimas kunaiki.
Pahanya kukangkangkan. Ketika kuraih  Kontolku kutuntun kearah  Senuknya, tangan kanan Nimas ikut menuntun  Kontolku menuju sasaran. Saat kepala  Kontolku menyentuh bibir  Senuknya, aku menekannya ke dalam, mulutnya menggumam tertahan karena sedang berciuman denganku. Lalu kutekan lagi dengan keras sehingga  Kontolku menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam  Senuknya. Nimas menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar  Kontolku masuk lebih dalam lagi. Nimas terdiam sejenak merasakan sensasi yang luar biasa ini.
Lalu perlahan-lahan aku mulai mengenjotkan  Kontolku. Nimas memutar2 pantatnya untuk memperbesar rasa nikmat. Toketnya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di  Senuknya. Matanya terpejam dan bibirku terbuka, berdesis-desis menahankan rasa nikmat. Desisan itu berubah menjadi erangan dan kemudian akhirnya menjadi jeritan. Nimas tak kuasa menahan rintihannya setiap aku menusukkan  Kontolku, tubuhnya bergetar hebat akibat tarikan dan dorongan  Kontolku pada  Senuknya. Pinggul Nimas naik turun berkali kali mengikuti gerakanku.
Jeritannya makin menjadi-jadi.
Aku membungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana  Kontolku leluasa bertarung dengan  Senuknya.
“Oh..”, erangnya,
“Lebih keras om, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!” Tangannya melingkar merangkul aku ketat.
Kuku-kukunya terasa mencakari punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang.
Terdengar bunyi kecipak lendir  Senuknya seirama dengan enjotan  Kontolku.
“Aku mau ngecret, Mas”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.
“Imas juga om”, sahutnya. Aku mempercepat enjotan  Kontolku.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibir kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua toketnya. Diiringi geraman keras aku menghentakkan pantatku dan  Kontolku terbenam sedalam-dalamnya. Pejuku kembali memancar deras. Nimas pun melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima  Kontolku sedalam-dalamnya. Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Nimas pun mencapai puncaknya.
Kontolku terasa berdenyut-denyut memuntahkan pejuku ke dalam  Senuknya. Beberapa detik kemudian badanku terkulai lemas, begitu juga Nimas. Dia terkapar di ranjang, kedua toketnya nampak bergerak naik turun seiring desah nafasnya.
Kami terkapar dan tertidur kelelahan, gak tau berapa lama. Tapi kemudian aku terbangun karena merasa ada remasan di  Kontolku. Kulihat Nimas sedang menelungkup dikakiku.
Kontolku dielus dan diermas2nya.
“Om, Nimas kok pengen lagi ya”. Bener kan, perempuan dengan jembut yang lebat napsunya gede banget, pengennya dien tot berulang2, padahal dia tadi sampe teler aku en tot.
Dia merundukkan badan untuk memasukkan  Kontolku ke mulutnya, benda itu dikulumnya dengan rakus. Aku segera memutar badanku sehingga kami berada pada posisi 69. Aku mempergencar rangsangan dengan menciumi kakinya mulai dari betis, tumit, hingga jari-jari kakinya.
Nimas jadi makin gila dengan perlakuan seperti itu.
“Ahh.. om, kok mau sih nyiumin kaki Imas”.
“Gak papa Mas, kamu isep terus dong  tolku”. Jilatanku kemudian pindah kepahanya.
Nimas otomatis mengangkangkan pahanya sehingga aku bisa mengakses daerah  Senuknya dengan mudah. “Om enak banget.. masukin aja sekarang!” rintihnya manja sambil mengocok2  Kontolku yang sudah sangat keras itu, kemudian diemutnya kembali. Akhirnya aku menyudahi serangan awal. Nimas kunaiki dan aku menggesekkan  Kontolku ke bibir  Senuknya. Kemudian kudorong  Kontolku membelah  nok Nimas diiringi desahan nikmat. Aku meremas toket kirinya dan memlintir2 pentilnya. Nimas yang juga sudah napsu tambah menggelinjang ketika aku mempercepat kocokanku pada  Senuknya. Seranganku pada  nok Nimas semakin cepat sehingga tubuhnya menggelinjang hebat.
“Aaakhh..aahh!” jerit Nimas dengan melengkungkan tubuhnya ke atas. Nimas telah nyampe.
Tanpa memberi kesempatan istirahat, aku menaikkan Nimas ke pangkuanku dengan posisi membelakangi. Kembali  nok Nimas kukocok dengan  Kontolku. Walaupun masih lemas dia mulai menggoyangkan pantatnya mengikuti kocokan  Kontolku. Aku yang merasa keenakan hanya bisa mengerang sambil meremas pantat Nimas, menikmati pijatan
Senuknya.
Bosan dengan gaya berpangkuan, aku berbaring telentang dan membiarkan Nimas bergoyang di atas Kontolku. Dengan tetap berciuman aku mengenjotkan  Kontolku ke  Senuknya,  Kontolku yang sudah sangat keras tanpa halangan langsung menerobos  Senuknya, bersarang sedalam-dalamnya. Terasa nikmat sekali. Kedua toketnya kuremas2 dengan penuh napsu. Aku mengenjotkan  Kontolku dari bawah dengan cepat, ini membuat Nimas mengerang keras dan sepertinya sudah mau nyampe lagi. Baru sebentar goyang dia sudah mau nyampe saking nikmatnya. Nimas menjadi semakin liar dalam menggoyang pantatnya. Dia sudah makin terangsang sehingga akhirnya badannya mengejang-ngejang diiringi erangan kenikmatan.
“Auu.. om!” jeritnya.
Untuk beberapa saat kami terdiam. Ia memelukku erat-erat.
“Mas, aku belum ngecret kok kamu udah nyampe”, katanya.
“Habis, nikmat banget sih rasanya  ntol om nyodok2  nok Imas”, jawabnya terengah.
“Kita terusin ya”, Nimas hanya mengangguk lemas.
Aku menyuruh Nimas nungging dan membuka pahanya lebar2. Aku mendekat dari belakang. Aku menyapu lembut pantatnya yang mulus padat. Nimas menggigit bibirnya dan menahan napas, tak sabar menanti masuknya  Kontolku yang masih keras. Aku mengarahkan  Kontolku ke  Senuknya. Perlahan-lahan kepala  Kontolku yang melebar dan berwarna merah mengkilap itu menerobos  Senuknya. Nimas mendongak dan mendesis kenikmatan. Sejenak aku berhenti dan membiarkan dia menikmatinya, lalu mendadak aku menghentakkan pantatku keras ke depan.
Sehingga terbenamlah seluruh  Kontolku di  Senuknya.
“Aacchh..!!”, Nimas mengerang keras.
Rambutnya kujambak sehingga wajahnya mendongak keatas. Sambil terus menggenjot  Senuknya, tanganku meremas2 kedua toketnya yang berguncang2 karena enjotanku yang keras, seirama dengan keluar masuknya  Kontolku di  Senuknya. Terdengar bunyi kecipak cairan  Senuknya, Nimas pun terus mendesah dan melenguh.
Mendengar itu semua, aku semakin bernafsu. Enjotan  ntol kupercepat, sehingga erangan dan lenguhannya makin menjadi2.
“Oohh..! Lebih keras om.

Berita Sex Nimas Pelayan Sexi

Foto Model sexi Minori Hatsune
Ayo, cepat. Cepat. Lebih keras lagii!” Keringatku deras menetesi punggungnya. Wajahku pun telah basah oleh keringat. Rambutnya semakin keras kusentak. Kepalanya semakin mendongak. Dan akhirnya dengan satu sentakan keras, aku membenamkan  Kontolku sedalam-dalamnya. Nimas menjerit karena kembali nyampe. Aku terus meremas2 toketnya dengan penuh nafsu dan makin keras juga menghentakkan  Kontolku keluar masuk  Senuknya sampai akhirnya pejuku menyemprot dengan derasnya di dalam  Senuknya. Rasanya tak ada habis-habisnya. Dengan lemas aku menelungkup di atas punggungnya.
Besok paginya aku terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi dan aku hanya mendapati Nimas yang masih terlelap di sebelah kiriku.
Kuguncang tubuh Nimas untuk membangunkannya.
“Gimana , puas semalem?” tanyaku.
“Gila Nimas om en totin sampe kelenger, kuat banget sih om”.
“Imas suka kan aku en tot, kapan2 kalo ada kesempatan mau enggak ngen tot lagi ama aku?”
“Mau banget om, tapi jangan sampe ibu tau ya om. Nimas belon pernah bangun jam 10 gini, enak ya om gak usah ngerjain tugas rumah tangga. Om gak laper, ntar Nimas siapin”.
“Katanya gak mau ngerjain kerjaan rumah tangga. Kita pelukan di ranjang lagi. Masih mau lagi gak?”
“Kalo om bisa napa enggak, Nimas nikmat kok dien tot om, mau deh terus2an dien totnya, biar lemes juga”. Aku memeluk dan mencium bibirnya, tanganku aktif menelusuri tubuhnya.
Ketika tanganku sampai ke bawah, kubelai bibir  Senuknya sekaligus mempermainkan it ilnya.
“Uuhh.. om”, Nimas menjerit kecil dan mempererat pelukannya padaku.
Nimas mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku, selama beberapa menit bibir kami berpagutan. Nimas amat menikmati belaian pada daerah sensitifnya. Dengan tangan kanan aku memainkan toketnya, pentilnya kupencet dan kupilin hingga makin menegang, tangan kiriku meraba-raba  nokku. Nimas menikmati jari-jariku bermain di  Senuknya sambil merintih2 keenakan.
“Maen lagi yuk Mas”.
“Ayuk om, Nimas dah pengen dien tot lagi”. Luar biasa ni perempuan, gak ada matinya.
Napsunya besar banget, padahal semalem dah aku en tot sampe dia lemes banget, masih aja mau lagi. Aku meremes2 toket kirinya sambil sesekali memelintir pentilnya. Lalu aku membungkuk dan mengarahkan kepalaku ke toket kanannya yang langsung kukenyot.
Nimas memejamkan mata menghayati suasana itu dan mengeluarkan desahan.
“Mo pake gaya apa Mas”.
“Imas paling nikmat kalo dien tot dari belakang om”. Langsung aku menyuruhnya menungging, kuarahkan  Kontolku ke arah  Senuknya.
Jembutnya yang hitam lebat itu kusibak sehingga tampaklah bibir  Senuknya yang berwarna merah muda dan basah berlendir. Kuselipkan kepala  Kontolku di antara bibir  Senuknya. Nimas mendesah.
Kemudian perlahan tapi pasti aku mendorong  Kontolku ke depan.  Kontolku menerobos  Senuknya. Nimas menjerit kecil sambil mendongakkan kepalanya keatas. Sejenak aku berhenti dan membiarkan dia menikmatinya. Ketika Nimas tengah mengerang-erang dan menggelinjang-gelinjang, mendadak aku menyodokkan  Kontolku ke depan dengan cepat dan keras sehingga  Kontolku meluncur ke dalam  Senuknya. Nimas tersentak dan menjerit keras.
“Aduh om, enak!” Aku mempercepat enjotan  Kontolku di  Senuknya.
Semakin keras dan cepat enjotanku, semakin keras erangan dan jeritannya.
“Aa..h.!” jeritnya nyampe. Kemudian Nimas kutelentangkan diranjang.
Aku menaiki tubuhnya, pahaku menempel erat dipahanya yang mengangkang. Kepala  ntol kutempelkan ke it ilnya. Sambil menciumi leher, pundak dan belakang telinganya, kepala  Kontolku bergerak-gerak mengelilingi bibir  Senuknya yang sudah basah. Nimas merem melek menikmati  Kontolku di bibir  Senuknya, akhirnya kuselipkan  Kontolku dino Senuknya.
“Aah”‘ jeritnya keenakan.
Nimas merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit kumasukkan  Kontolku. Nimas menggoyangkan pantatnya sehingga  Kontolku hampir seluruhnya masuk.
“Om, enjot dong  tolnya, rasanya nikmat sekali”. Perlahan aku mulai mengenjot  Kontolku keluar masuk  Senuknya.
Pahanya di kangkangin lebar-lebar, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku supaya  Kontolku masuk sedalam-dalam ke  Senuknya. Nimas berteriak-teriak dan merapatkan jepitan kakinya di pantatku. Aku membenamkan  Kontolku seluruhnya di dalam  Senuknya.
“Om, Nimas nyampe lagi.. Ahh.. Ahh.. Ahh,” jeritnya.
Beberapa saat kemudian, dia membuka sedikit jepitan kakinya dipantatku, paha dibukanya lebar2 dan akhirnya dengan cepat kuenjot  Kontolku keluar masuk  Senuknya. Nikmat sekali rasanya. Setelah delapan sampai sembilan enjotan  Kontolku di  Senuknya, akhirnya croot..croot.. croot.. croot..
”Mas, aku ngecret”, erangnya. Pejuku muncrat banyak sekali memenuhi  Senuknya.
Setelah mandi kami baru menyiapkan makan pagi dan menyantapnya bersama.
“Mesra banget ya om, kaya penganten baru aja”. Sungguh nikmat tinggal bersama Nimas selama majikannya berlibur ke bali.
Gak keitung berapa kali aku mereguk kenikmatan bersama Nimas.
Demikian juga Nimas yang sepertinya ketagihan  Kontolku ngenjot  Senuknya.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru