Rabu, 07 Oktober 2015

Berita Sex Sexsinya Meki Ibu Guru

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita Bispacx Terbaru 2015. 

Berita Sex Sexsinya Meki Ibu Guru

Waktu itu aku masih kelas dua di salah satu SMA Negeri di Semarang. Aku termasuk salah satu siswa dengan segudang kegiatan. Dari mulai aktif di OSIS, musik, olah raga, sampai aktif dalam hal berganti-ganti pacar. Tapi satu hal yang belum pernah kulakukan saat itu hubungan kelamin, Sering kali aku berkhayal sedang berhubungan badan dengan salah satu wanita yang pernah menjadi pacarku. Tapi aku tidak punya keberanian untuk meminta, mengajak ataupun melakukan itu. Mungkin karena cerita sahabatku yang terpaksa menikah karena telah menghamili pacarnya dan sekarang hidupnya hancur lebur. Itu mungkin yang bikin kutakut setengah mati. Tapi aku menyukai rasa takut itu, bukankah rasa takut itu yang bisa menjauhkan aku dari perbuatan dosa. 

Suatu saat, datang gerombolan guru praktek dari IKIP Semarang yang akan menggantikan guru kami untuk beberapa minggu. Salah satu dari guru praktek itu bernama Tessa. Dia begitu cantik, ah bukan... bukan cantik... tapi dia sempurna. Peduli setan dengan matematika yang diajarkannya, aku hanya ingin menikmati wajahnya, memeluk tubuhnya yang tinggi semampai, mengecup bibirnya, dan... aku pun berkhayal sangat jauh, tapi semua itu tidak mungkin. Dengan pacarku yang seumur denganku saja aku tidak berani apalagi dengan Ibu Tessa. Singkat cerita, aku melaju dengan motorku. Hari sudah sore aku harus cepat sampai di rumah. Dalam perjalanan kulihat Ibu Tessa. Aku memberanikan diri menghampirinya. Setelah sedikit berbasa-basi dia bercerita bahwa dirinya baru saja pindah kost dan tempat kost yang sekarang letaknya tepat di tengah-tengah antara sekolahku dengan rumahnya. Sehingga setiap sore aku mengantarkannya ke tempat kost-nya. Kejadian itu berlangsung setiap hari selama satu minggu lebih. 
Berita Sex Sexsinya Meki Ibu Guru

Kami berdua mulai akrab, bahkan nantinya terlalu akrab. Seperti biasanya, aku mengantarkan Ibu Tessa pulang ke kost-nya. Anehnya saat itu, dia tidak ingin langsung pulang tapi mengajakku jalan-jalan di pertokoan di daerah Alun-Alun Semarang. Setelah puas kami pun pulang menuju ke kost Ibu Tessa. Dan ketika kupamit Ibu Tessa memegang tanganku dan... "Jangan pulang dulu , dong!" Ibu Tessa menahanku, tapi memang inilah yang selama ini kuharapkan. "Udah malam Bu, takut entar dimarahi... " Perkataanku terhenti melihat dia menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya yang kecil. "Jangan panggil aku Ibu Tessa, coba tebak berapa umurku?" ternyata umurnya terpaut lima tahun dengan umurku yang saat itu 17 tahun. "Panggil aku Tessa. " Aku hanya menganggukkan kepalaku. "Sini yuk, aku punya baju baru yang akan aku pamerkan kepadamu. " Ditariknya tanganku menuju kamarnya, jantungku mulai berdetak kencang. Sesampainya di kamar, dia menyuruhku duduk di depan televisi. Tessa kemudian menghampiri lemari pakaian di samping televisi. "Aku punya tiga buah baju baru, coba kamu nilai mana yang paling bagus. " Kujawab dengan singkat, "OK!" lalu . Walaupun mataku tertuju ke pesawat televisi, tapi aku dapat melihat dengan jelas betapa dia dengan santainya membuka baju seragam kuliahnya, jantungku berdebar keras. Tessa hanya menyisakan BH berwarna hitam dan celana dalam hitam. Dia melakukan gerakan seolah sedang mencari pakaian di tumpukan bajunya yang tersusun rapih di dalam lemari. "Aku tidak bisa menemukan baju baruku, kemana ya?" Aku hanya terdiam pura-pura menonton TV, tapi pikiranku tertuju kepada belahan pantat yang hanya tertutup kain tipis. Sesekali dia membalikkan tubuhnya sehingga aku bisa melihat dua buah benda yang menggunung di balik BH-nya. 

Berita Sex Sexsinya Meki Ibu Guru

Akhirnya dia mengenakan gaun tidur berwarna pink yang sangat tipis, Lalu dia menghampiriku, dan kami berdua duduk berhadapan. "Kamu kenapa, kok pucat", aku terdiam. "Kamu takut ya?" Aku tetap terdiam. "Aku tau kamu suka aku." Aku terdiam. "Hey, ngomong dong. " Aku tetap terdiam. Dalam kediamanku selama itu aku menyimpan sesuatu di dadaku yang berdetak sangat kencang dan keras serasa ingin meledak ketika dia menempelkan bibir mungilnya ke bibirku. Dia melumat bibirku, sedikit buas tapi mesra. Aku mulai memberanikan diri untuk membalasnya. Kugerakkan bibirku dan kulumat kembali bibirnya. Tak lama kemudian, telapak tangan Tessa yang hangat meraih pergelangan tanganku. Dibawanya tanganku ke arah buah dadanya. Jantungku saat itu sangat tidak karuan. Kuremas buah dadanya yang tidak terlalu besar tapi tidak juga terlalu kecil, tapi aku dapat merasakan betapa kencangnya kedua gunung surga itu. Lidah kami pun mulai bermain. Tiba-tiba dia mendorongku, terus mendorongku sehingga aku telentang di atas karpet kamarnya. Aku hanya menurut dan tak bergerak. Tessa membuka baju tidurnya yang tipis. Kali ini dia tidak berhenti ketika hanya BH dan CD-nya saja yang melekat di tubuhnya, tapi BH-nya kemudian terjatuh ke karpet. Belum sempat aku bergerak, Tessa menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, buah dadanya yang sangat keras menindih dadaku. "Kamu suka, ya?" aku mengangguk. Aku tak kuasa menahan diri, ketika aku mengangkat kepalaku untuk melumat bibirnya kembali, dia menahan kepalaku, aku heran. "Ke.. ke... kenapa tes?" kataku terbata-bata. Dia hanya tersenyum, lalu dengan santainya dia memanjat turun tubuhku. Aku hanya terdiam, aku tidak berani bergerak. Aku bagaikan seorang prajurit yang hanya bergerak berdasarkan komando dari Tessa. 

Dia mulai membelai pahaku dan sedikit mempermainkan selangkanganku. Sesekali dia menciumi celana seragam abu-abuku tepat pada bagian batang kejantananku. Aku memejamkan mata, aku pasrah, "Aku... aku... ah...!" Aku membiarkannya, ketika Tessa mulai membuka celana seragamku, mulai dari ikat pinggangku dan berlanjut dengan menyingkapkan CD-ku. Dia meraih batang kemaluanku dengan mesranya.Aku tak kuasa menahan diriku ketika bibirnya yang mungil menyentuh kepala kemaluanku. Aku malu, malu setengah mati. "Tenang, itu biasa kok." Senyumnya membuat rasa maluku hilang, senyum dari wajah sang bidadari itu membuat keberanianku muncul, "Ya aku berani, aku nekat!" Aku menarik kepalanya dan membalikkan tubuhku, sehingga aku berada tepat di atasnya. Dia sedikit kaget, tapi hal itu membuat aku suka dan makin berani. Aku beranjak ke bawah, kubuka CD-nya. Saat itu yang ada dipikiranku hanya satu, aku harus mencontoh film-film biru yang pernah kutonton. "Kamu mulai nakal, ya." "Ibu guru tidak suka." Aku tak memperdulikan candanya. Kuturunkan CD-nya perlahan, kulihat sekilas rumput kecil yang menutupi celah surganya. Seketika kucumbu dan kumainkan lidahku di celah surga itu. Tangan kananku terus menarik CD-nya sampai ke ujung kakinya dan kulempar entah jatuh di mana. Aku menghentikan sejenak permainan lidahku, kuangkat pinggul yang indah itu dan kugendong dia menuju ke tempat tidur yang terletak tepat di belakang kami berdua. Kuletakkan tubuh semampai dengan tinggi 173cm itu tepat di pinggir tempat tidur. Aku kemudian berjongkok, dan kembali memainkan lidahku di sekitar celah surganya, bahkan aku berhasil menemukan batu kecil di antara celah itu yang setiap kutempelkan lidahku dia selalu mengerang, mendesah, bahkan berteriak kecil. Tangan kiriku ikut bermain bersama lidahku, dan tangan kananku membersihkan sisa air mani yang baru saja keluar. Wow... batang kejantananku sudah keras lagi. Ketika aku sedang asyik bermain di celah surganya, dia menarik kepalaku. "Buka celana kamu, semuanya...!" Aku menurut dan kembali menindih tubuhnya. 

Setelah kepala kami berdekatan dia mencium bibirku sekali dan kemudian dia tersenyum, hanya saat itu matanya sudah sayu, tidak lagi bulat penuh dengan cahaya yang sangat menyilaukan. Dia mengangkat kepalanya disertai tangan kananya meraih batangku dan mengarahkannya ke lubang kemaluannya. Tapi ketika batangku menyentuh bibir lubang kemaluannya, "Crot... cret... creeett...!" Kembali aku meraih puncakku, dia pun tersenyum. Hanya saat itu aku tidak lagi malu, yang ada dipikiranku hanyalah aku ingin bisa memuaskannya sebelum orgasmeku yang ketiga. Aku heran setelah orgasme yang pertama ini batang kejantananku tidak lagi lemas, kubiarkan Tessa mengocok-ngocok batanganku, dengan hanya melihat garis wajah milik sang bidadari di depanku dan juga membelai rambutnya yang hitam legam, aku kembali bernafsu. "Pelan-pelan aja tidak usah takut. " Dia berbisik dan tersenyum padaku. Tak karuan perasaanku saat itu, apalagi ketika kepala kemaluanku dioles-oleskannya ke bibir kemaluannya. Tangannya yang kecil mungil itu akhirnya menarik batang kemaluanku dan membimbingnya untuk memasuki lubang kewanitaannya. "Bles... sss... sek!" Batangku sudah seratus persen tertanam di lubang surganya. Rasa percaya diriku semakin meningkat ketika aku menyadari bahwa aku tidak lagi mengalami orgasme. Aku mulai menarik pinggulku sehingga kemaluanku tertarik keluar dan membenamkannya lagi, terus menerus berulang. Keluar, masuk, keluar, masuk, keluar, masuk begitu seterusnya. "Oh Dig...!" Dia mulai memanggil nama akrabku, aku dipanggil Jedig oleh sahabat-sahabatku. Selama ini Tessa hanya memanggil nama asliku seperti yang tertera di dalam absen kelasku. "Dig, terus... kamu mulai pintar..." Aku tak peduli, aku terus bergerak naik turun. Aku merasakan batang kemaluanku yang basah oleh cairan dari lubang surga milik Tessa. Naik dan turun hanya itu yang kulakukan. Sesekali aku mencium bibirnya, sesekali tanganku mempermainkan bibir dan buah dadanya. "Ah... ah... ah, ah... oh!" Nafasnya memburu. "Ah Dig... ah... ah... ooowww!" Dia berteriak kecil, matanya sedikit melotot dan kemudian dia kembali tersenyum. Aku terdiam sejenak, aku heran kenapa dia melakukan itu. Yang kuingat, saat itu batang kemaluanku serasa disiram oleh cairan hangat ketika masih ada di dalam lubang kemaluannya. " Ntar dulu ya Jedig Sayang." Dia mengangkat tubuhnya sehingga kemaluanku terlepas, aku menahan tubuhnya. Aku tak ingin kemaluanku terlepas aku masih ingin terus bermain. "Eit... sabar dong, kita belum selesai kok. " Kulihat dirinya memutar tubuhnya kemudian nungging di depan mataku. Aku sangat mengerti apa yang harus kulakukan, ya... seperti di film-film itu. Aku mendekatinya dengan batang kemaluanku yang sudah siap menghunus lubang kemaluannya. Aku mencoba memasukannya, tapi aku mengalami kesulitan. Satu, dua, ya dua kali aku gagal memasukan batangku. 

Berita Sex Sexsinya Meki Ibu Guru

Akhirnya dia menggunakan tangan mungilnya untuk membimbing batangku. "Blesss..." Batangku masuk dengan perlahan. Berbeda dengan tadi, sekarang aku tidak lagi naik turun tetapi maju mundur. Kami berdua mendesah. Nafas kami saling memburu. Terus dan terus lagi. "Ah... oh... uh... terus Dig..., ah... oooww!" Kembali dia berteriak kecil, saat ini aku mengerti, setiap kali dia berteriak pasti kemudian dia merubah posisinya. Benar saja posisi kami kembali seperti posisi awal. Dia telentang di bawah dan aku menindihnya di atas. Aku tidak lagi memerlukan tangan mungilnya untuk membimbingku. Aku sudah bisa memasukan batang kemaluanku sendiri tepat menuju lubang surga yang sesekali beraroma harum bunga itu. Kembali aku melakukan naik dan turun. Kali ini aku menjadi siswa yang benar-benar aktif, tidak hanya di sekolah tapi di ranjang. Kuangkat kaki kanannya, kujilati betisnya yang tanpa cacat itu sambil terus menggerakan pinggulku. Beberapa saat kemudian, aku merasakan darahku mengalir dengan keras, ada sesuatu di dalam tubuhku yang siap untuk meledak. Gerakanku semakin kencang, cepat, dan tidak teratur. "Terus Dig, lebih cepat lagi... terus lebih cepat lagi Dig, terus. " Gerakanku semakin cepat. Kami berdua sudah seperti kuda liar yang saling kejar-mengejar sehingga terdengar suara nafas yang keras dan saling sambut menyambut. "Terus Dig, terus... ah... uh... oh...!" " sayang... ah... dig... dig... dig... aaoowww! " Saat ini teriakannya sangat keras dan kulihat matanya sedikit melotot dan giginya terkatup dengan sangat keras. Kemudian dia terjatuh. "Dig cepetan ya sayang...!" "Aku capek." Aku tak bisa berhenti menggerakan tubuhku, sepertinya ada suatu kekuatan yang mendorong dan menarik pinggulku. "Ah... "Crot... cret... cret...!" Muncratlah air kenikmatan itu dari tubuhku. Aku terjatuh di sampingnya, aku puas! Dia tersenyum padaku dan memelukku, dia menaruh kepalanya di dadaku. Setelah mengecup bibirku kami berdua pun tertidur pulas. Beberapa bulan setelah percintaanku dengan Ibu Tessa... Perpisahaan pun dimulai, setelah aku memainkan beberapa lagu di panggung perpisahaan untuk menandakan berakhirnya masa kerja praktek mahasiswa-mahasiswa IKIP di sekolahku. Kulihat mereka menaiki bus bertuliskan IKIP di pinggirnya. Aku mencari Tessa, bidadari yang merenggut keperjakaanku. "Tessa... hey...!" Tessa menengok dan matanya melotot. "Ups... Ibu Tessa!" Aku lupa, dia kan guruku. "Sampai ketemu lagi ya, jangan lupa belajar!" sambil menaiki tangga bus dia menyerahkan surat padaku. Aku langsung membaca dan tak mengerti apa maksud dari tuTessan itu. Akhirnya bus itu pergi dan saat itulah saat terakhir aku melihatnya. 

Aku tak akan pernah lupa walaupun hanya sekali aku melakukannya dengan Tessa. Tapi itu sangat berbekas. Aku selalu merindukannya. Bahkan aku selalu berkhayal aku ada di dekat dia setiap aku dekat dengan perempuan. Sekarang ketika aku sudah duduk di bangku kuliah aku baru mengerti apa arti dari surat Tessa.
cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Selasa, 06 Oktober 2015

Berita Sex Payudara Dela 38C

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex Terbaru 2015

 Berita Sex Payudara Dela 38C

Saya Jadmiko berasal dari kota pemalang lebih tepat nya di daerah Jawa tengah saya baru lulus dari SMEA jurusan ilmu manajemen dan rencana saya akan melanjutkan ke perguruan yang lebih tinggi dan itu saya beniat pergi ke kota untuk meneruskan ke jenjang S1 sarjana nanti sayanya di kota akan kost Pada saat itu saya udah sampai di kota saya pun dapet kost di tempat Ibu Dela.Ibu kosku beda 1 tahun denganku, lebih tua dia. ibu kosku yang dinikahi oleh duda kaya raya yang memiliki bisnis besar. Salah satunya kamar-kamar kos yang berada di Tangerang. Kamar kosnya ada 30 kamar. Dela dipaksa menikah dengan Heri (duda kaya) oleh kedua orang tuanya. Karena dulu orang tuanya memiliki hutang beberapa belas juta yang tak bisa dibayar.Di usia 17 tahun Dela menikah dengan Heru. Kini Dela berusia 26 tahun. Wanita ini bisa dibilang hampir sempurna. Memiliki tubuh yang cukup tinggi; 169cm. Postur tubuhnya tergolong ideal.

Berita Sex Payudara Dela 38C
Dengan berat badan 66kg. Lalu dihiasi lingkar dada yang cukup besar. Kulit putih dan rambut panjang bergelombang menambah kesempurnaan wanita yang lahir di Jakarta ini.Berawal dari hijrahnya aku ke kota Tangerang karena harus melanjutkan study S1 ku di salah satu perguruan tinggi di sana. Karena tak punya sanak saudara yang tinggal di Tangerang, akhirnya aku putuskan untuk mencari kamar kos yang dekat dengan kampusku. Hal ini agar mengurangi pengeluaranku. Setelah mencari ke sana dan kemari, akhirnya aku menemukan kamar kosan yang dekat dengan kampusku. Harganyapun relatif murah untuk kantong mahasiswa, 350rb perbulan. Itupun sudah termasuk listrik dan air. Aku masuk menuju ke dalam pintu gerbang yang didepannya tertulis, "Terima Kos Pria dan Wanita".Pintu masuk menuju rumah utama lumayan jauh. Hingga akhirnya aku bertemu dengan wanita cantik yang masih muda."Maaf, mbak. Aku mau ngekos di sini. Harus kemana ya untuk pendaftaran masuk?" tanyaku kepada wanita cantik itu."Mas siapa namanya?Saya Dela, istri pemilik kosan ini" Gadis manis ini ternyata sudah menikah. Aku fikir masih single."Aku Jadmiko, mbak Dela. Mau ngekos di sini. Berapa perbulannya ya?""Panggil saja aku Dela. Jangan pake mbak. Aku masih muda." "oh, iya baik, ela" "berapa orang, man?" tanyanya singkat."aku sendiri. Bisa liat liat dulu kamarnya, ela?" "mari aku antar" Aku dan Dela mengelilingi kamar kosnya. Cukup banyak kamar di sini ternyata. Aku diantarkan ke kamar yang paling dekat dengan rumah utama. Kamarnya lumayan besar. Aku langsung minta di sini aja. Karena dekat dengan akses keluar masuk."aku di sini aja, ela." "oh, yaudah. Kalo cocok, silahkan.Kapan mau mulai masuk kamar?""hari ini juga. Aku sudah bawa tas ransel yang isinya pakaianku untuk kuliah di seberang tuh. Hehe" "yasudah, masuk dan rapihkan pakaianmu di lemari.

Setelah itu aku tunggu di ruang utama ya" ucapnya sangat ramah sembari menunjukkanku arah ruang utama (maksudnya ruang administrasi kosan itu).Seminggu sudah aku tinggal di sini. Dela sangat ramah padaku. Entah emang sifatnya seperti itu atau hanya pada diriku. Karena setiap aku pulang kuliah dia selalu ternyum manis padaku. Terlihat ada tatapan nakal dimatanya. Tepat di hari ke-11 Dela mengajakku ngobrol di dalam rumah utama yang letaknya tepat bersebelahan dengan kamarku.Di dalam rumahnya yang lumayan besar itu ternyata dia hanya tinggal dengan 2 pembantunya. Dua duanya biasa membantu membersihkan rumahnya. Aku baru saja dikenali oleh Dela. Aku agak canggung berada berduaan gini di dalam satu ruangan bersama wanita dewasa. Apalagi dengan wanita cantik berpostur tinggi ini.Seperti sedang berbicara dengan bidadari rasanya. Dua jam lebih aku ngobrol dengan Ibu kosku.

 Berita Sex Payudara Dela 38C

Obrolan kita sudah sangat panjang. Aku tak tau sudah seberapa banyak dia bercerita dan akupun sebaliknya. Sampai pada akhirnya Dela bercerita tentang mengapa dia menikah dengan pemilik kos ini.Suaminya adalah duda kaya raya yang memiliki banyak usaha. Dia sebenernya tak sampai hati menikah dengan Heri. Belum genap setahun dia menikah dengan duda kaya raya ini. Baru memasuki usia 5 bulan. Dia ingin berontak, namun selalu ingat orangtuanya."Jadmiko, kamu sudah punya pacar?""aku belum pernah pacaran sama sekali" jawabku sekenanya. Karena memang aku dari dulu ga pernah pacaran. "ah, masa? Kamu kan ganteng. Masa ga ada yang mau?""yang mau ada, cuma akunya yang ga mau pacaran" "oh, gitu" "kenapa emang tanya gitu? Naksir dengan aku ya? Hehe" tanyaku sambil meledek. "enggak, aku kan udah jadi istri orang Naksir cowo lain itu ga diperbolehkan. Cuma kalo jadi teman curhat sah-sah aja kan? Hehe" "Jadmiko, aku mau mengatakan sesuatu.Kamu jangan marah ya?" "apa?" Suasana sudah mulai memanas. Aku bingung Dela mau bilang apa. Cuma aku takut disuruh pindah kos.Di sini tergolong murah soalnya. Bibir Dela mendekat ke telinga kananku sambil berbisik, "man, mau ga menjadi teman 'sepermainan' ku?" aku bingung dengan maksudnya. "teman sepermainan tuh apa?" "Begini, man. Suamiku pulang hanya di akhir bulan. Itupun cuma semalaman.Lalu dia pergi lagi. Aku kesepian. Secara aku ini kan pengantin baru. Setelah menikah, aku baru 1 kali digauli olehnya. Aku hanya diperawani olehnya. Aku juga butuh nafkah biologis, man. Mau ga kamu menafkahi kebutuhan biologisku?" Aku tercengan mendengar pertanyaan terakhirnya. Aku bingung harus berbuat apa. Karena memang seumur-umur aku belum penah 'nakal' dengan wanita manapun."gimana, man? Kok diam?" tegas Dela. "aku bukannya ga mau. Cuma aku ga enak dengan dua pembantumu. Lagian aku belum pernah menafkahi kebutuhan biologis wanita. Aku belum banyak belajar tentang itu. Kecuali kamu mau mengajariku" di sini fikiranku mulai dirasuki oleh setan. Semua berubah begitu saja. Aku langsung ingin merasakan 'nakal' bersama wanita dewasa.Beberapa menit kemudian Dela membawaku ke dalam kamar yang cukup besar. Ini adalah kamarnya. Fasilitasnya lengkap. Komputer, spring bed, ac, lemari, televisi, dan kamar mandi di dalam. Mewah sekali kamar ini. Dela menuju komputer yang dari tadi udah stand by.

Dia membuka folder demi folder sampai akhirnya terdapat satu folder berjudul, "Education". Setelah dibuka ternyata berisikan puluhan film porno. Dela memutarkannya untukku.Setelah memutar 5 film, Dela berkata, "sudah ngerti belum basic-nya?" aku hanya mengangguk tanda mengerti. Dela skrg sudah duduk di bibir ranjang. Dia memakai kaos oblong berwarna biru muda dengan rok selutut berwarna hitam. Dela memanggilku untuk duduk di sebelahnya. Tanganku dituntung menuju dadanya. Aku mulai keringetan. Aku gugup. Antara takut dan gembira sebenarnya. Lalu sampailah kedua tanganku didadanya. Lalu aku remas perlahan dadanya. Lembut sekali. Rasanya indah sekali menyentuh dada wanita ini. Besar, kenyal, dan lembut. "ya, terus, man. Kamu pasti suka dengan dada ini" "ya aku mulai suka" aku tak banyak bicara. Karena aku sedang terkagum kagum merasakan indahnya menyentuh lembutnya payudara.Dela membuka kaos oblongnya. Sekarang terlihat bra besar berwarna biru juga. "waw, besar sekali" ucapku dalam hati. "boleh aku pegang?" tanyaku memastikan. "boleh. Kamu boleh melakukan apa saja denganku, man" ucapnya dengan nada yang agak nakal. Aku ingin membuka bra-nya. Namu, karena belum pernah membuka sebelumnya aku jadi kesulitan.Hampir 5 menit aku baru berhasil membuka pengait belakang itu. Kini aku sudah melihat gumpalan daging berwarna putih dengan ujung berwarna pink. Indah sekali. Spontan tangan dan mulutku bergeriliya di daerah dadanya. Dela kurabahkan diatas ranjang. Mulut dan tanganku tak bisa berhenti menari-mari di atas gundukan itu. Dela sudah mulai terlihat senang.Sepertinya sudah terhanyut dalam suasana. Lama aku bermain main di sana.

 Berita Sex Payudara Dela 38C

Setengah jam kemudian Dela bangkit dan melucuti semua pakaianku. Aku kikuk dibuatnya. Seketika itu aku terdiam sambil menutupi kemaluanku dengan tanganku."kok ditutupi? Malu ya? Ga usah canggung. Aku suka kok" Lalu kuboba untuk membuka kedua tanganku. "hah? Besar banget titimu, man. Berapa ukurannya?" sepertinya Dela kaget melihat penisku. Lumayan panjang memang. 19,5cm. Dan cukup besar. "19,5cm, ela. Kenapa?" "aku kaget aja.Punya suamiku kecil sekali. Tak ada separuhnya. Boleh aku pegang?" dia memastikan. "boleh. Cuma pelan pelan ya. Aku belum pernah dipegang." Dela meraih penisku. Dia mengelus-elus dengan lembut. Aaaaaah, geli sekali. Indah sekali rasanya sore itu. Pantas saja semua orang suka dengan 'kenakalan'.Setelah hampir 5 menit, Dela memasukkan penisku ke dalam mulutnya."ga jijik, ela?" tanyaku.Sedangkan Dela tak menghiraukan. 10 menit mungkin Dela mengulum dan memainkan kemaluanku. Lalu kini dia membuka rok dan celana dalamnya.Diamenyuruhkuuntukmemasukkanpeniskusecaraperlahan.Kupegangbatangkemanrisudah menantang. Ku arahkan menuju liang peranakannya. Kepala kemaluanku sudah tepat berada dibibir vaginanya yang terlihat masih mungil sekali.Dengan tambahan bulu bulu halus di sekitarnya. Sedikit demi sedikit telah kumasukan penisku. Dela teriak kesakitan. 

Lalu kucoba untuk lebih berhati hati lagi sampai akhitnya seluruh batang kemaluanku berada di dalam lubang vaginanya."aku merasakan batang kemaluanmu sampai pada punti rahimku, man" ucapnya sambil mendesah. "berhenti sejenak, man. Jangan kau lanjutkan dulu. Aku masih ingin membiasakan vaginaku dengan batang kemaluan yang besar" lanjut Dela. 5 menit sudah aku berdiam diri. Setelah itu baru mulai kugenjot vaginanya. Rintihannya semakin keras.Aku melakukan seperti di video yang Dela berikan sebelum kita melakukan ini. Aku genjot vaginanya sembari tangan dan mulutku bergeriliya di bagian dadanya. Semakin lama desahan dan rintihannya sin keras. Kutambahkan speed genjotanku. Rintihannya semakin menjadi jadi. 15 menit sudah.Lalu kurasakan penisku seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Ku percepat genjotanku. Dan ternyata aku mengeluarkan sperma didalam rahimnya. Dela sudah terlihat lemas sedari tadi. Ku diamkan beberapa saat sebelum aku mencabut penisku dari kemaluannya yang masih sempit itu. Aku terkulai lemas disebelah Dela yang juga sudah terkulai lemas sedari tadi karena tidak bisa tidur akupun memungguin Dela sampai terbangun.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Senin, 05 Oktober 2015

Berita Sex Mbak Maya Janda Pecandu Seks

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex Terbaru 2015


Berita Sex Mbak Maya Janda Pecandu Seks 

Aku melihat jam di tanganku masih lama rupanya. Kira-kira setengah jam lagi waktu kuliah habis. Siang tadi kakak iparku nelepon, memintaku datang ke rumahnya setelah kuliah. Aku bertanya-tanya, karena biasanya hanya abangku saja yang menelponku menanyakan sesuatu atau memintaku untuk menjaga rumahnya jika dia ada berurusan keluar kota. Rintik-rintik hujan mulai turun semakin lebat. Mbak Maya yang bekerja di rumah abangku ini bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. 
Kemudian, “Den Mad!”, teriaknya keras dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat Mbak Maya terduduk di tepi jemuran. Kain jemuran berhamburan di sekitarnya. “Den Mad, tolong Mbak Maya bawakan kain ini masuk”, pintanya sambil menyeringai mungkin menahan sakit. “Mbak tadi tergelincir”, sambungnya. Aku hanya mengangguk sambil mengambil kain yang berserakan lalu sebelah tanganku coba membantu Mbak Maya berdiri. “Sebentar Mbak. Saya bawa masuk dulu kain ini”, kataku sembari membantunya memegang kain yang berada di tangan Mbak Maya. Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain jemuran kuletakkan di atas kasur, di kamar Mbak Maya. Ketika aku menghampiri Mbak Maya lagi dia sudah separuh berdiri dan mencoba berjalan terhuyung-huyung. Hujan semakin lebat seakan dicurahkan semuanya dari langit. 
Berita Sex Mbak Maya Janda Pecandu Seks 

Aku menuntun Mbak Maya masuk ke kamarnya dan dudukkan di kursi. Dadaku berdetak kencang ketika tanganku tersentuh buah dada Mbak Maya. Terasa kenyal sehingga membuat darah mudaku tersirap naik. Kuakui walau dalam umur awal 30an ini Mbak Maya tidak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang masih menarik perhatian lelaki. Tidak heran, pernah Mbak Maya kepergok oleh abangku bermesraan dengan laki-laki lain. “Tolong ambilkan Mbak handuk”, pinta Mbak Maya ketika aku masih termangu-mangu. Aku menuju ke lemari pakaian lalu mengeluarkan handuk dan kuberikan kepadanya. “Terima kasih Den Mad”, katanya dan aku cuma mengangguk-angguk saja. Kasihan Mbak Maya dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lembut. Bibirnya senantiasa terukir senyum, walaupun dia tidak tersenyum. Rajin dan tidak pernah sombong atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah ada yang menyuruhnya karena dia tahu tanggung jawabnya. 

Kadang-kadang saya memberinya sedikit uang, bila saya datang ke sana. Bukan karena apa, sebab dia mempunyai sifat yang bisa membuat orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah memarahinya. Gajinya setiap bulan disimpan di bank. Pakaiannya dibelikan oleh kakak iparku hampir setiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tahu apa sebabnya hingga suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci karena suaminya main serong. Hampir 4 tahun lebih dia menjanda setelah menikah hanya 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 30tahun, masih muda. Kalau masalah kecantikan, memang kulitnya putih. Dia keturunan Cina. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Dibandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Kelebihan Mbak Maya ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan. Mbak Maya berdiri lalu mencoba berjalan menuju ke kamar mandi. Melihat keadaannya masih terhuyung-huyung, dengan cepat kupegang tangannya untuk membantu. Sebelah tanganku memegang pinggang Mbak Maya. Kutuntun menuju e pintu kamar mandi. Terasa sayang untuk kulepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di pinggangnya. Mbak Maya menghadap ke diriku saat kutatap wajahnya. Mata kami saling bertatapan. Kulihat Mbak Maya sepertinya senang dan menyukai apa yang kulakukan. Tanganku jadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke dadanya. Kuusap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mulai mengeras. Kudekatkan mulutku tuk mencium pipinya. Dia berpaling menyamping, lalu kutarik lagi pipinya. Mulut kamipun bertemu. Aku mencium bibirnya. 

Berita Sex Mbak Maya Janda Pecandu Seks 


Inilah pertama kalinya aku melakukannya kepada seorang wanita. Erangan halus keluar dari mulut Mbak Maya. Ketika kedua tanganku meremas punggungnya dan lidahku mulai menjalari leher Mbak Maya. Ini semua akibat film BF dari CD-Rom yang sering kutonton dari rumah teman. Mbak Maya bersandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya kukecup. Kuhisap dan kugelitik langit-langit mulutnya. Kancing BH-nya kulepaskan. Tanganku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya kupegang dengan lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding. Kami terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aku merasa tubuh Mbak Maya menyandar ke dadaku. Dia sepertinya pasrah. Baju daster Mbak Maya kubuka. Di dalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Matanya terpejam. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya kuremas perlahan-lahan. Bibirku mengecup puting buah dadanya secara perlahan. Kuhisap puting yang mengeras itu hingga memerah. Mbak Maya semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aku tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah, “Ssshh…, sshh!”. Puting payudaranya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahan-lahan. Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya. Lidahku kini bermain di pusar Mbak Maya, sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya.

Ketika kulepaskan ikatan kainnya, tangan Mbak Maya semakin kuat menarik rambutku. “Den Maddd…, Den Mad”, suara Mbak Maya memanggilku perlahan. Aku terus melakukan usapanku. Nafasnya terengah-engah ketika celana dalamnya kutarik ke bawah. Tanganku mulai menyentuh daerah kemaluannya. Rambut halus di sekitar kemaluannya kuusap-usap perlahan. Ketika lidahku baru menyentuh kemaluannya, Mbak Maya menarikku berdiri. Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya. Aku segera mengerti maksud Mbak Maya seraya menuntun Mbak Maya menuju tempat tidur. Bau kemaluannya merangsang sekali. Dengan satu bau khas yang sukar diceritakan. “Den Maddd…”, bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil mengikuti apa yang kuinginkan. Mbak Maya sepertinya membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Mbak Maya kini kutelanjangkan. Tubuhnya berbaring telentang sambil kakinya menyentuh lantai. Seluruh tubuhnya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya mendekap kain sprei. Buah dadanya membusung seperti minta disentuh. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan. Memang Mbak Maya tidak memiliki anak karena dia bercerai setelah menikah 3 bulan. Kakinya merapat. Karena itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma sekumpulan rambut yang lebat halus menghiasi bagian bawah.

Kemudian, tanganku terus membuka kancing bajuku satu-persatu. ritsluiting jeans-ku kuturunkan. Aku telanjang bulat di hadapan Mbak Maya. Penisku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Mbak Maya. Buah dada yang membusung dihiasi puting kecil dan daerah di bulatan putingnya kemerah-merahan. Indah sekali kupandang di celah pahanya. Mbak Maya telentang kaku. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuh Mbak Maya. Sungguh lembut tubuh mungil Mbak Maya. Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Sambil memegang puting susunya, kuremas-remas buah dada yang kenyal itu. Kuusap-usap dan kuremas-remas. Nafsuku terangsang semakin hebat. Penisku menyentuh pinggang Mbak Maya. Kudekatkan penisku ke tangan Mbak Maya. Digenggamnya penisku erat-erat lalu diusap-usapnya. Memang Mbak Maya tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah menikah. Dibandingkan denganku, aku cuma tahu teori dengan melihat film BF, itu saja. Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya. Terasa berlendir basah di kemaluannya. Aku beralih dengan posisi 69. Rupanya Mbak Maya mengerti keinginanku. Lalu dipegangnya penisku yang sudah tegang dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Mataku terpejam-pejam ketika lidah Mbak Maya melumat kepala penisku dengan lembut. Penisku dikulum sampai ke pangkalnya. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku. Bibir Mbak Maya terasa menarik-narik batang penisku. Tidak tahan diperlakukan begitu aku lalu mengerang menahan nikmat. Kubuka lebar-lebar paha Mbak Maya sambil mencari liang vaginanya. Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memegang clitorisnya. Mbak Maya mendesah. Kujilat-jilat dengan lidahku. Kulumat dengan mulutku. Liang kemaluan Mbak Maya semakin memerah. Bau kemaluannya semakin kuat. Aku jadi semakin terangsang. Seketika kulihat air berwarna putih keluar dari lubang vaginanya. Tentu Mbak Maya sudah cukup terangsang, pikirku. Aku kembali pada posisi semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarik tubuhku untuk rebah bersama. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Mbak Maya memperbaiki posisinya ketika tanganku mencoba mengusap-usap pangkal pahanya. Kedua Kaki Mbak Maya mulai membuka sedikit ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidahku mulai turun ke dadanya. Putingnya kuhisap sedikit kasar. Punggung Mbak Maya terangkat-angkat ketika lidahku mengitari perutnya. Akhirnya jilatanku sampai ke celah pahanya. Mbak Maya semakin membuka pahanya ketika aku menjilat clitorisnya, kulihat Mbak Maya sudah tidak bergerak lagi. Kakinya kadang-kadang menjepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk mencari tempat-tempat yang bisa mendatangkan kenikmatan baginya. Erangan Mbak Maya semakin kuat dan nafasnya pun yang terus mendesah. Rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan. Aku bertanya, “Gimana Mbak rasanya?”, suaraku lembut dan sedikit manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Aku mengerti. Itu bertanda dia setuju. Tanpa disuruh, aku mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya yang kini telah terbuka lebar. Lendir dan liurku telah banjir di gerbang vaginanya.

Berita Sex Mbak Maya Janda Pecandu Seks 


Kugesek-gesekan kepala penisku di cairan yang membanjir itu. Perlahan-lahan kutekan ke dalam. Tekanan penisku memang agak sedikit susah. Terasa sempit. Kulihat Mbak Maya menggelinjang seperti kesakitan. “Pelan-pelan Den Madd!”, Mbak Maya berbicara dengan nafas sesak. Aku sekarang mengerti. Kemaluan Mbak Maya sudah sempit lagi setelah 6 tahun tidak disetubuhi, walaupun dia sudah tidak perawan lagi. Memang aku belum berpengalaman kerena ini merupakan pertama kalinya aku menyetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang. Kutekan lagi. Kumasukkan penisku perlahan-lahan. Kutekan punggungku ke depan. sangat hati-hati. Terasa memang sempit. Lalu Mbak Maya memegang lenganku erat-erat. Mulutnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Hanya sebagian penisku yang masuk. Kubiarkan sebentar penisku berhenti, terdiam. Mbak Maya juga terdiam. Tenang. Sementara itu, kupeluk tubuh Mbak Maya dengan gemas sambil memainkan buah dadanya, menjilat, mengusap dan menggigit-gigit lembut. Mulutnya kukecup sambil lidahnya kumainkan. Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang. Lalu kemudian aku bertanya dengan suara lembut, “Mau diteruskan…?”. Mbak Maya membuka matanya. Di bibirnya terlihat senyum manis yang menggairahkan. Kutekan penisku ke dalam. Kemudian kutarik ke belakang perlahan-lahan. Kuhentakkan perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan Mbak Maya, mencengkram seluruh batang penisku. Penisku terasa seperti tersedot di dalam vagina Mbak Maya. Kami makin terangsang! Penisku mulai memasuki kemaluan Mbak Maya lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata Mbak Maya terbuka menatapku dengan pandangan yang sayu ketika penisku mulai kukeluar-masukkan. Bibirnya dicibirkan rapat-rapat seperti tidak sabar menunggu tindakanku selanjutnya. Sedikit demi sedikit penisku masuk sampai ke pangkalnya. Mbak Maya mendesah dan mengerang seiring dengan keluar-masuknya penisku di kemaluannya. Kadang-kadang punggung Mbak Maya terangkat-angkat menyambut penisku yang sudah melekat di kemaluannya. Berpuluh-puluh kali kumaju-mundurkan penisku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Suatu ketika aku merasakan badan Mbak Maya mengejang dengan mata yang tertutup rapat. Tangannya memeluk erat-erat pinggangku.

Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar dari mulutnya secara pelan. Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan penisku yang tertanam di dalamnya. Goyanganku semakin kuat. Kasur Mbak Maya bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit-decit. Leher Mbak Maya kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Ketika itu seolah-olah aku merasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin keras membuat penisku semakin menegang keras. Mbak Maya mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Goyanganku semakin kencang. Kemaluan Mbak Maya semakin keras menjepit penisku. Kurangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia diam saja. Bersandar pada tubuhku, Mbak Maya lunglai seperti tidak bertenaga. Kugoyang terus hingga tubuh Mbak Maya seperti terguncang-guncang. Dia membiarkan saja perlakuanku itu. Nafasnya semakin kencang. Dalam keadaan sangat menggairahkan, akhirnya aku sampai ke puncak. Air maniku muncrat ke dalam kemaluan Mbak Maya. Bergetar badanku saat maniku muncrat. Mbak Maya mengait pahaku dengan kakinya. Matanya terbuka lebar memandangku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengah-engah.

Dia mengerang agak kuat. Waktu aku memuntahkan lahar maniku, tusukanku dengan kuat menghunjam masuk ke dalam. Kulihat Mbak Maya menggelepar-gelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami merasakan kenikmatan itu. Beberapa tusukan tadi memang membuat kami sampai ke puncak bersama-sama. Memang hebat. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya aku melakukan senggama. Mbak Maya lah wanita pertama yang mendapatkan air perjakaku. Walaupun dia seorang janda, bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik. Waktu kami melakukan senggama tadi, kami berkhayal entah kemana. Mbak Maya memang hebat dalam permainannya. Sebagai seorang yang tidak pernah merasakan kenikmatan persetubuhan, bagiku Mbak Maya betul-betul memberiku surga dunia. Aku terbaring lemas di sisi Mbak Maya. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada tenaga untuk membukanya. Dalam hati aku puas karena dapat mengimbangi permainan ranjang Mbak Maya. Kulihat Mbak Maya tertidur di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah kuimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Mbak Maya juga telentang dengan mata tertutup seperti kelelahan, mungkin lelah setelah dapat menghilangkan keinginan batinnya sejak menjanda 4 tahun yang lalu. 

Kami masih berpelukan. Kemudian Mbak Maya terasa seperti mengusap mukaku. Kubuka mataku. Dia tersenyum. Aku tersenyum. Seolah-olah kami tidak merasa aneh berpelukan tanpa sehelai benang pun di tubuh kami. Dia mencium bibirku. Dia berbisik ketelingaku, “Terima kasih ya Den Mad. Mbak…” Belum sempat dia menghabiskan kata-katanya, aku bertanya, “Mbak puas…?”. Dia tersenyum dan mengangguk. “Dua kali!”, jawabnya ringkas. “Den Mad kamu memang hebat, penismu juga besar! Panjang!”, katanya. Sementara itu ia mengocokkan batang penisku. Suaranya membangkitkan gairahku. “Mbak suka?”, tanyaku. Dia tersenyum. Dia mengangguk tanda suka. Saat itu juga tanganku memegang buah dadanya. Tangannya mengocok terus penisku. Penisku tegang lagi. Kami jadi terangsang lagi. “Mbak mau lagi?”, tanyaku dengan suara manja. Dia tersenyum manis. Apa yang kuimpikan kini benar-benar menjadi kenyataan. Perlahan-lahan kubuka selimutnya. Kulihat kaki Mbak Maya sudah mengejang. Sedikit demi sedikit terus kutarik selimutnya ke bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufff…, detak jantungku kembali berdegup kencang. Kunikmati kembali tubuh Mbak Maya tanpa perlawanan. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilat di depanku. Kurentangkan kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik gundukan bukit Mbak Maya. Kedua belahan bibir mungil kemaluannya kubuka. Melalui celah itu kulihat semua rahasia di dalamnya. Aku menelan air liurku sendiri sambil melihat kenikmatan yang telah menanti. Kudekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan birahi. Tak mampu aku menahan ledakan birahi yang menghambat nafasku. Segera kudekatkan mulutku sambil mengecup bibir kemaluan Mbak Maya dengan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian kemaluan Mbak Maya. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang menonjol di mulut vaginanya, Mbak Maya mendesis dan mendesah keenakan. Lidah dan bibirku menjilat dan mengecup perlahan.

Beberapa kali kulihat Mbak Maya mengejangkan kakinya. Aku sangat menikmati bau khas dari liang kemaluan Mbak Maya yang memenuhi relung hidungku. Membuat lidahku bergerak semakin menggila. Kutekan lidahku ke lubang kemaluan Mbak Maya yang kini sedikit terbuka. Rasanya ingin kumasukkan lebih dalam lagi, tapi tidak bisa. Mungkin karena lidahku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidahku itu membuat Mbak Maya beberapa kali mengerang karena nikmat. Dalam keadaan sudah terangsang, kutarik tubuh Mbak Maya ke posisi menungging. Ia menuruti permintaanku dan bertanya dengan nada manja. “Den Mad mau diapakan badan Mbak?”, bisiknya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan seperti ini oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Kuatur posisinya. Tangannya meremas sprei hingga kusut. Air mani Mbak Maya sudah membasahi kemaluannya. Kubuka pintu kemaluannya. Kulihat dan perhatikan dengan seksama. Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Mbak Maya. Bau anyir dan bau air maniku bercampur dengan bau asli vagina Mbak Maya yang merangsang. Bau vagina seorang wanita! Jelas semua! Bulu kemaluan Mbak Maya yang lembab dan melekat berserakan di sekitar vaginanya. Kusibakkan sedikit untuk memberi ruang. Kumasukkan jari telunjukku ke dalam lubang vaginanya. Kumain-mainkan di dalamnya. Kulihat Mbak Maya menggoyang punggungnya. Kucium dan kugigit daging kenyal punggungnya yang putih bersih itu. Kemudan kurangkul pinggangnya. Kumasukkan penisku ke liang vaginanya. Pinggang Mbak Maya seperti terhentak. Perlahan-lahan kutusukkan penisku yang besar panjang ke lubang vaginanya dengan posisi “doggy-style”. Tusukanku semakin kencang. Nafsu syahwatku kembali sangat terangsang. Kali ini berkali-kali aku mendorong dan menarik penisku Hentakanku memang kasar dan ganas. Kuraih pinggang Mbak Maya.

Berita Sex Mbak Maya Janda Pecandu Seks 


Kemudian beralih ke buah dadanya. Kuremas-remas semauku, bebas. Rambutnya acak-acakan. Lama juga Mbak Maya menahan lampiasan nafsuku kali ini. Hampir setengah jam. Maklumlah ini adalah kedua kalinya. Tusukanku memang hebat. Kadang cepat, kadang pelan. Kudorong-dorong tubuh Mbak Maya. Dia melenguh. Dengusan dari hidungnya memanjang. Berkali-kali. Seperti orang terengah-engah kecapaian. “Ehh.. ek, Ekh, Ekh.” Akirnya aku merasakan air maniku hampir muntah lagi. Waktu itu kurangkul kedua bahu Mbak Maya sambil menusukkan penisku ke dalam. Tenggelam semuanya hingga ke pangkalnya. Waktu itulah kumuntahkan spermaku. Kutarik lagi, dan kuhunjamkan lagi ke dalam. Tiga empat kali kugoyang seperti itu. Mbak Maya terlihat pasrah mengikuti hentakanku. Kemudian kupeluk tubuhnya walaupun penisku masih tertancap di dalam kemaluannya. Kuelus-elus buah dadanya. Kudekati mukanya. Kami berciuman. Begitu lama hingga terasa penisku kembali normal. Mbak Maya sepertinya kelelahan. Keringat bercucuran di dahi kami. Kami telentang miring sambil berpelukan. Mbak Maya terlihat lemas lalu tertidur. Melihat Mbak Maya begitu, dan hujan masih belum reda, birahiku bangkit kembali. Kurangkul tubuh Mbak Maya dan aku bermain sekali lagi. Kali ini Mbak Maya menyerah. Dia tidak menolak. Kumainkan kemaluannya sampai puas. Bau di kamar ini adalah bau air mani kami. Bunyi tempat tidur pun berdecit-cit. “Ahh… aaghh.” Sesudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan memakai kembali pakaianku. Aku keluar dari kamar Mbak Maya menuju ke ruang depan. Sewaktu aku keluar, barulah aku sadar pintu kamar Mbak Maya tidak tertutup rapat. Rupa-rupanya kakak iparku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil mencoba berlagak seperti tidak terjadi apa-apa. Kemudian aku duduk di sofa. Sebentar kemudian kakak iparku datang membawa minuman. Kulihat mukanya biasa saja. Kuyakinkan diriku bahwa kakak iparku tidak tahu apa yang telah terjadi tadi antara aku dengan Mbak Maya. Aku bertanya, “Abang tidak pulang sama Mbak?” “Tidak. Dia ke Singapore 4 hari!”, jawabnya. Dia tersenyum. “Minumlah!”, dia mempersilakanku Kemudian dia berjalan menuju ke kamarnya. Aku duduk dan menonton film “Airforce One”. “Mbak sebentar lagi mau pergi, ambil mobil di sana. Nanti malam tolong kamu tidur di sini ya, sekilan jaga rumah!”, katanya pendek. Memang bagitulah biasanya. Kalau abangku tidak ada, aku yang jadi sopir kakak iparku untuk membawa Mercedez-nya ke mana-mana. Malam itu aku tidak pulang ke flatku. Tidur di rumah abangku! Memang ada kamar khusus untukku di rumahnya yang cukup besar itu. Tapi yang lebih spesial lagi bagiku adalah tidur dalam pelukan Mbak Maya.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Minggu, 04 Oktober 2015

Berita Sex Goyangan Pantat Kakak Ipar

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita Bispacx Terbaru 2015.


Berita Sex Goyangan Pantat Kakak Ipar

Cerita sex selanjutnya akan menceritakan tentang pengalaman seseorang dengan saudara iparnya dan kebetulan sekali pemain/pelaku menceritakan kepada kami dan kami hanya meneruskan saja berikut ceritanya Pengalaman menaklukkan kakak iparku yang pendiam dan agak religius. Entah setan mana yang merasuki diriku karena aku menjerumuskan orang baik-baik kedalam neraka nafsu. Kejadiannya bermula pada suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Cikampek. Kak Rati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Kak Rita adalah kepala cabang di Cikampek, Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Kak Rati berusia 35 tahun. Suaminya sudah meningal 1 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Kak Rati jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari. Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Kak Rita jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Kak karena orangnya pendiam. 
Berita Sex Goyangan Pantat Kakak Ipar
Akupun menduga Kak Rita pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Kak Rita menyetujui usul istriku. Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang di daerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Kak Rita yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Kak Rati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Kak Rita. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda. Kuatur jebakan untuk memancing Kak. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Kak Rita dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Kak memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Kak Rita. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas. Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Kak Rita melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Kak Rita. Dari balik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku.

Aku yakin Kak Rita pasti melihat tubuhku yang polos dengan tititku yang tegak berdiri. Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..ee…maaf Kak, aku kira nggak ada orang, ” kataku seraya mendekati pintu seolah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Kak terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya. Dengan tenangnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Kak dan sekali lagi memohon maaf. “Maaf ya Kak, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumah ini, ” kataku sambil berdiri di depan pintu mau menutup pintu. 

Berita Sex Goyangan Pantat Kakak Ipar

Tiba-tiba seperti tersadar Kak bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa….”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas mengetok pintu kamar Kak. “Ada apa Andy,” ujar Kak Rita setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca stuasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Kak, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung. “Nggap apa-apa, cuma malu hati, sungguh Kak malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Kak Rita kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya. “Sejujurnya Kak Rita tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Kak Rita malu, tanpa sadar terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Kak Rita sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Kak Rita seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi nggak tega. Kudekati Kak Rita dan kuberanikan memegang pundaknya seraya menenangkannya. “Sudahlah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Kak Rita sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Kak Rita diam saja. Mukanya diselusupkan di dadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya. “Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh yang sedang didekapnya. Dan usaha kedua Kak Rita sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Kucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada putting susu sebelah kiri. Kak menggeliat. Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu.

Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Kak menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya. Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Kak diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku.Kak masih diam. Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher, perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil, turun lagi kebawah ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai ke ujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Kak Rita yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.Kukangkangkan kakinya, Kak masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Kak tiba-tiba berteriak , ” Ahhhhhhhh……..” “Kenapa Kak….Sakit?,” tanyaku. Kak Rita hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Kak Rita menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung.. ”Andy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Kak Rita udah nggak tahan,” katanya. Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung ku naiki kedua pahanya dan kutusukkan tititku kelobang surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Kak Rita semakin menggelinjang.

Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme, gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Kak Rita meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhh……lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin di dalam ….aku lagi subur,” suaranya tersengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda. Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Kak cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan tititku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Kak Rita agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Kak Rita menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan. Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Kak Rita dan kugencet batang jKakorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali tititku meludah. Sekujur tubuh Kak Rita yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Kak Rita bangkit mengambil tisu dan membersihkan badan serta mukanya. “Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Kak Rita rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

Berita Sex Goyangan Pantat Kakak Ipar

Dengan persetujuan Kak Rita, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Kak Rita nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Kak Rita. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya. “Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 10 tahun dengan Kakak. Sampai Uda meninggal, Kak Rita tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Kak Rita masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Kak sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Kak Rita sebelum kami sama-sama tertidur pulas karena kepacean sehabis bertarung di ranjang , dan pada saat aku terbangun jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan akupun mulai beraktivitas seperti biasanya jemari menunggu istri pulang dari kantor.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Sabtu, 03 Oktober 2015

Berita Sex Montoknya Adek Ipar

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita Bispacx Terbaru 2015.

Berita Sex Montoknya Adek Ipar

Sulitnya mencari kerja di kota sendiri pada saat itu aku sedang mengantar adek iparku aku masih ingat pada waktu itu tanggal 8 april 1996, aku mengantarkan adik iparku mengikuti test di sebuah perusahaan di Yogyakarta. Pada saat adik iparku sebut saja Evelin memasuki ruangan test di perusahaan tersebut, aku dengan setia menunggu di ruang lobi perusahaan tersebut.
Berita Sex Montoknya Adek Ipar
Satu setengah jam sudah aku menunggu selesainya Evelin mengerjakan test tersebut hingga jam menunjukkan pukul 11 siang, Evelin mulai keluar dari ruangan dan menuju lobi. Aku tanya apakah Evelin bisa menjawab semua pertanyaan, dia menjawab..
" Bisa Abang..
" Kalau begitu mari kita pulang” pintaku.
Sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Evelin.
" Kemudian Evelin menggangguk. Setelah beberapa saat Evelin merasa badannya agak lemas, dia bilang,
" Abang mungkin aku masuk angin nich, habis aku kecapekan belajar sih tadi malam.
" Aku bingung harus berbuat apa, lantas aku tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas dia bilang,
" Biasanya dikerokin Abang..” 
" Wah.. gimana yach..” kataku.
" Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu..
" Evelin hanya mengangguk saja. Lantas aku dan Evelin mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. 

Berita Sex Montoknya Adek Ipar

Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih.
Setelah pesan kamar, aku dan Evelin Abanguk ke kamar 11 di ruang atas.
" Terus gimana cara Abang untuk ngerokin kamu Nov”, tanyaku.
Tanpa malu-malu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Evelin sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya.
" Sini dong, Abang kerokin..” Dan astaga si Evelin buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi.
Lantas si Evelin tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.
Hanya beberapa kerokan saja.. Evelin bilang,
" Entar Abang.. BH-ku aku lepas sekalian yach.. entar mengganggu Abang ngerokin aku.
" Dan aku terbelalak.. betapa besar payudaranya dan putingnya Abangih memerah, sebab dia kan Amasiih perawan. Tanpa malu-malu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang,
" Sudah Nov.. sudah selesai. Tanpa kusadari Evelin membalikkan badannya dengan telentang.
" Sekarang bagian dadaku Abang tolong dikerik sekalian.
" Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku.
Aku berkali-kali berkata, “Maaf Dik yach.. aku nggak sengaja kok..”
" Nggak apa-apa Abang.. teruskan saja.” Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku elus-elus. Si Evelin hanya diam dan memejamkan matanya.. lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya. Evelin mendesis,
" Abang.. Abang.. ahh.., ah ah ahh..” Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya.
Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang,
" Jangan Abang.. jangan Abang..
" Tapi aku nggak peduli.. terus saja aku masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata vaginanya sudah basah sekali. Lantas tanpa diperintah oleh Evelin aku buka rok dan CD-nya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan,
" Yach Abang..
" Kini Evelin sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah.. putih mulus, bulunya Abangih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA. Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan,
" Abang.. ahh.. uaa.. uaa.. Abang..

Berita Sex Montoknya Adek Ipar

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Evelin sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Evelin memegang penisku dan mengocok penisku. Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau,
" Nggak Abang jijik.. tuh, nggak ah.. Evelin nggak mau.
" Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya.
" Jilatin saja coba..” pintaku. Lantas Evelin menjilati penisku, lama-kelamaan dia mau untuk mengulum penisku, tapi pas pertama dia kulum penisku, dia mau muntah
" uk.. huk.. aku mau muntah Abang, habis penisnya besar dan panjang.. nggak muat tuh mulutku.” katanya.
" Isep lagi saja Lin..
" Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Evelin. Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Evelin.
" Evelin.. Abang Abangukkan yah.. penis Abang ke vaginamu”, kataku. Evelin bilang,
" Jangan Abang.. aku kan Abangih perawan.
" katanya. Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya,
" Abang.. Abang.. jangan..” Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lama-kelamaan aku mencoba untuk meAbangukkan penisku ke vaginanya. Slep.. Evelin menjerit,
" Ahk.. Abang.. jangan..” Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep.. bles.. Evelin menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya,
"Abang.. Abang.. sakit tuh.. Abang.. jangan..” Lalu Evelin menangis,
" Abang.. jangan dong..” Aku sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur Abanguk penisku itu. Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur.
" Ah.. Abang.. ah.. Abang..” Rupanya Evelin sudah merasakan nikmat dan meringis-ringis kesenangan.
"Abang..” Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur.
" Abang.. Abang..” Dan aku merasakan vagina Evelin mengeluarkan cairan. Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku.
" Terus Abang.. terus Abang.. lebih cepat lagi..” pinta Evelin. Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Evelin mengisapnya.

Berita Sex Montoknya Adek Ipar

Evelin mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah.
" Hem.. hem.. nikmat.. Abang..
" Aku bilang,
" Terus Nov.. aku mau keluar nich..
" Evelin mempercepat kulumnya dan.. cret.. cret.. maniku muncrat ke mulut Evelin. Evelin segera mencabut penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya.
" Ah.. ah.. Evelin.. maafkan Abang.. yach.. aku khilaf Nov.. maaf.. yach!”
" Nggak apa-apa Abang.. semuanya sudah telanjur kok Abang..
" Lantas Evelin bersandar di pangkuanku.
Kuciumi lagi Evelin dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Evelin pulang dan setelah itu aku pun Abangih menanam cinta diam-diam dengan Evelin kalau istriku pas tidak ada di rumah. Evelin.. Evelin.. Evelin sayangku, terima kasih.

cerita dewasa kumpulan cerita sex blowjob handjob cerita sex dewasa cerita seks dewasa, tante girang daun muda pemerkosaan cerita seks artis cerita sex artis cerita porno artis cerita hot artis cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan cerita bokep cerita ngentot cerita hot bacaan seks cerita Kumpulan Cerita Seks onani dan Masturbasi cerita seks tante blog cerita seks seks sedarah seks cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Berita Sex Bosku Penikmat Seks

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita Bispacx Terbaru 2015.

Berita Sex Bosku Penikmat Seks

Saya akan bercerita pengalam yang pernah ku alami sebut saja namaku Prapto Selama satu minggu Mama Mertuaku berada di Semarang hampir setiap hari setiap ada kesempatan aku dan Mama Mertuaku selalu bertemu.

Apalagi setelah Indri istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku, Aku dan Mama mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Mama mertuaku tidur seranjang layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami datang aku dan Mama Mertuaku langsung menuntaskan hasrat kami berdua.

Kusirami terus menerus rahim Mama Mertuaku dengan spermaku  akibatnya fatal. Setelah istriku kembali dari Medan Bapak mertuaku minta agar Mama mertuaku segera pulang ke Purwokerto dengan berat hati akhirnya Mama mertuakupun kembali ke desa Purwokerto.

Setelah Mama mertuaku kembali kedesa Purwokerto hari hariku jadi sepi Aku begitu ketagihan dengan permainan sex Mama Mertuaku aku rindu jeritan jeritan joroknya  saat orgasme sedang melandanya di malam itu.
Berita Sex:Bosku Penikmat Seks
Pertengahan juni lalu Mama mertuaku menelponku ke kantor aku begitu gembira sekali, Kami berdua sudah sama sama saling merindukan  untuk mengulangi persetubuhan kami tapi yang paling membuatku kaget adalah saat Mama mertuaku memberikan kabar, kalau beliau terlambat datang bulan dan setelah diperiksa ke dokternMama mertuaku positip hamil. Aku kaget sekali aku pikir, Mama Mertuaku sudah tidak bisa hamil lagi.

Aku minta kepada Mama mertuaku  agar benih yang ada dalam kandungannya dijadikan saja, namun Mama mertuaku menolaknya Mama mertuaku bilang itu sama saja dengan bunuh diri, karena suaminya sudah lama tidak pernah lagi menggaulinya tetapi masih bisa hamil.

Baru aku tersadar, yah kalau Bapak mertuaku tahu istrinya hamil, pasti Bapak mertuaku marah besar apalagi jika Bapak mertuaku tahu kalau yang menghamili istrinya adalah menantunya sendiri. Juga atas saran Dokter, menurut dokter di usianya yang sekarang ini, sangat riskan sekali bagi Mama mertuaku untuk hamil atau memiliki anak lagi, jadi Mama mertuaku memutuskan untuk mengambil tindakan. Ma, apa perlu aku datang ke desa Purwokerto?” Mama mertuaku melarang,

 " Tidak usah sayang nanti malah bikin Bapak curiga, lagi pula ini hanya operasi kecil”.

Setelah aku yakin bahwa Mama mertuaku tidak perlu ditemani, otak jorokku langsung terbayang tubuh telanjang Mama mertuaku. Ma aku kangen sekali sama Mama, aku kepengen banget nih ma”

" Iya Mas, Mama juga kangen sama Mas Prapto. Tunggu ya sayang, setelah masalah ini selesai, akhir bulan Mama datang. Mas Prapto boleh entotin Mama sepuasnya. Sebelum kuakhiri percakapan, aku bilang sama Mama mertuaku agar jangan sampai hamil lagi, Mama mertuaku hanya tersenyum dan berkata kalau dia kecolongan. Gila.. , hubungan gelap antara aku dengan Mama mertuaku menghasilkan benih yang mendekam di rahim Mama mertuaku, aku sangat bingung sekali.

Berita Sex Bosku Penikmat Seks


Saat aku sedang asyik asyiknya melamun memikirkan apa yang terjadi antara aku dan Mama mertuaku, aku dikagetkan oleh suara dering telepon dimejaku.

" Hallo, selamat pagi”.

" Prapto kamu tolong ke ruang ibu sebentar.

Ternyata Bos besar yang memanggil,

Akupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju rangan ibu Rita.

Ibu Rita, wanita setengah baya, yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan.

Aku taksir usia ibu Rita kurang lebih 40 tahun, ibu Rita seorang wanita yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berusia 40 tahun namun ibu Rita tetap terlihat cantik hanya sayang Tubuh Mama Rita agak gemuk.

" Selamat pagi bu, ada apa ibu memanggil saya”.

" Oh nggak.. ,ibu Mama cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin,
   yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kamu kerjakan atau belum?”.

" Oh.. ya bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada kesalahan”. Jawabku.

" Oh.. ya.. sudah kalau begitu,

Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?”. Tanya Ibu Rita.

" Oh nggak bu Saya tidak apa-apa”.

“Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah penyakit mu”.

" Ah.. nggak apa-apa bu saya sehat kok”. Jawabku.

Saat aku hendak meninggalkan ruangan Mama Rita, aku sangat terkejut sekali, saat Mama Rita berkata,

" Makanya kalau selingkuh hati hati dong Prap Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah ibu mertuamu hamil”.
Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh mendapatkan malu yang luar biasa.

" Dari mana Mama tahu?” tanyaku dengan suara yang terbata bata.

" Maaf Prap Bukannya ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Mama menelfon kamu kamu kok online terus ibu jadi penasaran, ibu masuk saja ke line kamu. Sebenarnya, setelah ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi ibu jadi tertarik begitu ibu tahu bahwa kamu selingkuh dengan ibu mertuamu sendiri”.

Berita Sex Bosku Penikmat Seks


Aku marah sekali, tapi apa daya ibu Rita adalah atasanku, selain itu ibu Rita adalah saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat.
Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah.

" Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu”

" Terima kasih Bu”, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku

" Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin ibu ke rumah, ada yang hendak Mama bicarakan dengan    kamu, OK”.

" Tentang apa bu?” tanyaku.

 " Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Mama mertuamu dan jangan menolak” pintanya tegas.
Akupun keluar dari ruangan Mama Rita dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Mama Rita yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Mama mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Mama mertuaku diketahui oleh orang lain.

" Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya”, Tanya Wilman sohibku.

" Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek aja”.

" Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu”.

" Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Mama Rita denger mati kamu”.

Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Mama mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Mama mertuaku kekasihku, rasanya aku ingin terbang ke desa Purwokerrto dan menemani Mama mertuaku, tapi apa daya Mama mertuaku melarangku.

Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Mama Rita, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Mama mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini Aku berharap agar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Mama mertuaku agar rahasiaku tetap aman.

" Kring.. “, kuangkat telepon di meja kerjaku.

" Gimana? Sudah siap”, Tanya Mama Rita.

" Ya Ma saya siap”,

" Ya sudah kamu jalan duluan tunggu ibu di ATM BNI pemuda”.

Ternyata Mama Rita tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain.
Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya. Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Mama Rita, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik ibu Rita masuk ke halaman dan parkir.

Ibu Rita pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM.

" Hi.. Prapto ngapain kamu disini?”, sapa ibu Rita. Aku jadi bingung, namun Mama Rita mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Mama Rita, agar kami bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.

" Oh nggak bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga”, sahutku. Mama Milapun bergabung antri di depan ATM.

" Gimana, temenmu belum datang juga?

" Saat Mama Rita keluar dari ruang ATM.

" Belum Bu”.

" Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah”.

Aku pun berjalan kearah mobil Mama Rita, aku duduk di depan disamping supir pribadi Mama Rita sementara Mama Rita sendiri duduk dibangku belakang.

" Ayo, Pak Bari kita pulang”

" Iya Nya.. “, sahut Pak bari

" Untung aku ketemu kamu disini Prapto Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulang”. Uh.. batinku Mama Rita mulai bersandiwara lagi.

" Memangnya ada apa Mama mencari saya?”.

" Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Mama periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan.
Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Mama OK”.

Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Mama Rita.

“Ayo masuk”, ajak Mama mia.

Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Mama Rita pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Mama Rita yang begitu antik dan mewah.

" Selamat sore Nya”,

 " Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Prapto bekerja disana”.

" Baik Nya”. Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Rita.

" Silakan Den, ini kamarnya”.
Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar.

" Kring.. , kring.. “, kuangkat telepon yang menempel di dinding.

“Hallo, Prapto, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut”.

" Oh.. iya Ma terimakasih”. Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku. Sudah hampir jam tujuh malam tapi Mama Rita belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang mengantarkan makan malam untukku.

Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata ibu Mama Rita yang masuk, aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Mama Rita tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Mama Rita datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku memandangi tubuh ibu Rita, walaupun gendut tapi Mama Rita tetap cantik.

Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Mama Rita berkata kepadaku, “Sekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Mama Mertuamu, Mama mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakan”.

" Tapi Bu”, protesku.

" Prapto, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Mama kandung istrimu sedang mengandung anakmu”.
Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah. Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku.

" Sial!”, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Mama Rita saat itu.

" Lepas tanganmu Mama mau lihat seberapa besar kontolmu”, bentak Mama Rita.

" Mm.. , lumayan juga kontolmu”. Malu sekali aku mendengar komentar Mama Rita tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia.

" Nah, sekarang ceritakan semuanya”. Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Mama Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami. Kulihat Mama Rita mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Mama Rita menarik napas panjang.

Tiba tiba Mama Rita bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku, sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan tubuh Mama Rita membuat jakunku turun naik.

" Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu”, bentaknya lagi.

" Baik Bu”, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Mama Rita menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.

" Ahh.. “, jeritku tertahan saat mulut Mama Rita mulai mengulum kontolku.

" Ahh.. Ma.. , nikmat sekali”. Kuangkat kepala Mama Rita, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku. Ma.. kita pindah keranjang saja”, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan tubuh ibu Rita, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.

" Ahh.. “, Jerit Mama Rita saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya.

" Uhh Prapto.. enak.. sayang”.

Ketelusuri tubuh Mama Rita dan jilatan lidahkupun menuju memek Mama Rita yang licin tanpa sehelai rambutpun. Kuhisap memek Mama Rita dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya.

Banjir sekali Mungkin karena Mama Rita sudah sangat terangsang mendengar ceritaku.

" Ahh”, jerit Mama Rita saat dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya. Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Mama Rita yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku.

Usahaku berhasil, Mama Rita memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Mama Rita, tubuh Mama Milapun makin menegang.

" Aaarrgghh.. Prapto”, jerit Mama Rita tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya, Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Rita, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Mama Rita menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Mama Rita kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.

" Ampun.. Prapto.. biarkan ibu istirahat dulu”, pintanya. Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Mama Rita tengkurap kini.

" Jangan.. dulu .. too.. Ibu lemas sekali”. Aku angkat tubuh tengkurapnya, Mama Rita pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Mama Rita. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Mama Rita.

" Iiihh.. Prap.. to.. kamu.. jahat”.

Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Mama Rita, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Mama Rita, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Mama Rita dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.

" Uhh.. “, jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut.

Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku, Mama Milapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.

" Ahh Ibu.. aku mau.. keluar..

"  Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Rita, beberapa detik kemudian Ibu Rita pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu Rita tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.

Ibu Rita rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Rita. Nikmat sekali.. , Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Mama Rita sudah lelap tertidur, dari celah belahan memek Ibu Rita, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO.

Kuciumi kembali tubuh Ibu Rita, kontolkupun tegak kembali, ku balik tubuh Ibu Rita agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di lubang memek Mama Rita.

" Uhh Prapto.. Ibu lelah sekali sayang”, Lirih sekali suara Ibu Rita. Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat  Ibu Rita, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk kontolku, tubuh  Ibu Rita terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk kontolku, rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan  Ibu Rita hanya memejamkan matanya.

Berita Sex Bosku Penikmat Seks


Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek  Ibu Rita.. , dan langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Mama Rita. Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang  Ibu Rita, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.
Akhirnya dengan malas  Ibu Rita membuka matanya.

" Sudah malam bu saya mau pulang”.

" Prapto kamu liar sekali, rasanya tubuh  Ibu seperti tidak bertulang lagi”. .

" Tunggu sebentar ya Prapto, kemudian  Ibu Rita masuk kekamarnya,
beberapa saat kemudian  Ibu Rita keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.

" Ini untuk kamu”.

" Apa ini Ma?”, Tanyaku, saat ibu Rita menyodorkan sebuah amplop kepadaku.

Aku menolak pemberian  Ibu Rita, namun  Ibu Rita terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan  Ibu Rita lalu kembali kami berciuman dengan mesranya.

Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan  Ibu Rita. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.

cerita dewasa kumpulan cerita sex  blowjob handjob cerita sex dewasa  cerita seks dewasa, tante girang  daun muda  pemerkosaan  cerita seks artis cerita sex artis  cerita porno artis cerita hot artis  cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan  cerita bokep  cerita ngentot cerita hot  bacaan seks  cerita Kumpulan Cerita Seks  onani dan Masturbasi  cerita seks tante blog cerita seks  seks sedarah seks  cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru

Berita Sex Orgasme Indah

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Lesbian, Cerita Bispacx Terbaru 2015.

Berita Sex Orgasme 


Indah Terima kasih buat kepada teman-teman atas responnya serta dengan mengharapkan diteruskannya cerita saya ini , sehingga Indah dapat merasakan multi orgasme. Maka untuk menyambung cerita ini lanjutannya terpaksa saya mengutip ulang sedikit cerita saya sebelumnya seperti yang ada dalam judul diatas dengan penambahan cerita yang efisien dan lebih terfokus. Cerita ini mengisahkan kehidupan gadis sebutsaja dengan Indah. ini berawal dari pertemuan pada saat itu setelah Indah duduk dan istirahat kamipun membuka percakapan, Indah begitu ramah dan pintar mengolah kata-kata sehingga suasana dan obrolan menjadi sempurna dan akrap inilah yang menjadi bagian terpenting bagi kami dalam mengolah cara berkomunikasi yang sempurna untuk menciptakan multi orgasme, karena percakapan dan pengenalan satu sama lain dapat memberikan dorongan terciptanya sex yang baik dan nyaman.
Berita Sex Orgasme Indah 
Kekecewaan dia dengan suaminya yang kurang bisa memberikan kehangatan sangat dipengaruhi persoalan kurangnya komunikasi tidak adanya keterbukaan dan kelelahan suami dapat saja menyebabkan tidak harmonisnya hubungan sex yang seimbang karena di lain pihak istri menjadi haus akan sentuhan dan kehangatan laki-laki siapapun dia orangnya yang penting bisa memberikan kehangatan. Percakapan terus berlanjut yang akhirnya aku arahkan pada situasi untuk menciptakan suasana yang tenang, dan romantisan dan aku nyalakan radio dengan lagu-lagu yang lembut yang bisa memberikan suasana damai, dan menyejukkan hati, dengan maksud untuk menghilangkan beban pikiran yang mungkin berada pada kami berdua.

Akhirnya rangsangan-rangsanganpun aku mulai dan Indah terlihat mendongak menahan birahi yang sudah semakin tinggi, terlihat bibirnya merekah basah, aku nggak tahan dan spontan kucium dan kulumat bibirnya, ternyata dibalas dengan buas oleh indah, bibir kami menyatu dan lidah kami saling mengulum, tangan kami bergerilnya mencari titik-titik rangsang, ciumanpun berlangsung cukup lama, kemudian tanganku berusaha untuk membuka pakaian yang dikenakannya bibirku beralih ke telinga Indah, dia pun berteriak. “aah geli.. geli Tapi itu tidak kuhiraukan terus aku hisap-hisap lembut telinganya, kemudian bergeser ke belakang telinganya yang ternyata merupakan salah satu titik kelemahan Indah dia pun merasakan sentuhan lidahku dia begitu terangsang. "Heemm Yang.. oaauu, geli enak truss akkhh.. oouu.. geli Yang aaoow " Dia trus merintih geli enak katanya bajunya terbuka langsung kulempar ketepi. " Wow kamu benar-benar cantik Yang Putih mulus dengan payudara yang menantang yang tertutup BH hitam, kuraba kaitan BH-nya, kulepas dan wow putih mulus dengan dua bukit payudaranya yang menantang ku sentuh putingnya yang sudah mengeras dan memerah. "aahh.. aakhh” Dia begitu semakin terangsang akibat telinga dan putingnya ku mainkan badannya liar mengelinjang keenakan. " oouh Yang, teruss, enaak Yang. Indah terus mengeluh dan keenakan membuatku semakin terangsang untuk menikmati tubuhnya, kupindahkan bibir turun kebawah, ku jilati lehernya yang putih mulus, ku kecup berulang-ulang hingga dia kegelian, turun terus kebawah kudapati putingnya, lalu kuhisap lembut, keras dan lembut lagi. " aahh.. ouuhh teruss Yang.. enak yang.

Berita Sex Orgasme 


Indah Tampak putingnya sudah semakin memerah, kujilati dan ku hisap bergantian puting kanan lalu kekiri, seperti bayi yang kehausan, dia semakin menggelinjang liar tubuhnya, dan berteriak-teriak, tanganku juga turut aktif, ku raba perutnya halus ketekan sedikit demi sedikit antara pusar dan memeknya, keras teraba dan tumbuh bulu-bulu halus disekitar itu. Kubuka celananya dan kuploroti dan ku copotberlahan lahan tangan Indah turut membatu hingga aku tidak mengalami kesulitan untuk menelanjanginya. Lagi-lagi pemandangan yang sempurna, kulihat gundukan kecil menantang disela-selah selangkangannya ditutupi CD warna hitam, ku raba, ku jamah dan ku usap selangkangannya, pahanya halus mulus, dia semakin liar dan segera kubuka CD hitamnya kuraba dan ternyata sudah basah, dia begitu terangsang dan sangat menikmatinya, lama kumainkan itilnya, dengan jariku dia berteriak keras, " Akkhh.. say enak yang suaranya bergetar diiringi liarnya liuk-liuk tubuhnya, jariku liar keluar masuk kedalam memeknya kutekan lembut. “Aoo.. enak.. ahh yang, teruuss, aakkh” dia nggak tahan.

Lama kumainkan jariku didalam dan menekan halus itilnya, dia trus mengeliat liar tubuhnya, kulepas bibirku dalam putingnya langsung ku papah dia menuju kasur dan merebahkan indah duduk di tepi kasur, sambil berjongkok ku hisap itilnya, lidahku bermain di rongga memeknya dia melengguh panjang " Akkhh.. Yang.. enak, Yang aku mau pipis nih ... “Keluarkan .. jawabku karena ku tau itu adalah orgasme yang akan terjadi. " Akkhh.. keluar yang.. enakk, ngilu.. akh.. ngelayang say aku ngelayang.. ah ...nikmat " Tidak habis-habisnya dia berteriak, badannya bergetar, kubiarkan dia mengekpresikanya, lidahku trus bermain halus menghisap lembut itilnya, akhirnya dia lemas dan berbaring merebahkan badannya di kasur, tubuhnya masih mengejang, namun lidahku masih truss bergerilya didalam memeknya, menghisap lembut itilnya, membantu dia mengekpresikan gairahnya, agar lepas dan melayang. 

Tiba-tiba Indah bangkit langsung memeluk dan menciumku. " Thanks honey , kamu pintar sekali. " Yup Yang, gimana enak ? Woow fantastik sekali terbang melayang rasanya, Sambil bicara Indah langsung meraih selangkanganku dan menangkap senjata andalanku dia memohon. “Beri saya ini Hon? Berita Sex Orgasme Indah Tanpa menunggu jawaban, dia langsung membuka celana panjang dan CD saya, langsung senjata andalanku keluar dengan berdiri tegak, menantang. Indah langsung terbelalak matanya melihat benda dihadapannya, dia pegang erat seolah tidak rela burung itu terbang meninggalkannya. " Fantastik honey bener kamu bilang, panjang betul, hampir menyentuh puser kamu nih.. " He he he”, aku pun tertawa. "18 cm Hon.., centi demi centi hingga ujung memek kamu akan tersentuh senjataku ini.

Tanpa menunggu waktu lagi dia langsung mengelus meremas halus dan mengocoknya senjataku. “Ach.. enak honey.., trus Yang.. akkh, aku melenguh keenakan. Sambil tanganku bermain di payudaranya, kuremas halus dan kusentuh putingnya lembut. Indah pun terbangkit lagi gairahnya, kemudian diarahkan senjataku ke mulutnya, hanya bisa masuk setengah dari senjataku dimulutnya, dihisap lembut, maju mundur berirama, senjataku masuk dalam mulutnya. " Enak honey akh Aku merasakan kenikmatan yang tiada tara, ternyata Indah terlalu pintar dalam memainkan senjataku. “Akh enak.. geli Yang.. trus Yang, aku memohon... Lama dia memainkan senjataku, akhirnya dia terangsang berat, akibat suara-suara yang keluar dari mulutku, dan sentuhan-sentuhan tanganku pada titik-titik rangsangannya, di payudara, telinga, lehernya, dan remasan-remasan rambut yang ku sentuh halus.

Kemudian dia bangkit dan melepaskan senjataku dalam mulutnya, diapun merengek dan meminta untuk segera memasukkan senjataku ke dalam memeknya yang sudah gatal ingin segera akupun langsung naik menuju tempat tidur dengan posisi duduk dengan kaki kulipat, Indah mengikuti langkahku dan berdiri di atas tempat tidur kemudian melebarkan kakinya didepanku, memeknya persis di hadapan mukaku, dia ingin membungkuk turun, langsung ku cegah, tanganku meraih pahanya, kesentuh halus memeknya dengan bulu-bulu halus menantang. “Ahh.. Hon, gatal nih cepet dong masukkan” Aku tak menghiraukan permohonannya langsung kuarahkan mulutku ke memeknya, kuhisap lagi lembut itilnya dia bergetar dan “Ahhkk gatall.. akkh trus.. Hon, enaakk” Bicaranya bergetar, pantatnya bergoyang bagai Inul menari, tangannya menjaMbak rambutku, bertubi-tubi. " Hemm.. hemm”, terdengar lagi suara dalam mulut indah, dia kegelian dan merintih, lama lidahku bermain di memeknya, hisap, gigit, jilat lidahku bermain. Pada satu ketika Indah berteriak, " Please honey.. nowww..!, masukin sekarang yang dia terus berteriak meminta untuk segera dicoblos, namun aku trus saja mengigit lembut, menjilat, dan menghisap itilnya.

Berita Sex Orgasme 


Indah Teriaknya lagi, sambil diikuti dengan melelehnya air dari dalam memeknya, ternyata Indah mengalami lagi orgasme yang kedua. Pada saat orgasme, kaki Indah lemas, lunglai, kemudian sambil menja badannya turun, dengan selangkangan yang terbuka dan memeknya yang menganga langsung ku sambut memeknya dengan senjataku. “aaooww” teriak halus indah, karena senjataku langsung masuk ke dalam memeknya. Dalam situasi orgasme, kemudian ku bantu dia dengan memasukkan senjataku perlahan-lahan, centi demi centi senjataku masuk kedalam memeknya yang sudah basah kuyup, dan kurasakan hangat tersentuh dalam senjataku yang panjang ini, Indah pun berteriak-teriak keenakan. " Hemm.. ackk.. enak Hon.., akkh”. Dia terus berteriak seperti itu, nikmat rasanya. 5 centi, 10 centi dan akhirnya masuk seluruhnya senjataku ditelan memeknya. " Ahh Honey masuk semua nih, akk enak.. enak, enak”: seperti anak kecil yang terlalu gembira mendapatkan permen kesukaanya. Sambil bergetar, badannya turun naik berirama menikmati senjataku. " Achh.. achh” mulut Indah nggak bisa diam dia terus berteriak keenakan. " Achh.. enak, enak, aku baru ngerasain ini Hon, enaakk.., enak bener kontol kamu, enak.. aduh tembus nih, enakk” Aku pun mengikuti ekspresinya, kubantu dia dengan bisikan suara-suara yang mengairahkan. Terus honey.. rasakan kenikmatan ini, lakukan kemauanmu, truss.., terserah kamu”. 

Akhirnya pantatnya naik turun lebih cepat dengan bantuan tanganku menopang dipahanya, tak lama kemudian, dia berteriak lebih keras, sambil badannya bergetar hebat, tanda dia telah mencapai klimaks lagi, tubuhku dipeluk erat, genjotannya mulai bergerak perlahan. “Akh keluar lagi.., akkhh.. enak”. Ternyata sentuhan yang diterima memeknya dari senjataku membuat dia begitu menikmatinya centi demi centi sangat dia rasakan. Sejenak terpikir olehku aku begitu heran kenapa aku belum juga keluar ejakulasi, ternyata inilah yang membuat aku bisa bertahan, rasa ingin memuaskan pasangan membuatku begitu perkasa di hadapannya. Akhirnya kami istirahat sebentar untuk memulihkan stamina Indah, aku khawatir dia terlalu lelah setelah menikmati 3 kali orgasme.


cerita dewasa kumpulan cerita sex  blowjob handjob cerita sex dewasa  cerita seks dewasa, tante girang  daun muda  pemerkosaan  cerita seks artis cerita sex artis  cerita porno artis cerita hot artis  cerita sex cerita selingkuhan cerita kenikmatan  cerita bokep  cerita ngentot cerita hot  bacaan seks  cerita Kumpulan Cerita Seks  onani dan Masturbasi  cerita seks tante blog cerita seks  seks sedarah seks  cerita 17 tahun cerita bokep cerita biru